Ban Pecah Picu Casa TNI AL Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin

Ban kanan pecah saat pesawat mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Ban Pecah Picu Casa TNI AL Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin
Pesawat TNI AL tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin

TNI Angkatan Laut angkat bicara terkait insiden tergelincirnya pesawat angkut Casa jenis NC 212-200 Aviacor dari Skuadron Udara 600 Wing Udara 2 Puspenerbal di Landasan Pacu Utara Selatan atau Runway 03-21 Bandara Sultan Hasanuddin Maros.

Dinas Penerangan Puspenerbal menyebut pesawat Casa tersebut tergelincir akibat mengalami R/H Main Tyre Flat atay ban utama sebelah kanan mengalami kempis/pecah.

Kepala Dinas Penerangan Puspenerbal Letkol Eko Hadi Setyawan menjelaskan pesawat Casa mengalami kendala teknis saat akan melakukan pendaratan di Runway 03-21 pada pukul 11.21 Wita, Selasa (25/8). Eko menyebut saat mendarat tersebut ban utama sebelah kanan mengalami kempis/pecah.

"Pesawat melangsungkan pendaratan di Runway 03 Bandara Sultan Hasanuddin. Sesaat setelah menyentuh landasan dan melakukan landing roll, ban utama sebelah kanan mengalami kempis/pecah (R/H Main Tyre Flat)," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (26/8).

Eko menyebut kondisi ban tersebut menyebabkan pesawat mengalami pergerakan menyimpang ke arah kanan. Akibatnya, pesawat tersebut keluar dari tepi landasan sejauh kurang lebih 26,2 meter.

"Merespons kondisi darurat, awak pesawat yang dipimpin oleh Kapten Laut (P) Galih bersama Kapten Laut (P) Nova dan Letda Laut (P) Rendy langsung menjalankan Standar keselamatan berupa emergency cut engine sesuai SOP untuk meminimalkan risiko lebih lanjut," kata Eko.

Eko menyebut tiga kru dalam pesawat dalam kondisi selamat tanpa cedera. Ia mengatakan saat ini pemeriksaan teknis masih berlangsung.

"Tim di lapangan telah mengamankan lokasi, serta berkoordinasi dengan Lanud Sultan Hasanuddin dan pengelola bandara, serta melakukan penggantian ban hingga mengevakuasi pesawat ke Apron Lanud Hasanuddin," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, PGSBranch Communicatio & CSR Departement Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Hasanuddin Taufan Yudhistira mengatakan saat ini petugas bandara sudah melakukan penanganan terhadap pesawat angkut Cessna yang tergelincir di landasan pacu utara selatan atau Runway 03-21. Taufan memastikan akibat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

"Berdasarkan informasi dilapangan yg kami terima tidak ada korban jiwa ataupun luka. Jadi seluruh penumpang itu sudah dilakukan evakuasi oleh petugas atau personil langsung diserahkan kepada entitas yang terlihat (TNI)," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Selasa (25/8).

Taufan menjelaskan kronologi kejadian berawal saat PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Hasanuddin menerima laporan dari Air Traffic Control (ATC) terkait tergelincirnya pesawat Cassa milik TNI di landasan pacu 03-21. Taufan menyebut saat itu pesawat angkut milik TNI tersebut sedang mendarat dan akhirnya keluar runway.

"Kami dari Bandara mendapatakan informasi dari tower (ATC). Jadi begitu tower menginformasikan kepada petugas di bandara dan langsung ke lokasi kejadian serta langsung melakukan penanganan," tuturnya.

Taufan menambahkan lokasi kejadian tergelincirnya pesawat Cassa milik TNI tersebut berbeda lokasi dengan kejadian Sukhoi SU-30 MK2. Ia menjelaskan Bandara Sultan Hasanuddin memiliki dua landasan pacu yakni Utara Selatan atau Runway 03-21 dan Timur Barat atau Runway 13-31.

"Jadi kejadian yang kemarin (tergelincirnya Sukhoi SU-30 MK2) di runway yang berbeda. Kejadian yang kemarin di Runway 13-31, dan yang hari ini (Runway) 03-21," sebutnya.

Meski dalam dua hari terakhir terjadi pesawat tergelincir, Taufan menegaskan operasional penerbangan tidak terganggu.

"Karena semua runway bisa beroperasi, penerbangan normal. Operaisonal bandara juga normal. Semuanya normal," pungkasnya.

Caption: Evakuasi pesawat angkut milik TNI yang tergelincir di landasan pacu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Rekomendasi