Anjuran Khusus Sebelum Shalat Idul Adha, Disarankan untuk Menahan Diri dari Makan dan Minum

Banyak yang bertanya bolehkah makan atau minum sebelum sholat Idul Adha? Simak penjelasan lengkap mengenai anjuran tersebut di sini!

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Anjuran Khusus Sebelum Shalat Idul Adha, Disarankan untuk Menahan Diri dari Makan dan Minum
Ilustrasi Air Minum/ Pixabay (© 2025 Liputan6.com)

Setiap kali perayaan Idul Adha tiba, pertanyaan yang sama sering kali muncul di kalangan umat Islam, yaitu apakah diperbolehkan untuk makan atau sekadar minum sebelum pelaksanaan Shalat Idul Adha. Meskipun tampak sepele, praktik ini sebenarnya memiliki dasar hukum dan anjuran khusus dari Rasulullah SAW yang sering kali diabaikan.

Berbeda dengan hari raya Idul Fitri yang menganjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum shalat, pada Idul Adha, umat Islam disarankan untuk menahan diri dari makan dan minum hingga ibadah shalat selesai. Anjuran ini bukan sekadar tradisi yang diwariskan, melainkan merupakan bagian dari sunnah yang memiliki makna simbolik dan spiritual yang mendalam.

Akan tetapi, apakah larangan ini berlaku untuk semua orang? Apakah ada pengecualian bagi mereka yang tidak melakukan kurban? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari kita simak penjelasan mengenai larangan makan dan minum sebelum Shalat Idul Adha, yang dirangkum oleh Merdeka.com pada Rabu (23/4).

Anjuran Khusus Tidak Makan dan Minum Sebelum Shalat Idul Adha

Merujuk kemenag.go.id, dalam banyak sumber literatur Islam, terdapat anjuran untuk menahan diri dari makan dan minum sebelum melaksanakan Shalat Idul Adha. Hal ini dilakukan sebagai bentuk mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW yang baru menikmati daging kurban setelah pelaksanaan shalat.

Praktik ini berbeda dengan Idul Fitri, di mana disarankan untuk sarapan sebelum shalat. Oleh karena itu, anjuran untuk tidak makan pada Idul Adha menjadi ciri khas yang memiliki makna spiritual, yaitu mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk berkurban sebagai bentuk kedekatan kepada Allah SWT.

Lebih dari itu, anjuran ini juga berfungsi sebagai pembeda antara hari-hari biasa dan hari raya, yang berlandaskan semangat syariat untuk menciptakan kesadaran kolektif mengenai makna pengorbanan dan ibadah berjamaah, yang puncaknya adalah pelaksanaan kurban.

Sebagai ilustrasi, menahan diri dari makan dan minum di sini berbeda dengan puasa yang diwajibkan untuk tidak mengonsumsi apapun sepanjang hari hingga waktu berbuka. Namun, waktu ini hanya berlaku hingga selesai Shalat Idul Adha, setelah itu jemaah dapat kembali ke rumah masing-masing. Diketahui bahwa Rasulullah baru menyantap makanan dan minum setelah menyelesaikan ibadah Shalat Idul Adha.

Mengapa Tidak Boleh Makan dan Minum Sebelum Shalat Idul Adha

Ilustrasi Muslim, puasa, buka puasa
Ilustrasi Muslim, puasa, buka puasa. (Photo by RODNAE Productions from Pexels) @ 2023 merdeka.com

Salah satu alasan utama yang mendorong umat Islam untuk tidak makan dan minum sebelum melaksanakan Shalat Idul Adha adalah agar mereka dapat merasakan keistimewaan hari tersebut dengan penuh khusyuk. Hal ini juga bertujuan untuk mengarahkan perhatian sepenuhnya pada ibadah, bukan pada kebutuhan fisik.

Dengan menahan diri dari makanan dan minuman sebelum ibadah, umat Islam secara simbolis menunjukkan kesabaran serta penyerahan diri kepada Allah. Makanan baru akan dikonsumsi setelah pelaksanaan ibadah dan penyembelihan kurban, yang merupakan ungkapan syukur atas nikmat dan pengampunan yang diberikan oleh Allah SWT.

Praktik ini juga berfungsi untuk membedakan hari Idul Adha dari hari-hari biasa lainnya. Umat Muslim didorong untuk memulai perayaan dengan beribadah dan beramal, bukan dengan rutinitas duniawi yang umum. Selain itu, hal ini menumbuhkan rasa empati terhadap mereka yang menunggu daging kurban, sebagai simbol keadilan sosial.

Pendapat Ulama Tentang Tidak Boleh Makan dan Minum Sebelum Shalat Idul Adha

Menurut para ulama dari Mazhab Syafi'iyah, anjuran untuk tidak makan sebelum Shalat Idul Adha berlaku untuk semua umat Islam, baik yang berkurban maupun yang tidak. Hal ini merupakan bagian dari ittiba' atau meneladani Rasulullah SAW, serta dianggap sebagai sunnah yang kuat yang harus dilestarikan oleh umat Islam di seluruh dunia.

Di sisi lain, Mazhab Hanafiyah dan Hanabilah berpendapat bahwa anjuran tersebut lebih ditujukan kepada mereka yang akan melaksanakan ibadah kurban. Bagi mereka yang tidak melakukan kurban, tidak ada kewajiban untuk mengikuti waktu penyembelihan, sehingga diperbolehkan untuk makan sebelum pelaksanaan Shalat Idul Adha.

Meskipun terdapat perbedaan pandangan di antara mazhab-mazhab ini, semua sepakat bahwa larangan makan dan minum sebelum Shalat Idul Adha bukanlah suatu kewajiban, melainkan sekadar anjuran yang mengandung hikmah. Anjuran ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran spiritual serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Apakah Anjuran Ini Wajib atau Sunnah?

Menurut dalil-dalil dari hadits dan pendapat para ulama, anjuran untuk menahan diri dari makan dan minum sebelum Shalat Idul Adha bukanlah hukum yang wajib, melainkan sunnah muakkad. Ini berarti bahwa meskipun sangat dianjurkan, tidak berdosa jika ditinggalkan.

Dalam praktik fiqih, puasa pada hari raya termasuk Idul Adha malah dinyatakan haram secara mutlak, sehingga yang dimaksud dengan menahan makan hanyalah sementara, yakni sampai setelah pelaksanaan shalat sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah kurban. Imam Nawawi menjelaskan bahwa tidak ada kewajiban untuk berpuasa pada hari tersebut. Sebagai umat Muslim, kita disunnahkan untuk menahan makan hingga shalat selesai, sesuai dengan yang dilakukan oleh Rasulullah.

"Ini merupakan bagian dari sunnah yang diikuti oleh Rasulullah SAW," kata Imam Nawawi.

People Also Ask

1. Apakah boleh minum sebelum Shalat Idul Adha?

Boleh, namun dianjurkan untuk menahan diri hingga shalat selesai demi mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

2. Apakah larangan ini berlaku juga bagi yang tidak berkurban?

Sebagian ulama menyatakan berlaku umum, sementara lainnya menyatakan khusus bagi yang berkurban.

3. Apa tujuan tidak makan dan minum sebelum Idul Adha?

Untuk meneladani Rasulullah SAW, menjaga kekhusyukan, dan menyambut kurban dengan penuh makna.

4. Apakah menahan makan sebelum shalat termasuk puasa?

Bukan, karena tidak berniat puasa dan tidak sepanjang hari, hanya menahan sejenak sebelum shalat.

5. Apakah anjuran ini hukumnya wajib?

Tidak, hukum menahan makan dan minum ini adalah sunnah muakkad, tidak berdosa jika ditinggalkan.

Rekomendasi