33 Pantangan Makanan Darah Tinggi yang Perlu Diperhatikan untuk Hidup Lebih Sehat

Berikut daftar pantangan makanan darah tinggi yang perlu diperhatikan.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
33 Pantangan Makanan Darah Tinggi yang Perlu Diperhatikan untuk Hidup Lebih Sehat
Ilustrasi Makanan Ultra Proses (© 2023 merdeka.com)

Hipertensi terjadi ketika tekanan darah dalam pembuluh arteri meningkat secara konsisten di atas nilai normal. Secara umum, seseorang didiagnosis hipertensi jika tekanan darahnya melebihi 140/90 mmHg.

Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan organ-organ vital seperti jantung, otak, dan ginjal jika tidak ditangani dengan baik.

Pengaturan pola makan memegang peranan krusial dalam manajemen hipertensi. Asupan nutrisi yang tepat dapat membantu menurunkan dan menstabilkan tekanan darah, sementara konsumsi makanan yang tidak sesuai justru dapat memperburuk kondisi.

Oleh karena itu, memahami pantangan makanan darah tinggi menjadi langkah awal yang penting bagi penderita hipertensi untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

Apa saja daftar pantangan makanan darah tinggi yang perlu diperhatikan? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (11/3), simak ulasan informasinya berikut ini.

Daftar Pantangan Makanan Darah Tinggi

Berikut adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari atau dibatasi konsumsinya oleh penderita hipertensi:

1. Makanan Tinggi Garam (Natrium)

Garam atau natrium merupakan musuh utama bagi penderita hipertensi. Konsumsi garam berlebihan dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh, yang pada gilirannya meningkatkan volume darah dan tekanan pada dinding pembuluh darah. American Heart Association merekomendasikan asupan natrium tidak lebih dari 1.500 mg per hari bagi penderita hipertensi.

Beberapa contoh makanan tinggi natrium yang perlu diwaspadai:

  1. Makanan olahan dan kemasan
  2. Makanan kaleng
  3. Makanan cepat saji
  4. Acar dan makanan yang diawetkan
  5. Saus dan kecap
  6. Keripik dan makanan ringan

Untuk mengurangi asupan garam, cobalah menggunakan bumbu-bumbu alami seperti bawang putih, jahe, atau rempah-rempah lainnya untuk menambah cita rasa makanan. Selalu periksa label nutrisi pada produk makanan kemasan dan pilih opsi rendah natrium.

2. Makanan Tinggi Lemak Jenuh dan Trans

Lemak jenuh dan trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, yang berkontribusi pada penumpukan plak di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Penderita hipertensi disarankan untuk membatasi konsumsi lemak jenuh tidak lebih dari 5-6% dari total kalori harian.

Makanan yang perlu dihindari atau dibatasi:

  1. Daging merah berlemak
  2. Kulit ayam
  3. Produk susu full cream
  4. Mentega dan margarin
  5. Makanan yang digoreng
  6. Kue dan pastry

Sebagai alternatif, pilihlah sumber protein rendah lemak seperti ikan, dada ayam tanpa kulit, atau kacang-kacangan. Gunakan minyak sehat seperti minyak zaitun atau minyak kanola untuk memasak.

3. Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko diabetes, yang keduanya berkaitan erat dengan hipertensi. Selain itu, asupan gula tinggi juga dapat menyebabkan lonjakan insulin yang memicu peningkatan denyut jantung dan tekanan darah.

Beberapa sumber gula yang perlu dibatasi:

  1. Minuman manis dan bersoda
  2. Permen dan cokelat
  3. Kue dan biskuit
  4. Es krim
  5. Sereal manis

Gantilah makanan manis dengan buah-buahan segar sebagai camilan sehat. Jika ingin menambahkan pemanis, gunakan alternatif alami seperti stevia dalam jumlah terbatas.

4. Minuman Berkafein

Kafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara, terutama pada orang yang sensitif. Meskipun efeknya bervariasi pada setiap individu, penderita hipertensi disarankan untuk membatasi konsumsi kafein.

Minuman berkafein yang perlu dibatasi:

  1. Kopi
  2. Teh hitam
  3. Minuman energi
  4. Soda yang mengandung kafein

Sebagai alternatif, cobalah minum teh herbal atau air infused dengan potongan buah untuk mendapatkan minuman yang menyegarkan tanpa efek samping kafein.

5. Alkohol

Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan mengurangi efektivitas obat antihipertensi. American Heart Association merekomendasikan pembatasan konsumsi alkohol tidak lebih dari satu gelas per hari untuk wanita dan dua gelas per hari untuk pria.

Jenis minuman beralkohol yang perlu dihindari atau sangat dibatasi:

  1. Bir
  2. Anggur
  3. Minuman keras

Jika Anda memilih untuk mengonsumsi alkohol, lakukanlah dengan sangat moderat dan konsultasikan dengan dokter mengenai batas aman konsumsi alkohol sesuai kondisi kesehatan Anda.

Tips Menjalani Pola Makan Sehat untuk Penderita Hipertensi

Selain menghindari pantangan makanan darah tinggi, berikut adalah beberapa tips praktis untuk menjalani pola makan yang lebih sehat:

1. Terapkan Diet DASH

DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) adalah pola makan yang dirancang khusus untuk menurunkan tekanan darah. Diet ini menekankan konsumsi:

  1. Buah-buahan dan sayuran
  2. Biji-bijian utuh
  3. Produk susu rendah lemak
  4. Daging tanpa lemak
  5. Kacang-kacangan dan biji-bijian

Diet DASH telah terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah, bahkan tanpa pengurangan berat badan atau pembatasan natrium.

2. Tingkatkan Konsumsi Kalium

Kalium dapat membantu menyeimbangkan efek natrium dan menurunkan tekanan darah. Sumber kalium yang baik meliputi:

  1. Pisang
  2. Kentang
  3. Kacang-kacangan
  4. Sayuran hijau
  5. Alpukat

Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan asupan kalium, terutama jika Anda memiliki masalah ginjal.

3. Batasi Ukuran Porsi

Makan dalam porsi yang lebih kecil namun lebih sering dapat membantu mengendalikan tekanan darah dan berat badan. Gunakan piring yang lebih kecil dan perhatikan ukuran porsi saat makan di luar rumah.

4. Masak Sendiri

Dengan memasak sendiri, Anda dapat mengontrol bahan-bahan yang digunakan dan mengurangi penggunaan garam dan lemak. Eksperimen dengan berbagai rempah dan bumbu untuk menambah cita rasa tanpa menambahkan garam.

5. Baca Label Nutrisi

Selalu periksa label nutrisi saat berbelanja makanan. Perhatikan kandungan natrium, lemak jenuh, dan gula. Pilih produk dengan label “rendah natrium” atau “tanpa garam tambahan”.

Rekomendasi