Dibangun Abad 9 buat para Dewa lalu Runtuh, Begini Indahnya Penampakan Candi Prambanan Secara Utuh Versi AI

Penampakan Candi Prambanan menurut penggambaran AI.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
Dibangun Abad 9 buat para Dewa lalu Runtuh, Begini Indahnya Penampakan Candi Prambanan Secara Utuh Versi AI
Dibangun Abad 9 buat para Dewa lalu Runtuh, Begini Indahnya Penampakan Candi Prambanan Secara Utuh Versi AI (Instagram @ainusantara)

Candi Prambanan adalah salah satu candi Hindu terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Selain memiliki bangunan yang eksotik, sejarah yang ada di baliknya juga menjadi daya tarik banyak orang.

Namun, keterbatasan alat dan rumitnya proses pemugaran membuat formasi utuh Candi Prambanan sulit untuk diwujudkan. Tak cukup satu atau dua tahun, dibutuhkan 222 tahun agar komplek Candi Prambanan bisa kembali seperti semula.

Tapi dengan berkembangnya teknologi Artificial Intelligence (AI), kini Candi Prambanan bisa kita ketahui kondisi aslinya. Seperti dalam video unggahan akun Instagram @ainusantara beberapa waktu lalu yang menampilkan gambaran Candi Prambanan hasil karya AI.

Seperti apa penampakan Candi Prambanan sebelum runtuh menurut AI? Simak informasi berikut ini.

Dibangun Abad 9 buat para Dewa lalu Runtuh, Begini Indahnya Penampakan Candi Prambanan Secara Utuh Versi AI
Dibangun Abad 9 buat para Dewa lalu Runtuh, Begini Indahnya Penampakan Candi Prambanan Secara Utuh Versi AI Instagram @ainusantara

Profil Candi Prambanan

Candi Prambanan yang juga dikenal dengan Candi Roro Jonggrang, adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi.

Candi ini terletak di di kecamatan Prambanan Desa Bokoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semaranag, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi ini masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara.

Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil.

Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.

Sejarah Candi Prambanan

Menurut prasasti Siwagrha, bangunan ini pertama kali dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan dan secara berkelanjutan disempurnakan dan diperluas oleh Raja Lokapala dan raja Balitung Maha Sambu.

Berdasarkan prasati Siwagrha berangka tahun 856 M, bangunan suci ini dibangun untuk memuliakan dewa Siwa, dan nama asli bangunan ini dalam bahasa Sanskerta adalah Siwagrha (Sanskerta:Shiva-grha yang berarti: ‘Rumah Siwa’) atau Siwalaya (Sanskerta:Shiva-laya yang berarti: ‘Ranah Siwa’ atau ‘Alam Siwa’).

Candi ini awalnya dibuat untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah.

Namun di Garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam sebuah arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.

Runtuhnya Candi Prambanan

Pada tahun 930-an, ibu kota kerajaan berpindah ke Jawa Timur oleh Mpu Sendok, yang mendirikan Wangsa Isyana. Belum diketahui pasti penyebab kepindahan pusat kekuasaan ini.

Akan tetapi sangat mungkin disebabkan oleh letusan hebat Gunung Merapi yang menjulang sekitar 20 kilometer di utara candi Prambanan. Kemungkinan penyebab lainnya adalah peperangan dan perebutan kekuasaan.

Setelah perpindahan ibu kota, candi Prambanan mulai telantar dan tidak terawat, sehingga pelan-pelan candi ini mulai rusak dan runtuh.

Bangunan candi ini diduga benar-benar runtuh akibat gempa bumi hebat pada abad ke-16. Meskipun tidak lagi menjadi pusat keagamaan dan ibadah umat Hindu, candi ini masih dikenali dan diketahui keberadaannya oleh warga Jawa yang menghuni desa sekitar.

Candi-candi serta arca Durga dalam bangunan utama candi ini mengilhami dongeng rakyat Jawa yaitu legenda Rara Jonggrang.

Setelah perpecahan Kesultanan Mataram pada tahun 1755, reruntuhan candi dan sungai Opak di dekatnya menjadi tanda pembatas antara wilayah Kesultanan Yogyakarta dan kasunanan Surakarta (Solo).

Pada tahun 1733, candi ini ditemukan oleh CA. Lons seorang berkebangsaan Belanda. Candi ini menarik perhatian dunia ketika pada masa pendudukan Britania atas Jawa. Meski sempat diperintahkan untuk penyelidikan lebih lanjut oleh Thomas Stamford Raffles, reruntuhan candi ini tetap telantar hingga berpuluh-puluh tahun.

Pemugaran dimulai pada tahun 1918, akan tetapi upaya serius yang sesungguhnya dimulai pada tahun 1930-an.

Hingga tahun 1941, pemugaran dilakukan oleh para arkeolog Belanda. Namun di tahun 1942, diserahkan kepemimpinan renovasi itu kepada putra Indonesia dan itu berlanjut hingga tahun 1993.

Dibangun Abad 9 buat para Dewa lalu Runtuh, Begini Indahnya Penampakan Candi Prambanan Secara Utuh Versi AI
Dibangun Abad 9 buat para Dewa lalu Runtuh, Begini Indahnya Penampakan Candi Prambanan Secara Utuh Versi AI Instagram @ainusantara

Penampakan Candi Prambanan Versi AI

Pesona Candi Prambanan saat ini tampaknya tak jauh berbeda dengan di masa lalu. Menurut penggambaran AI, Candi Prambanan berdiri di sebuah komplek yang cukup luas.

Tampak ada banyak sekali candi berbentuk runcing dengan berbagai ukuran. Candi tersebut berdiri di atas tanah lapang dengan sangat rapi.

Terlihat Candi Siwa dengan megah berdiri di atas candi lain di sekitarnya. Menurut informasi, Candi Siwa adalah candi utama adalah bangunan terbesar sekaligus tertinggi di kompleks candi Rara Jonggrang, berukuran tinggi 47 meter dan lebar 34 meter.

Selain itu terdapat pula Candi Wishnu yang terletak di sisi utara dan Candi Brahma, yang terletak di sisi selatan. Kedua candi ini menghadap ke timur dan hanya terdapat satu ruang, yang dipersembahkan untuk dewa-dewa ini.

Selain tiga candi utama tersebut, terdapat tiga candi yang lebih kecil daripada candi Brahma dan Wishnu yang dipersembahkan kepada kendaraan atau wahana dewa-dewa ini; sang lembu Nandi wahana Siwa, sang Angsa wahana Brahma, dan sang Garuda wahana Wisnu. Candi-candi wahana ini terletak tepat di depan dewa penunggangnya.

Rekomendasi