Konflik geopolitik antara India dan Pakistan yang memanas dalam beberapa hari terakhir ternyata membawa keuntungan bagi China. Negara pimpinan Xi Jinping itu dinilai ketiban untung karena bisa 'memanen' informasi penting dari jet tempur dan senjata lainnya yang digunakan dalam serangan.
Hal itu akan membuat China unggul dalam persaingannya dengan India. Diketahui, jika kedua negara tersebut telah lama berkonflik akibat sengketa perbatasan di kawasan Himalaya.
Menurut para analis keamanan dan diplomat, modernisasi militer China saat ini sudah mampu mendeteksi secara mendalam gerak-gerik India dari berbagai arah.
Melansir laman Reuters, disebutkan jika modernisasi militer China telah mencapai titik di mana mereka memiliki kemampuan untuk meneliti secara mendalam tindakan India secara langsung.
"Dari sudut pandang intelijen, ini adalah target peluang yang langka tepat di perbatasan China yang melibatkan musuh potensial utama," kata analis keamanan yang berbasis di Singapura, Alexander Neill dikutip Minggu (11/5).
Sebagai raksasa regional dan kekuatan nuklir yang bersaing, India dan China secara luas dipandang sebagai rival strategis jangka panjang karena berbagi perbatasan Himalaya sepanjang 3.800 (2.400 mil) yang telah disengketakan sejak tahun 1950-an.
Advertisement
China Panen Informasi
Institut Studi Strategis Internasional (IISS) yang berpusat di London mencatat bahwa China kini memiliki 267 satelit termasuk 115 yang ditujukan untuk intelijen, pengawasan, dan pengintaian. Kemudian 81 lainnya yang memantau informasi elektronik dan sinyal militer.
Tim intelijen militer China tentu sangat ingin mengumpulkan informasi tentang penggunaan pertahanan udara dan peluncuran rudal jelajah dan balistik oleh India. Tidak hanya dalam hal jalur penerbangan dan akurasi, tetapi juga informasi komando dan kontrol, kata para analis dan diplomat.
Pengerahan rudal jelajah supersonik BrahMos milik India, senjata yang dikembangkan bersama Rusia akan menjadi perhatian khusus kata beberapa analis. China juga telah meningkatkan pengumpulan intelijennya di laut.
China disebut semakin aktif di Samudra Hindia dalam beberapa tahun terakhir dengan mengerahkan kapal pelacak ruang angkasa serta kapal penelitian oseanografi dan kapal penangkap ikan dalam pengerahan yang diperpanjang.
Para diplomat regional mengatakan bahwa meskipun angkatan laut China relatif berhati-hati tentang pengerahan kapal perang ke Samudra Hindia karena masih kekurangan jaringan pangkalan yang luas, mereka secara aktif mencari informasi intelijen dari kapal-kapal lainnya.
Selama seminggu terakhir, beberapa pelacak mencatat armada kapal penangkap ikan Tiongkok yang luar biasa besar bergerak secara serempak dalam jarak 120 mil laut dari latihan angkatan laut India di Laut Arab karena meningkatnya ketegangan India dengan Pakistan.
Mengingat hubungan strategisnya yang mendalam dan luas dengan Pakistan, Beijing juga dapat diharapkan untuk sepenuhnya memanfaatkan jaringan utusan dan tim militernya di sana untuk mendapatkan informasi penting.