Gara-gara Anak-anak Nakal Dikirim ke Barak Militer oleh Dedi Mulyadi, Ungkapan Bocah-bocah Ini Bikin Syok

Takut dibawa ke barak militer, begini jawaban anak-anak saat mengubah kebiasaan bermain bersama teman.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
Gara-gara Anak-anak Nakal Dikirim ke Barak Militer oleh Dedi Mulyadi, Ungkapan Bocah-bocah Ini Bikin Syok
30 siswa di Cianjur menjalani pembinaan di barak militer selama dua pekan, Pemkab siapkan psikolog dan tenaga kesehatan untuk pantau kondisi mental dan fisik mereka. (© 2025 Antaranews)

Program pendidikan karakter lewat barak militer terbukti memberikan dampak positif bagi lingkungan anak-anak.

Seperti dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok @fauzifirs belum lama ini, sekumpulan bocah yang biasanya berkumpul untuk bermain game online saat ini tidak lagi melakukan kebiasaan tersebut.

Video itu diketahui direkam di kawasan perkampungan Pondok Gede, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Awalnya terdapat seorang warga yang merekam aktivitas lima orang anak yang tengah berkumpul usai melaksanakan ibadah maghrib.

Jika biasanya mereka membuang waktu dengan bermain handphone (HP), kini mereka sama sekali tak membawanya dan lebih memilih mengobrol.

"Nah gitu dong sekarang mainnya sudah enggak megang hp sudah enggak mabar lagi. Tahu kan sekarang apa konsekuensinya kalau tawuran, malas sekolah, ngelawan orang tua, kebanyakan mabar, tahu kan kenapa?" ucap seorang warga.

Menanggapi pertanyaan warga tersebut, salah seorang bocah memberikan jawaban terkait alasannya tak lagi bermain hp saat bersama yang lain.

"Iya bang takut dikirim ke barak militer sama gubernur Kang Dedi Mulyadi," ucapnya.

@fauzifirs udah gak pegang Hape saat main, Bocah di Pondokgede ikut instruksi Gubernur KDM #JawaBarat #DediMulyadi #KDM #pondokgede #KotaBekasi #Mabar #fypage ♬ suara asli - Fzfrsyh

Ancam Datang ke Rumah

Sebelumnya Dedi Mulyadi membuat sebuah video pendek berisi ancaman akan mendatangi rumah anak-anak yang nakal dan tidak mau nurut dengan orang tua.

Meskipun dalam konteks candaan, ia selama ini tak ragu membawa anak-anak yang dianggap tidak taat untuk mengikuti pendidikan di barak militer.

Dalam video tersebut, Dedi memberikan peringatan sekaligus ancaman akan 'menjemput' anak-anak jika masih melawan orang tua.

"Siapa yang anak-anak enggak mau mandi? Siapa yang enggak mau makan? Siapa yang enggak mau tidur? Siapa yang susah bangun? Siapa yang enggak mau ke sekolah? Siapa yang jajan terus? Awas ya kalau sampai melawan orang tuanya, enggak patuh, ingin jajan terus, susah tidur, susah bangun, susah mandi, susah makan, malas ke sekolah, awas loh Pak Gubernur nanti datang ngejemput. Ayo, mau dijemput Pak Gubernur atau nurut sama Ibu dan Bapaknya? Pak Gubernur datang lo kalau enggak nurut, dibawa nanti," ucap Dedi Mulyadi.

Kontroversi Kebijakan KDM: Kirim Anak Nakal ke Barak Militer, Benarkah Solusi Tepat?
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan negara harus memenangkan sengketa lahan SMAN 1 Bandung yang dimenangkan oleh Perkumpulan Lyceum Kristen di PTUN Bandung, dan akan melakukan banding. © 2025 Antaranews

Orang Tua Kewalahan Hadapi Anak

Dedi Mulyadi mengaku banyak mendapat keluhan dari orangtua hingga meminta menitipkan anak-anak mereka untuk ikut program pendidikan karakter ala militer yang digagasnya.

Menurutnya, laporan tersebut menjadi bukti program tersebut mendapat dukungan dari masyarakat. Menurutnya, banyak orangtua yang kini sudah kewalahan dalam menghadapi anak-anaknya yang 'sulit diatur'.

"Itu tandanya kegiatan ini mendapatkan respons positif. Artinya bahwa hari ini orangtua sudah kewalahan menghadapi anak," kata Dedi, dikutip Senin (5/5).

Program pendidikan karakter tersebut telah berjalan sejak 2 Mei 2025 di Kabupaten Purwakarta, di mana 39 siswa telah mengikuti pendidikan karakter di Barak Resimen 1 Sthira Yudha.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan pendidikan karakter ini diperuntukan untuk anak-anak berperilaku nakal dan orangtuanya tak lagi sanggup untuk mendidik. Adapun untuk anak yang melakukan aksi kriminal, Dedi mengatakan bahwa anak terkait akan dibina melalui peradilan anak.

"Kan memang teorinya begini, anak yang mengalami kenakalan kalau itu kriminal maka lewat peradilan anak, kemudian nanti lewat pembinaan, misalnya lembaga tempat penitipan anak untuk dilakukan pembinaan, itu kan yang berproses kriminal berdasarkan peradilan," ucapnya.

Pemerintah Kaji Program Bina Siswa Bermasalah di Barak Militer
Yayasan PKPA menolak kebijakan Pemprov Jabar mengirim anak bermasalah ke barak militer, menilai pendekatan tersebut tak menyelesaikan akar masalah pengasuhan dan perlindungan anak. Planet Merdeka

Bantu Orang Tua Mendidik Anak

Program pendidikan karakter bertujuan untuk membantu orangtua yang tak lagi sanggup dalam mendidik anaknya.

"Tetapi kan banyak yang tidak berproses kriminal, tapi nakalnya enggak pernah berhenti. Akhirnya mereka harus balik ke orangtuanya, pertanyaannya adalah ketika orangtuanya sudah tidak punya kesanggupan, enggak sanggup menghadapi anaknya bolos terus, enggak sanggup anaknya main game terus, motor-motoran terus, minum ciu. Kan kayak minum ciu, eksimer gak bisa dipidana," katanya.

Guna mengatasi hal tersebut, Dedi bersama para kepala daerah di Jawa Barat dan bekerja sama dengan TNI bermaksud untuk turun tangan dalam mendidik anak-anak tersebut.

"Ini kan harus ada orang yang menangani, saya termasuk dan pak bupati Purwakarta, dan bupati dan wali kota lainnya seluruh Jawa Barat sanggup menangani dengan bekerja sama dengan TNI," tandasnya.

Rekomendasi