Momen Sarwo Edhie Dilantik Soeharto jadi Komandan RPKAD, Penuh Prajurit Komando

Terekam momen-momen ketika Sarwo Edhie dilantik menjadi seorang komandan RPKAD. Tak main-main, momennya diresmikan secara langsung oleh Soeharto kala itu.

Billy Adytya Kurniawan
Oleh Billy Adytya Kurniawan - Reporter
Momen Sarwo Edhie Dilantik Soeharto jadi Komandan RPKAD, Penuh Prajurit Komando
Momen Sarwo Edhie Dilantik Soeharto jadi Komandan Puspassus, Penuh Prajurit Komando. Youtube/mr.colorized©2023 Merdeka.com

Jenderal TNI (HOR.) (Purn) Sarwo Edhie Wibowo memiliki peran yang sangat besar dalam penumpasan Pemberontakan Gerakan 30 September. Diketahui saat itu dirinya menyandang posisi sebagai panglima Resimen Para Komando Angkatan Darat RPKAD sebelum berubah nama jadi Pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat (Puspassus) kini Kopassus.

Terekam momen-momen ketika Sarwo Edhie dilantik menjadi seorang komandan RPKAD. Momennya diresmikan secara langsung oleh Soeharto kala itu.

Lantas seperti apa penampakan momennya? Berikut ulasan selengkapnya melansir dari saluran Youtube mr.colorized, Senin (22/5).

Sarwo Edhie Wibowo merupakan salah seorang prajurit TNI yang sempat menjabat sebagai komandan RPKAD. Seperti melansir dari tayangan Youtube mr.colorized, pelantikan resminya menjadi komandan RPKAD dilaksanakan pada tahun 1966.

Dalam tayangan itu dijelaskan pula bahwa upacara pelantikan itu diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Istimewanya, kala itu ayah dari Ibu Negara Ani Yudhoyono ini dilantik langsung oleh Soeharto yang masih menjabat sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat.

"Menteri Panglima Angkatan Darat Jenderal Soeharto memimpin apel sigap, pengamanan kota Jakarta, sekaligus melaksanakan pelantikan komandan RPKAD," tulis keterangan dalam tayangan Youtube bertajuk 'PELANTIKAN SARWO EDHIE WIBOWO SEBAGAI KOMANDAN RPKAD' itu.

Upacara atau apel pengangkatan komandan RPKAD Sarwo Edhie Wibowo kala itu nampak dipenuhi para prajurit komando. Mereka nampak sigap dan gagah dalam melaksanakan apel.

Sementara Soeharto juga sempat melakukan inspeksi pasukan. Semua dilakukan untuk mengetahui kesigapan dan kesiapan Pasukan Komando Angkatan Darat itu.

Usai menjalankan inspeksi pasukan, Soeharto langsung melantik Sarwo Edhie.

Sarwo Edhie pernah menjabat sebagai Komandan Batalion di Divisi Diponegoro (1945-1951), Komandan Resimen Divisi Diponegoro (1951-1953), Wakil Komandan Resimen di Akademi Militer Nasional (1959-1961), Kepala Staf Resimen Pasukan Komando (RPKAD) (1962-1964), dan Komandan RPKAD (1964-1967). Untuk diketahui, RPKAD sendiri merupakan usaha Indonesia untuk menciptakan sebuah unit pasukan khusus (yang kini sudah menjadi Kopassus).

Hingga pada akhirnya Sarwo Edhie diputuskan untuk menjadi seorang komandan unit elit yang satu ini. Ternyata semuanya berkat kepercayaan Ahmad Yani.

Pada tahun 1964, Yani telah menjadi Kepala Staf Angkatan Darat dan menginginkan seseorang yang bisa dia percaya sebagai Komandan RPKAD.

Pengangkatan Sarwo Edhie jadi komandan RPKAD oleh Soeharto ini terekam dalam sebuah video lawas.

Berikut adalah video selengkapnya.

Rekomendasi