Potret lawas tokoh pahlawan Indonesia kembali mencuri perhatian. Kali ini, ada potret lawas Menteri Negara pertama RI yaitu Abdul Wahid Hasyim.
Tidak sendiri, Wahid Hasyim tampak berfoto bersama istri dan anak-anaknya yang masih kecil. Menariknya, ada sosok bocah kecil di sebelahnya yang kemudian hari menjadi Presiden Indonesia.
Lantas bagaimana potret keluarga Menteri Negara pertama RI dan ada sosok bocil yang menjadi Presiden Indonesia? Melansir dari akun Instagram arsip_indonesia yang diambil dari Biografi Gus Dur: The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid, Jumat (2/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Potret Keluarga Menteri Negara Pertama RI
Pemilik akun Instagram arsip_indonesia mengunggah potret lawas foto keluarga Wahid Hasyim. Foto tersebut diketahui diambil pada tahun 1952.
Wahid Hasyim merupakan salah satu tokoh pahlawan Nasional. Ia adalah Menteri Negara pertama RI. Wahid Hasyim juga pernah menjabat sebagai Menteri Agama pada era Orde Lama.
"Potret keluarga Wahid Hasjim," tulisnya dalam keterangan foto yang diambil dari Barton, Greg. 2003. Biografi Gus Dur: The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid. Yogyakarta: LKiS. hal. 254.
Advertisement
Ada Sosok Bocil di Masa Depan Jadi Presiden Indonesia
Tidak sendiri, Wahid Hasyim tampak berfoto bersama istri dan anak-anaknya yang masih kecil. Menariknya, ada sosok bocah kecil di sampingnya yang mencuri perhatian. Bagaimana tidak, siapa sangka bocil tersebut di kemudian hari akan menjadi Presiden Indonesia. Sosok bocil ini adalah Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Wahid Hasyim merupakan ayah dari Presiden Indonesia ke-4 ini. "Tampak anaknya, Abdurrahman Wahid yang dikenal sebagai Gus Dur, berdiri di tengah di antara ayah dan ibunya, dan di belakang saudara-saudara kandungnya, dan seorang teman keluarganya," jelasnya.
Advertisement
Abdul Wahid Hasyim
Wahid Hasyim bukanlah sosok orang sembarangan. Ia merupakan anak dari Muhammad Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Sang ayah bahkan menjadi salah satu tokoh Pahlawan Nasional Indonesia. Ayah Gus Dur ini sejak kecil belajar di Madrasah Salafiyah di Pondok Pesantren Tebuireng. Ia bahkan berhasil khatam Al-Quran di usianya yang baru menginjak 7 tahun. Saat remaja, Ia mulai mempelajari Bahasa Arab, Bahasa Belanda dan Bahasa Inggris hingga mahir. Wahid Hasyim lantas menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tahun 1951. Ia juga berperan dalam pendidikan Islam di Indonesia. Wahid mendirikan Sekolah Tinggi Islam di Jakarta yang saat itu pengasuh sekaligus pimpinannya dipegang oleh oleh KH. A. Kahar Moezakkir. Selain itu, Ia juga mengembangkan dunia pesantren hingga akhirnya pada usia 25 tahun Wahid bergabung dengan Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI), federasi organisasi massa dan partai Islam kala itu. Satu tahun kemudian, Wahid Hasyim diberi amanah menjadi Ketua MIAI.