Doa Buddha untuk Keselamatan, Ketenangan & Kebijaksanaan

Berikut kumpulan doa Buddha untuk keselamatan, ketenangan dan kebijaksanaan.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Doa Buddha untuk Keselamatan, Ketenangan & Kebijaksanaan
Candi Borobudur Dibangun Berdasarkan Ilmu Astronomi, Ini Buktinya (© Instagram/Borobudur Meditation)

Doa Buddha mengacu pada praktik spiritual dalam Budhhisme. Di mana para pengikut Budhhisme berkomunikasi dengan alam semesta, memohon bimbingan, keselamatan, ketenangan dan kebijaksanaan dengan melibatkan Buddha, bodhisattva atau arahant.

Dalam Budhhisme, doa tidak dipahami sebagai permohonan kepada kekuatan ilahi atau entitas yang lebih tinggi. Doa Buddha dianggap sebagai alat untuk mengembangkan kebijaksanaan, ketenangan dan mencapai pencerahan.

Tujuan utama dari doa Buddha yaitu membantu pengikutnya dalam mengembangkan pikiran jernih, kedamaian batin dan belas kasih. Selain itu, doa Buddha juga bertujuan sebagai pengingat atas kualitas-kualitas positif yang ingin dikembangkan.

Lantas bagaimana kumpulan doa Buddha untuk keselamatan, ketenangan dan kebijaksanaan? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (27/8), simak ulasan informasinya berikut ini.

Candi Borobudur Dibangun Berdasarkan Ilmu Astronomi, Ini Buktinya
Candi Borobudur Dibangun Berdasarkan Ilmu Astronomi, Ini Buktinya © Instagram/Borobudur Meditation

Doa Buddha Paritta Namaskara Gatha

Namaskara Gatha merupakan syair yang diucapkan saat umat Buddha melakukan sujud kepada Buddha Dhamma dan Sangha. Setiap berdoa di depan altar, umat Buddha wajib bersujud atau bernamaskara.

Sebelum bersujud atau bernamaskara, wajib untuk mengucapkan kalimat Namaskara Gatha.

Kata 'Namaskara' sendiri berarti menghormat dengan cara bersujud dengan membentuk lima titik di lantai. Sementara itu, kata 'Gatha' berarti syair.

Sehingga, Namaskara Gatha memiliki arti syair yang dibacakan saat hendak melakukan penghormatan dengan cara bersujud.

Adapun doa Buddha Namaskara Gatha adalah sebagai berikut:

ARAHANG SAMMASAMBUDDHO BHAGAVA, BUDDHANG BHAGAVANTANG ABHIVADEMI (Sujud 1 x)

Artinya:

"Bhagava Yang Maha Suci Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna, Aku bersujud kepada Buddha, Sang Bhagava."

SVAKKHATO BHAGAVATA DHAMMO, DHAMMANG NAMASSAMI (Sujud 1 x)

Artinya:

"Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Bhagava, Aku bersujud kepada Dhamma."

SUPATIPANNO BHAGAVATO SAVAKASANGHO, SANGHANG NAMAMI (Sujud 1 x)

Artinya:

"Sangha Siswa Bhagava telah bertindak sempurna, Aku bersujud kepada Sangha."

Doa Buddha Pattumodana Paritta (Doa Keselamatan)

Pattumodana Paritta dikenal juga dengan sebutan 'Pattanumodana', Patti Anumodana atau 'Doa Keselamatan'. Doa Buddha ini merupakan salah satu paritta yang juga sering dibacakan oleh umat agama Buddha. Khususnya dalam memohon perlindungan untuk keselamatan.

Adapun doa Buddha Pattumodana Paritta adalah sebagai berikut:

Sabbavamanggala mupaddava dunnimitam

Sabbitiroga gahadosa masesa ninda

Sabbantaraya bhaya dussipinam akantam

Buddhanubhava pavarena payatu nasam

Sabbavamanggala mupaddava dunnimitam

Sabbitiroga gahadosa masesa ninda

Sabbantaraya bhaya dussipinam akantam

Dhammanubhava pavarena payatu nasam

Sabbavamanggala mupaddava dunnimitam

Sabbitiroga gahadosa masesa ninda

Sabbantaraya bhaya dussipinam akantam

Sanghanubhava pavarena payatu nasam

Artinya:

Segala kemalangan, karma-karma buruk dan tanda-tanda jelek

Berbagai penyakit, pengaruh-pengaruh jahat, kesalahan-kesalahan dan ancaman-ancaman bahaya

Ketakutan, kecemasan dan mimpi-mimpi buruk yang tak diinginkan

Semoga semuanya lenyap, berkat pancaran kekuatan suci Sang Buddha

Segala kemalangan, karma-karma buruk dan tanda-tanda jelek

Berbagai penyakit, pengaruh-pengaruh jahat, kesalahan-kesalahan dan ancaman-ancaman bahaya

Ketakutan, kecemasan dan mimpi-mimpi buruk yang tak diinginkan

Semoga semuanya lenyap, berkat pancaran kekuatan suci Dhamma

Segala kemalangan, karma-karma buruk dan tanda-tanda jelek

Berbagai penyakit, pengaruh-pengaruh jahat, kesalahan-kesalahan dan ancaman-ancaman bahaya

Ketakutan, kecemasan dan mimpi-mimpi buruk yang tak diinginkan

Semoga semuanya lenyap, berkat pancaran kekuatan suci Sangha

Doa Buddha Jinapanjara Gatha (Gatha Istana Buddha)

Paritta ini juga disebut sebagai 'Gatha Istana Buddha'. Hal ini lantaran di dalam setiap syair disebutkan bahwa tubuh seseorang yang melafalkan doa ini akan dikelilingi oleh berkat. Selain itu juga dikelilingi dengan sifat mulia dan keunggulan dari Para Buddha serta para siswa-Nya.

Adapun doa Buddha Jinapanjara Gatha dalam Bahasa Pali adalah sebagai berikut:

Jayasanagata Buddha

Jetava Maram savahanam

Catu-saccasabham rasam

Ye pivimsu narasabha

Tanhamkaradayo Buddha

Attha-visati nayaka

Sabbe patitthita mayham

Matthake te munissara

Sise patitthito mayham

Buddho dhammo davilocane

Sangho patitthito mayham

Ure sabba-gunakaro

Hadaye me Anuruddho

Sariputto ca dakkhine

Kondanno pitthi-bhagasamim

Moggallano ca vamake

Dakkhine savane mayham

Asum Ananda-Rahulo

Kassapo ca Mahanamo

Ubhasum vama-sotake

Kesante pithi-bhagasamim

Suriyo va pabhamkaro

Nisinno siri-sampanno

Sobhito muni-pungavo

Kumara-kassapo thero

Mahesi citta-vadako

So mayham vadane niccam

Patitthasi gunakaro

Punno Angulimalo ca

Upali Nanda-Sivali

Thera panca ime jata

Nalate tilaka mama

Sesasiti mahathera - Vijita jina-savaka

Etesiti mahathera - Jitavanto jinorasa

Jalanta sila-tejena - Angamangesu santhita

Ratanam purato asi

Dakkhine Metta-suttakam

Dhajaggam pacchato asi

Vame Angulimalakam

Khandha-Mora-parittanca

Atanatiya-suttakam

Akase chadanam asi

Sesa pakara-santhita

Jinananavala-samyutta - Satta-pakara-lamkata

Vata-pitt’adi-sanjata - Bahirajjhatt’upaddava

Asesa vinayam yantu - Ananta-jina-tejasa

Vasato me sakiccena - Sada Sambuddha-panjare

Jina-panjara-majjhamhi - Viharantam mahitale

Sada palentu mam sabbe - Te maha-purisasabha

Iccevamanto sugutto surakkho - Jinanubhavena jitupaddavo

Dhammanubhavena jitarisangho - Sanghanubhavena jitantarayo

Saddhammanubhava-palito - Carami jina-panjare’ti

Arti dari Jinapanjara Gatha

Para Pahlawan telah menduduki Tahta Kemenangan

setelah mengalahkan semua kejahatan Mara Pengoda

berkat Empat Kesunyataan Mulia

yang telah ditembus oleh Para Pemimpin tersebut

Sang Tanhankara Buddha

beserta keduapuluhdelapan Buddha lainnya

Semoga mereka bersemayam di atas kepalaku

Semoga Buddha bersemayam di kepalaku,

Dhamma di kedua mataku,

dan Sangha tempat berbuat semua jasa kebajikan

bersemayam di bahuku

Semoga Anuruddha bersemayam di hatiku,

Sariputta di sisi kananku,

Kondanna di sebelah belakangku,

dan Moggallana di sisi kiriku

Di telinga kananku,

beradalah Ananda dan Rahula

Kassapa dan Mahanama,

Beradalah di telinga kiriku

Di belakang dari ujung-ujung rambutku

bersinarlah cemerlang laksana Sang Surya,

disanalah bertahta dengan Agung-Nya Sobhita,

Buddha yang memancarkan sinar yang Maha Sempurna

Sang Kumara Kassapa yang terpujikan,

Pengkhotbah yang Maha Pandai,

Ladang dari segala Kebajikan,

senantiasa berdiam di mulutku

Punna, Angulimala,

Upali, Nanda dan Sivali

Kelima Thera Mulia ini

Bersemayam di dahiku bagaikan Tilaka

Delapan puluh Mahathera lainnya,

Siswa-siswa dari Sang Pemenang

Bercahaya dalam Kemenangan akan Kebajikan

bersemayamlah di bagian-bagian lain dari tubuhku

Ratana Sutta berada di hadapanku,

Di sebelah kananku adalah Metta Sutta,

Dhajagga Sutta berada di belakangku,

dan di sebelah kiriku ada Angulimala Sutta

Perlindungan dari Khanda dan Mora Paritta,

serta Atanatiya Sutta

bagaikan atap-atap langit,

dan sutta-sutta lainnya bagaikan dinding pelindung di sekitarku

Dengan Kekuatan Kebaikan Mereka yang tak terbatas,

dengan aku yang berada di tengah Istana Buddha dalam dunia ini,

semoga semua halangan dari dalam dan luarku hilang tanpa terkecuali

Melindungiku sedemikian rupa dalam setiap kesempatan,

mengatasi semua kesukaran dengan kekuatan Sang Pemenang,

semoga semua Manusia Besar tersebut selalu melindungiku

Semoga dengan Karunia Buddha, Dhamma dan Sangha,

aku dapat mengalahkan pasukan musuh dari nafsu-nafsu indriya

dan hidup terjaga oleh Dhamma yang Sempurna.

Rekomendasi