Ciri-Ciri hikayat bisa dibilang sangat banyak dan cukup beragam. Hikayat adalah karya sastra lama berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan keluarga istana atau kaum bangsawan, orang-orang ternama, dengan segala kesaktian, keanehan, dan mukjizat tokoh utamanya.
Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa.
Isinya tentang cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta. Simak ulasan selengkapnya dilansir dari gramedia dan berbagai sumber, Kamis (22/6/2023):
Advertisement
Ciri-Ciri Hikayat
Pada zaman dahulu, karya sastra berguna sebagai hiburan masyarakat. Namun, secara tidak langsung karya sastra tersebut memiliki pesan dan moral mengenai kehidupan sehari-hari bagi pembaca sekaligus pendengarnya. Karya sastra prosa lama memiliki beragam jenis. Salah satunya ialah hikayat. Berikut ciri-ciri hikayat:
- Penyampaiannya secara lisan (disebarkan dari mulut ke mulut)
- Penciptanya anonim (tidak diketahui siapa)
- Isi ceritanya kebanyakan istanasentris, yakni cerita yang berkaitan dengan kehidupan di istana atau kerajaan
- Bersifat komunal, yakni menjadi milik masyarakat
- Magis, yakni pengarang seolah membawa pembacanya untuk berimajinasi mengenai dunia khayal yang serba indah
- Bersifat tradisional, yakni sebagai budaya/tradisi/kebiasaan yang diturunkan secara turun-temurun
- Bersifat didaktis, yakni mengandung ajaran yang mendidik moral dan religius
- Menggunakan bahasa yang sering diulang-ulang pada satu hikayat dengan hikayat lainnya (klise)
- Bersifat statis, yakni tetap tanpa adanya perubahan
- Menceritakan kisah mengenai peperangan antara tokoh yang baik dan yang jahat, lalu dimenangkan oleh tokoh yang baik
- Tidak diketahui secara pasti kapan karya sastra hikayat tersebut diciptakan
- Isi ceritanya dapat melukiskan mengenai peperangan yang hebat dengan adanya tempat para raja atau dewa yang mempertunjukkan kesaktiannya
- Berisi hal-hal yang indah karena bertujuan sebagai pelipur lara
- Tidak ada pembagian bab
- Nama tokohnya biasanya menggunakan bahasa Arab, misalnya Ali, Husein, Aisyah, Fatimah, dan lain-lain
- Beberapa ada yang menggunakan bahasa Melayu lama sehingga banyak kata-kata yang sulit dipahami
- Struktur kalimatnya tidak efektif
- Banyak menggunakan bahasa kiasan
Advertisement
Jenis Hikayat
Berdasarkan isi cerita dan asalnya, hikayat dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yakni: Jenis Hikayat Berdasarkan Isi Cerita
- Cerita rakyat
- Epos India
- Cerita berbingkai
- Cerita-cerita Islam
- Sejarah dan Biografi
- Cerita dari Jawa
Jenis Hikayat Berdasarkan Tempatnya Berasal1. Melayu Asli
- Hikayat Si Miskin (bercampur dengan unsur Islam)
- Hikayat Hang Tuah (bercampur dengan unsur Islam)
- Hikayat Indera Bangsawan
2. Pengaruh Jawa
- Hikayat Indera Jaya (berasal dari cerita Anglingdarma)
- Hikayat Cekel Weneng Pati
- Hikayat Panji Semirang
3. Pengaruh Hindu (India)
- Hikayat Sang Boma (berasal dari cerita Mahabarata)
- Hikayat Sri Rama (berasal dari cerita Ramayana)
- Hikayat Perang Pandhawa (berasal dari cerita Mahabarata)
4. Pengaruh Arab-Persia
- Hikayat Seribu Satu Malam
- Hikayat Abu Nawas
- Hikayat Amir Hamzah (Pahlawan Islam)
Advertisement
Unsur Instrinsik Hikayat
Unsur-unsur dalam hikayat tidak jauh berbeda dari prosa-prosa lainnya. Hikayat dibangun oleh unsur intrinsik dan ekstrinsik.Unsur intrinsik adalah unsur pembangun cerita dari dalam. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur pembangun cerita dari luar. Berikut ini unsur-unsur instrinsik dalam sebuah hikayat:1. Tema, merupakan gagasan yang mendasari cerita.2. Alur, merupakan jalinan peristiwa dalam cerita.- Alur maju/lurus/progresif → peristiwa diceritakan secara urut dari awal sampai akhir.- Alur mundur/flashback/regresif → cerita dimulai dari akhir atau tengah (konflik) kemudian dicari sebab-sebabnya.- Alur campuran/maju mundur → menggunakan dua alur (novel/roman).3. Latar, merupakan tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita.- tempat → di mana peristiwa itu terjadi.- waktu → kapan peristiwa itu terjadi.- suasana→ bagaimana keadaan waktu peristiwa itu terjadi.4. Tokoh, merupakan pemeran cerita. Penggambaran watak tokoh disebut penokohan. Tokoh → nama tokoh/pelaku dalam hikayat (ada tokoh antagonis, protagonis, tritagonis)
Perwatakan → watak/sifat/karakteristik para tokoh (secara fisik maupun kejiwaan)
Penggambaran watak → cara pengarang menggambarkan watak tokoh, ini dibedakan menjadi lima cara:a. langsungb. dialog tokohc. tanggapan tokoh laind. jalan pikiran tokohe. tingkah laku dan lingkungan tokoh5. Amanat, merupakan pesan yang disampaikan pengarang melalui cerita6. Sudut pandang, merupakan pusat pengisahan dari mana suatu cerita dikisahkan oleh pencerita- orang pertama tokoh utama- orang pertama tokoh sampingan- orang ketiga serba tahu- orang ketiga tokoh utama- orang ketiga dalam cerita/sebagai pengamat7. Gaya, berkaitan dengan bagaimana penulis menyajikan cerita menggunakan bahasa dan unsur-unsur keindahan lainnya.- Suatu cerita tidak terlepas dengan bahasa kias dan konotasi, misalnya: metafora, personifikasi, hiperbola, paradoks, sinestesia, sinekdok.
Advertisement
Isi Hikayat
Memahami isi hikayat yaitu dengan cara menentukan siapa tokohnya, apa yang dilakukan, bagaimana ia melakukan, dengan siapa ia melakukan, di mana ia melakukan, apa hasil dari yang dilakukan, dan sebagainya (5 W+1 H).Nilai-Nilai HikayatSebelum membahas nilai-nilai dalam hikayat, ketahui dulu perbedaan dengan amanat. Amanat adalah pesan yang akan disampaikan pengarang lewat karyanya.Sementara nilai-nilai adalah tuntunan perilaku atau hidup sesorang. Oleh karena itu, nilai-nilai biasanya tampak pada karakter tokoh cerita tersebut. Berikut nilai-nilai dalam hikayat yang perlu diketahui.
Advertisement
Nilai-nilai Hikayat:
1. Nilai MoralNilai moral dalah nilai yang berhubungan dengan baik buruknya sikap atau perbuatan tokoh dalam hikayat.2. Nilai sosialNilai sosial merupakan nilai yang berhubungan dengan kehidupan di dalam masyarakat.3. Nilai agamaNilai agam adalah nilai yang berhubungan dengan masalah keagamaan atau hubungan manusia dengan Tuhan.4. Nilai PendidikanNilai pendidikan adalah yang berhubungan dengan sikap dan tata laku seseorang melalui upaya pengajaran dan latihan.5. Nilai BudayaNilai Budaya merupakan nilai yang berhubungan dengan adat istiadat dan kebudayaan suatu daerah yang mendasari suatu cerita.