Kondisi Pope Francis Usai Dilarikan ke Rumah Sakit, Didiagnosis Pneumonia Bilateral

Paus Fransiskus didiagnosis pneumonia bilateral hingga menjalani perawatan intensif di Roma, sementara agenda Vatikan dibatalkan.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Kondisi Pope Francis Usai Dilarikan ke Rumah Sakit, Didiagnosis Pneumonia Bilateral
  (© 2025 Liputan6.com)

Paus Fransiskus, yang merupakan pemimpin tertinggi Gereja Katolik dan kini berusia 88 tahun, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Gemelli, Roma. Beliau didiagnosis menderita pneumonia bilateral, yang tentunya menambah kekhawatiran mengenai kesehatan beliau, terutama mengingat adanya riwayat masalah pernapasan yang pernah dialaminya. Menanggapi kondisi ini, Vatikan telah mengumumkan bahwa semua agenda publik Paus hingga Minggu depan telah dibatalkan untuk memberikan fokus penuh pada pemulihan kesehatannya.

Sebelumnya, pada Jumat lalu, Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit akibat infeksi saluran pernapasan yang telah berlangsung lebih dari seminggu. Meskipun dalam perawatan, kondisi beliau tetap terlihat baik, di mana beliau menghabiskan waktu dengan membaca, beristirahat, dan berdoa. Dalam kesempatan tersebut, Paus juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua orang yang telah mendoakannya dan meminta mereka untuk terus mendoakan kesembuhannya.

Awalnya, infeksi saluran pernapasan yang diderita Paus Fransiskus didiagnosis sebagai bronkitis. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk CT scan dada, terungkap bahwa beliau mengalami pneumonia bilateral yang memerlukan tambahan terapi obat. Kondisi klinis Paus Fransiskus saat ini digambarkan sebagai "kompleks", dan tim medis Vatikan terus memantau serta menyesuaikan pengobatan sesuai dengan kebutuhan yang ada.

1. Awal Mula Infeksi dan Penanganan Pertama

Paus Fransiskus mulai merasakan gejala infeksi saluran pernapasan lebih dari seminggu sebelum ia dirawat di Rumah Sakit Gemelli yang terletak di Roma. Gejala yang muncul di awal, seperti batuk dan kesulitan bernapas, awalnya dianggap sebagai bronkitis biasa. Meskipun dalam kondisi kurang baik, Paus berusaha untuk tetap melaksanakan tugas-tugasnya. Namun, dalam beberapa kesempatan, ia terpaksa mendelegasikan pembacaan pidato kepada pejabat lain karena kondisinya yang tidak memungkinkan.

Pada hari Jumat, kondisi Paus memburuk dan ia akhirnya dilarikan ke rumah sakit setelah gejalanya tak kunjung membaik. Tim medis di rumah sakit segera melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk tes laboratorium dan rontgen dada, untuk mencari tahu penyebab dari gejala yang dialaminya. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa ia mengalami infeksi saluran pernapasan. Selanjutnya, Paus memulai terapi antibiotik dan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan yang terjadi.

Walaupun menjalani perawatan intensif, Paus Fransiskus tetap berusaha untuk menjaga semangatnya. Ia menghabiskan waktu dengan membaca, berdoa, dan bahkan sempat berkomunikasi dengan umatnya melalui panggilan telepon. Dukungan serta doa dari berbagai penjuru dunia terus mengalir, memberikan semangat tambahan untuk pemulihan beliau.

2. Diagnosis Pneumonia Bilateral dan Penyesuaian Terapi

Setelah beberapa hari mendapatkan perawatan, tidak ada perubahan signifikan dalam kondisi Paus Fransiskus. Oleh karena itu, tim medis memutuskan untuk melaksanakan CT scan dada lanjutan pada Senin sore. Hasil dari pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya pneumonia bilateral, yang merupakan infeksi pada kedua paru-paru, dan memerlukan penanganan yang lebih intensif.

Menanggapi hasil temuan ini, Vatikan merilis pernyataan resmi yang menyatakan bahwa "Pemindaian CT dada lanjutan yang dilakukan oleh Bapa Suci sore ini... menunjukkan timbulnya pneumonia bilateral, yang memerlukan terapi obat tambahan." Dengan adanya diagnosis baru ini, tim medis segera menyesuaikan rencana pengobatan, termasuk pemberian antibiotik spektrum luas serta obat-obatan lain yang diperlukan untuk mengatasi infeksi yang terjadi.

Selain melakukan penyesuaian dalam terapi, tim medis juga meningkatkan intensitas pemantauan terhadap kondisi Paus. Mengingat usia beliau yang lanjut serta riwayat kesehatan yang pernah mengharuskan pengangkatan sebagian paru-paru di usia 21 tahun karena pleuritis, kondisi ini membuat beliau lebih rentan terhadap infeksi paru-paru. Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan tepat sangatlah penting untuk menjaga kesehatan Paus Fransiskus.

3. Pembatalan Agenda Publik dan Fokus pada Pemulihan

Dalam situasi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus, Vatikan telah memutuskan untuk membatalkan semua kegiatan publik Paus Fransiskus hingga akhir pekan mendatang. Pembatalan ini mencakup audiensi mingguan yang biasanya dilaksanakan di Lapangan Santo Petrus, serta berbagai acara lainnya yang telah direncanakan sebelumnya. Keputusan ini diambil demi memastikan Paus mendapatkan waktu yang cukup untuk beristirahat dan memulihkan kesehatannya.

Salah satu acara yang sangat penting yang dibatalkan adalah audiensi khusus yang dijadwalkan pada hari Sabtu mendatang, yang merupakan bagian dari perayaan Tahun Suci Katolik 2025. Selain itu, Misa yang direncanakan pada hari Minggu juga akan dipimpin oleh pejabat lain, sementara Paus akan fokus pada pemulihan kesehatannya. Vatikan menegaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan untuk memastikan bahwa Paus dapat kembali melaksanakan tugas-tugasnya dengan kondisi yang lebih baik.

Meskipun agenda publik dibatalkan, Paus Fransiskus tetap berusaha menjaga komunikasi dengan umatnya. Beliau menyampaikan rasa terima kasih atas doa dan dukungan yang diterima, serta meminta umat untuk terus mendoakannya. Paus juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan mengikuti anjuran medis, terutama di masa-masa yang penuh tantangan ini.

4. Dukungan dan Doa dari Seluruh Dunia

Paus Fransiskus adalah figur yang sangat dihormati dan dicintai oleh umat Katolik di seluruh dunia. Oleh karena itu, berita mengenai kondisi kesehatannya segera memicu gelombang doa serta dukungan dari berbagai kalangan. Umat Katolik dari berbagai negara, termasuk pemimpin agama dan tokoh masyarakat, menyampaikan harapan agar Paus segera pulih dan kembali melaksanakan tugasnya di Vatikan.

Pastor Tyler Carter, seorang imam Katolik dari Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa kesehatan Paus sangat penting bagi seluruh umat Katolik. Di Italia, para peziarah yang mengunjungi Lapangan Santo Petrus juga mengungkapkan kekhawatiran mereka. Manuel Rossi, seorang wisatawan asal Milan, mengatakan bahwa dirinya merasa sangat dekat dengan Paus Fransiskus dan berharap beliau segera sembuh.

Selain itu, banyak umat Katolik yang mengadakan misa khusus dan doa bersama untuk kesembuhan Paus. Di berbagai gereja di Eropa dan Amerika Latin, para jemaat berkumpul untuk memanjatkan doa, menunjukkan besarnya rasa solidaritas terhadap pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut. Vatikan juga mengonfirmasi bahwa Paus sangat tersentuh oleh banyaknya pesan dukungan yang diterimanya selama menjalani perawatan.

5. Harapan Pemulihan dan Langkah Selanjutnya

Meskipun situasi kesehatan Paus Fransiskus masih cukup rumit, pihak Vatikan menegaskan bahwa tim medis sedang melakukan pemantauan yang intensif dan berusaha memberikan perawatan yang terbaik. Saat ini, kondisi beliau terlihat stabil dan tidak mengalami demam, meskipun tingkat energi serta daya tahan tubuhnya masih dalam proses pemulihan.

Dokter yang merawat Paus menyatakan bahwa pneumonia bilateral yang diderita beliau memerlukan waktu pemulihan yang tidak sebentar. Mengingat usia beliau yang sudah lanjut dan riwayat kesehatan yang membuatnya lebih rentan terhadap infeksi paru, langkah-langkah pemulihan harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Vatikan belum memberikan informasi mengenai kapan Paus dapat kembali melaksanakan tugasnya secara penuh, namun yang terpenting saat ini adalah memastikan bahwa beliau benar-benar pulih sebelum kembali menjalankan aktivitas kepausan. Umat Katolik di seluruh dunia terus menantikan berita baik tentang kesehatan Paus, sembari mengirimkan doa dan harapan agar pemimpin spiritual mereka segera pulih dan kembali dalam keadaan sehat.

People Also Ask

1. Apa penyakit yang diderita Paus Fransiskus saat ini?

Paus Fransiskus didiagnosis menderita pneumonia bilateral, yaitu infeksi paru-paru yang terjadi di kedua sisi paru-paru.

2. Sejak kapan Paus Fransiskus mengalami infeksi pernapasan?

Beliau telah mengalami gejala infeksi saluran pernapasan selama lebih dari satu minggu sebelum akhirnya dirawat di Rumah Sakit Gemelli, Roma.

3. Apakah kondisi Paus Fransiskus membaik?

Meskipun kondisi beliau masih tergolong kompleks, Vatikan menyatakan bahwa Paus dalam keadaan stabil dan terus menerima perawatan intensif.

4. Apakah agenda publik Paus Fransiskus dibatalkan?

Ya, seluruh agenda publik Paus, termasuk audiensi mingguan dan misa khusus, telah dibatalkan hingga Minggu mendatang untuk memastikan beliau mendapatkan istirahat yang cukup.

5. Apa yang menyebabkan Paus lebih rentan terhadap infeksi paru-paru?

Paus pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru akibat pleuritis saat masih muda, yang membuatnya lebih rentan terhadap infeksi pernapasan.

6. Bagaimana respons umat Katolik terhadap kondisi Paus?

Umat Katolik di seluruh dunia menunjukkan solidaritas dan kepedulian dengan mengadakan doa bersama serta mengirimkan pesan dukungan untuk kesembuhan Paus.

Rekomendasi