Pulau Jawa, dengan kepadatan penduduk dan lalu lintasnya yang tinggi, memiliki beberapa ruas jalan yang dikenal masyarakat sebagai jalur tengkorak. Mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur, beberapa lokasi jalanan yang seringkali padat pengendara justru diklaim rawan menelan korban.
Jalan-jalan ini memiliki catatan kecelakaan yang tinggi, seringkali dikaitkan dengan kondisi jalan yang menantang, baik memiliki tingkat kecuraman yang tinggi atau dikelilingi hutan belantara. Perilaku pengemudi yang kurang hati-hati dan faktor cuaca juga seringkali menambah kerawanan para pengendara dalam mengalami laka lantas.
Lantas, dimana sajakah jalan raya yang seringkali menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas itu? Melansir dari berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya.
Advertisement
Jalur Tengkorak di Jawa Timur
Jawa Timur memiliki beberapa ruas jalan yang masuk dalam kategori rawan kecelakaan. Sepanjang jalur Surabaya-Lamongan-Tuban, Surabaya-Mojokerto-Nganjuk-Madiun-Ngawi, Kertosono-Kediri-Tulungagung, Surabaya-Porong-Malang-Batu, Malang-Blitar, Surabaya-Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi, Probolinggo-Lumajang-Jember-Banyuwangi dan Surabaya-Bangkalan-Sumenep, terdapat 48 titik rawan kecelakaan.
Selain itu, Jalan Raya Banyuwangi-Situbondo, khususnya di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, dan Jalan Raya Banyuwangi-Jember di Desa Kabat dan Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, juga termasuk dalam daftar lokasi rawan kecelakaan. Meskipun tidak ada data pasti jumlah korban, reputasi jalur ini sebagai jalur tengkorak sudah melekat di masyarakat.
Kondisi jalan yang buruk, tikungan tajam, dan kepadatan lalu lintas menjadi beberapa faktor penyebab tingginya angka kecelakaan di daerah ini. Jika Anda melintas di salah satu lokasi yang disebutkan di atas, maka Anda diimbau untuk senantiasa berhati-hati dan selalu mematuhi rambu lalu lintas.
Advertisement
Jalur Tengkorak di Jawa Barat
Di Jawa Barat, beberapa titik rawan kecelakaan tersebar di berbagai wilayah. Simpang Suroto Kunto, Simpang Cikalong (Karawang), Bungursari (Purwakarta), Patok Beusi (Subang), Kandang Haur, Lohbener, Losarang (Indramayu), Susukan, Simpang Gotrok-Arjawinangun, Beber (Kabupaten Cirebon), Jalan Raya Pilang dan Losari Mundu (Kota Cirebon) merupakan beberapa contohnya.
Jalur Cadas Pangeran di Sumedang juga terkenal sebagai jalur yang cukup berbahaya. Tanjakan dan turunan yang cukup curam serta tikungan tajam menjadi tantangan tersendiri bagi para pengendara. Kecelakaan di jalur ini seringkali melibatkan kendaraan besar seperti truk dan bus.
Selain itu, Jembatan Cibereum, Pasir Tulang, Tapal Kuda, dan Tungturunan (Cianjur), serta Jalan Raya Cipatat juga masuk dalam daftar lokasi rawan kecelakaan di Jawa Barat. Di sisi lain, tanjakan Emen di Subang, Jawa Barat turut menjadi lokasi yang seringkali dianggap masyarakat sekitar sebagai ruas jalan yang berbahaya bagi para pengendara.
Advertisement
Jalur Tengkorak di Jawa Tengah
Di Jawa Tengah, Jalan Raya Krumput (Banyumas) dan Jalan Brumbung (Demak) dikenal sebagai jalur yang cukup berbahaya. Alas Roban juga masuk dalam daftar jalur tengkorak, meskipun lokasi spesifiknya tidak disebutkan secara rinci.
Alas Roban di Jawa Tengah, sering disebut sebagai jalur tengkorak karena kondisi jalan yang menanjak dan berkelok, serta rawan longsor. Banyak kecelakaan di lokasi ini melibatkan kendaraan yang mengalami rem blong atau kehilangan kendali di tanjakan curam.
Minimnya penerangan jalan di malam hari juga menjadi faktor yang memperparah kondisi. Pengemudi disarankan untuk berhati-hati dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melewati jalur-jalur tersebut.