Kronologi Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi, Melibatkan 6 Kendaraan

Kecelakaan maut di Gerbang Tol Ciawi menewaskan 8 orang. Truk rem blong tabrak 6 kendaraan, dan tiga di antaranya terbakar.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Kronologi Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi, Melibatkan 6 Kendaraan
Ilustrasi Kecelakaan beruntun (Istimewa) (© 2025 Liputan6.com)

Tragedi melanda Gerbang Tol (GT) Ciawi, Kota Bogor, Jawa Barat, pada malam Selasa (4/2/2025). Kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan, termasuk sebuah truk tronton yang mengangkut galon, mengakibatkan delapan orang kehilangan nyawa dan sebelas lainnya mengalami cedera. Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan di jalan tol yang diduga disebabkan oleh rem blong.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Eko Prasetyo, menginformasikan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. "Yang meninggal dunia delapan dan luka-luka 11, terakhir barusan," kata Eko, dikutip dari ANTARA. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi untuk mendapatkan perawatan medis.

Selain mengakibatkan korban jiwa, insiden ini juga menyebabkan tiga kendaraan terbakar habis, sedangkan tiga kendaraan lainnya mengalami kerusakan yang cukup parah. Proses evakuasi korban dan kendaraan berlangsung hingga dini hari. Untuk kelancaran penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, sebagian gerbang tol terpaksa ditutup sementara.

Insiden kecelakaan terjadi ketika sebuah truk tronton yang mengangkut galon melaju dari Ciawi menuju Jakarta di jalan Tol Bogor-Jakarta. Saat truk tersebut mendekati Gerbang Tol Ciawi 2, diduga terjadi masalah pada sistem remnya, yang menyebabkan rem tidak berfungsi dengan baik.

"Diduga kendaraan tersebut mengalami gagal fungsi rem (rem blong) sehingga menabrak rangkaian kendaraan yang sedang melakukan transaksi (pembayaran e-tol)," ujar Kombes Eko Prasetyo. Akibatnya, tabrakan beruntun pun terjadi, menimpa kendaraan yang sedang mengantre di gerbang tol.

Truk yang kehilangan kendali itu langsung menghantam beberapa mobil yang sedang berhenti untuk membayar tol. Akibat benturan yang sangat keras, sejumlah kendaraan mengalami kerusakan yang parah, bahkan tiga di antaranya terbakar. Petugas tol yang berada di lokasi kejadian segera melaporkan insiden tersebut dan melakukan evakuasi terhadap para korban yang terlibat dalam kecelakaan ini.

Berdasarkan informasi awal yang dikumpulkan oleh pihak kepolisian, kecelakaan tersebut mengakibatkan delapan orang kehilangan nyawa, sementara sebelas orang lainnya mengalami cedera dengan beragam tingkat keparahan. Semua korban, baik yang meninggal maupun yang terluka, segera dibawa ke RSUD Ciawi untuk mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.

Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, Kompol Yudiono, menegaskan bahwa total korban dalam kecelakaan ini mencapai 19 orang, di mana delapan di antaranya meninggal dunia dan sebelas lainnya mengalami luka-luka.

Selain menimbulkan korban jiwa, insiden ini juga berdampak pada kerusakan infrastruktur, khususnya di gerbang tol, di mana dua dari enam gardu tol mengalami kerusakan akibat benturan keras dari kendaraan yang terlibat. Hingga pagi hari, petugas masih melakukan proses pembersihan terhadap sisa-sisa kendaraan yang terbakar.

Setelah kecelakaan terjadi, petugas kepolisian dan tim evakuasi langsung bergerak untuk memberikan pertolongan kepada para korban serta mengamankan area kejadian. Jasa Marga, sebagai pengelola jalan tol, menyampaikan bahwa beberapa gardu tol terpaksa ditutup untuk keperluan evakuasi.

Pada pagi hari Rabu, sebagian gerbang tol sudah dibuka kembali agar arus lalu lintas dapat berjalan meskipun ada beberapa gardu yang masih dalam tahap perbaikan. Pengguna jalan diingatkan untuk tetap berhati-hati dan mematuhi instruksi dari petugas yang berada di lapangan.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab utama dari kecelakaan yang terjadi. Saat ini, dugaan sementara menunjukkan bahwa rem truk mengalami masalah, sehingga kendaraan tidak dapat dikendalikan saat mendekati gerbang tol.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat, pihak kepolisian tidak hanya memeriksa sopir truk dan saksi mata, tetapi juga akan melakukan penyelidikan mendalam terhadap kondisi kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut.

Pemeriksaan lebih lanjut sangat penting untuk memastikan apakah truk tersebut mengalami gangguan teknis atau jika ada faktor lain yang turut berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan ini.

Setelah proses evakuasi selesai, lalu lintas di sekitar Gerbang Tol Ciawi mulai menunjukkan tanda-tanda normalisasi. Meskipun demikian, pengendara diimbau untuk tetap waspada karena dua gardu tol masih dalam tahap perbaikan. Jasa Marga memberikan informasi bahwa pengguna jalan disarankan untuk memanfaatkan gardu yang masih beroperasi guna menghindari antrean yang panjang.

Pihak berwenang juga mengingatkan agar para pengguna jalan lebih berhati-hati, terutama bagi pengendara kendaraan berat yang membawa muatan besar. Upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa terus dilakukan, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi kendaraan sebelum memasuki jalan tol.

1. Apa penyebab utama kecelakaan di Gerbang Tol Ciawi?

Dugaan awal menunjukkan bahwa kecelakaan disebabkan oleh rem blong pada truk tronton yang mengangkut galon.

2. Berapa jumlah korban akibat kecelakaan ini?

Sebanyak delapan orang meninggal dunia dan sebelas orang mengalami luka-luka.

3. Apakah gerbang tol sudah kembali dibuka?

Sebagian gerbang tol telah dibuka, namun dua gardu masih dalam perbaikan akibat kerusakan dari kecelakaan.

Rekomendasi