Bacaan Niat Buka Puasa Idul Adha: Arab, Latin, dan Terjemahannya

Jelang Idul Adha, yuk cari tahu niat puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah, bacaan Arab, Latin, terjemahannya, serta keutamaannya dalam artikel ini.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Bacaan Niat Buka Puasa Idul Adha: Arab, Latin, dan Terjemahannya
Biar puasanya lebih semangat, ini jadwal sholat, imsakiyah, dan buka puasa hari ke-5, 21 Mei 2018. (Ilustrasi: Wikimedia Commons) (© 2025 Liputan6.com)

Idul Adha bukan sekadar tentang kurban, melainkan juga kesempatan berharga bagi umat Islam untuk mendapatkan pahala yang melimpah melalui ibadah puasa sunnah yang hanya hadir sekali dalam setahun. Dua hari sebelum perayaan, yaitu pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah, dikenal sebagai puasa Tarwiyah dan Arafah. Puasa ini bisa dimanfaatkan untuk meraih pengampunan dosa selama dua tahun.

Namun, masih banyak yang salah memahami bacaan niat dan doa berbuka yang benar dalam puasa sunnah ini. Sebagaimana kita ketahui, membacanya dengan tepat merupakan syarat untuk kesempurnaan ibadah, dan hal ini bisa menjadi penentu apakah puasa kita diterima atau tidak.

Jadi, bagaimana seharusnya bacaan niat puasa Tarwiyah dan Arafah yang benar? Selain itu, apa saja keutamaan yang bisa diraih dari puasa ini? Dan bagaimana lafal doa berbuka yang sesuai dengan sunnah? Simak informasi lengkapnya, dipersembahkan Merdeka.com untuk Anda, Selasa (22/4).

Pada tanggal 9 Dzulhijjah, umat Islam disarankan untuk melaksanakan puasa Arafah, terutama bagi mereka yang tidak menjalankan ibadah haji. Ketika waktu berbuka tiba, sangat dianjurkan untuk membaca doa yang sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW agar ibadah ini lebih bermakna secara spiritual. Berikut adalah lafal doanya:

  1. Arab: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
  2. Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthartu. Birahmatika yaa arhamar roohimiin.
  3. Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang."

Satu hari sebelum pelaksanaan puasa Arafah, umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah. Puasa ini merupakan kesempatan untuk merenungkan diri dan memperkuat niat beribadah menjelang Hari Raya Qurban. Ketika berbuka puasa Tarwiyah, doa yang dapat dibaca adalah dengan menggunakan lafaz yang sama seperti pada puasa sunnah lainnya. Berikut adalah redaksi doa yang bisa digunakan:

  1. Arab: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
  2. Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthartu. Birahmatika yaa arhamar roohimiin.
  3. Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang."

Puasa Arafah adalah ibadah yang sangat istimewa karena dapat menghapus dosa-dosa selama dua tahun, yaitu tahun yang telah berlalu dan tahun yang akan datang. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah yang diriwayatkan dalam kitab Muslim. Untuk melaksanakan ibadah ini, umat Islam perlu mengucapkan niat sebagai berikut:

  1. Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى
  2. Latin: Nawaitu shauma arafah sunnatan lillahi ta'ala
  3. Artinya: "Aku berniat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta'ala."

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada sehari sebelum Hari Arafah, yang merupakan bagian dari proses penyucian diri menjelang Hari Raya Kurban. Ibadah ini memiliki tujuan untuk meningkatkan refleksi dan memperkuat keimanan kita dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan serta memperdalam spiritualitas. Niat puasa Tarwiyah adalah sebagai berikut:

  1. Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى
  2. Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati yaumit tarwiyah lillahi ta'ala
  3. Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah esok hari karena Allah SWT."

Menjelang Idul Adha, umat Islam memiliki peluang berharga untuk melaksanakan dua puasa sunnah yang sangat dianjurkan, yaitu puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Kedua puasa ini bukan hanya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga memiliki keutamaan besar yang berdampak pada aspek spiritual, mental, dan fisik.

Berikut adalah beberapa keutamaan dari puasa sunnah Idul Adha yang penting untuk diketahui:

1. Menghapus Dosa Dua Tahun Sekaligus

Puasa Arafah memiliki keistimewaan dalam menghapus dosa selama dua tahun, yaitu tahun yang telah berlalu dan tahun yang akan datang, sebagaimana dijelaskan dalam hadis sahih riwayat Muslim. Ini menjadikannya ibadah yang sangat luar biasa dalam hal pengampunan dosa.

2. Meraih Pahala Berlipat Ganda di 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah dianggap sebagai hari-hari yang paling dicintai Allah. Berpuasa pada hari-hari ini akan memberikan pahala yang sangat besar, bahkan lebih dari berjihad di jalan Allah tanpa mempertaruhkan nyawa.

3. Meneladani Rasulullah SAW

Dengan melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah, seorang Muslim mengikuti sunnah Rasulullah yang sangat menganjurkan ibadah ini bagi umatnya yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

4. Melatih Kesabaran dan Keikhlasan Ibadah

Puasa ini menjadi sarana latihan rohani dalam menghadapi godaan dunia menjelang hari raya Idul Adha, serta melatih jiwa untuk tetap fokus dan ikhlas dalam beribadah.

5. Menjadi Bekal Spiritual Menyambut Hari Raya Kurban

Menjalankan puasa sebelum Idul Adha menjadi bekal spiritual untuk menyambut hari raya dengan hati yang bersih, penuh rasa syukur, dan siap untuk berkurban dengan penuh keimanan.

6. Meningkatkan Derajat Ketakwaan

Setiap ibadah sunnah yang dilakukan dengan niat yang tulus dan penuh kesungguhan menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan derajat ketakwaan, serta memperbaiki hubungan vertikal antara hamba dan Sang Pencipta.

7. Mendapatkan Keberkahan dan Ketentraman Jiwa

Puasa sunnah pada hari-hari mulia ini memberikan efek ketenangan batin, menjauhkan diri dari kegelisahan, dan memberikan kekuatan spiritual dalam menghadapi ujian hidup.

1. Kapan waktu terbaik membaca niat puasa Arafah dan Tarwiyah?

Malam hari sebelum fajar, tetapi bisa juga dibaca pagi hari asal belum makan/minum.

2. Apakah doa buka puasa Arafah dan Tarwiyah berbeda?

Bacaan umumnya sama seperti puasa lain, namun bisa ditambah dengan redaksi yang lebih lengkap dari hadis sahih.

3. Bolehkah puasa Arafah dilakukan oleh orang yang tidak berhaji?

Ya, justru sangat dianjurkan bagi yang tidak menunaikan ibadah haji.

4. Apa yang membatalkan puasa sunnah Idul Adha?

Sama seperti puasa lainnya: makan, minum, haid, atau hubungan suami istri di siang hari.

5. Apa manfaat puasa Tarwiyah secara spiritual?

Meningkatkan kesadaran diri, memperbanyak refleksi, dan menguatkan iman menjelang Idul Adha.

Rekomendasi