Sorotan Media Asing Terhadap Timnas U-22: Pertandingan Gila, Penantian 32 tahun

Pertandingan final SEA Games 2023 Kamboja antara Timnas Indonesia U-22 melawan Thailand U-22 menyimpan cerita menarik yang disorot banyak pihak.

Thomas Wardhana
Oleh Thomas Wardhana - Reporter
Sorotan Media Asing Terhadap Timnas U-22: Pertandingan Gila, Penantian 32 tahun
Indonesia vs Thailand di SEA Games 2023. ©REUTERS

Pertandingan final SEA Games 2023 Kamboja antara Timnas Indonesia U-22 melawan Thailand U-22 menyimpan cerita menarik yang disorot banyak pihak.

Bukan hanya ramai diperbincangkan masyarakat di kedua negara, pertandingan tersebut juga disorot oleh banyak media asing karena dinilai sebagai salah satu pertandingan tergila yang pernah terjadi.

Bukan hanya jumlah gol yang besar, namun ada banyak drama yang tercipta di laga yang berlangsung 120 menit tersebut. Pertandingan ini dibanjiri 7 kartu merah dan 16 kartu kuning serta adanya insiden pemukulan ofisial Thailand kepada manajer Timnas Indonesia U-22.

Panasnya tensi pertandingan ini sejatinya sudah diprediksi banyak orang karena rivalitas kedua negara. Tak ayal banyak pihak yang memberikan atensi besar termasuk media luar negeri.

Bagaimana sorotan media asing terhadap partai Timnas Indonesia U-22 melawan Thailand U-22? Berikut informasi selengkapnya.

Sorotan media asing pertama adalah media asal Vietnam, Vnexpress. Media ini menyebut pertandingan antara Thailand dan Indonesia berjalan penuh emosi, penuh drama, karena banyaknya kartu merah dan insiden sepanjang pertandingan.

Vnexpress memuji permainan Timnas yang militan dan solid sehingga menyulitkan Thailand menembus pertahanan Timnas sepanjang laga.

"Di menit-menit awal, Indonesia menekan dan langsung menekan Thailand serta menciptakan banyak peluang. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil di menit ke-21 dengan sundulan terbalik dari Ramadhan Sananta yang dibelokkan Songchai Thailand dan masuk ke gawang," ungkap Vnexpress.

"Di babak kedua, Thailand melakukan beberapa perubahan untuk memperbaiki lini serangnya, sementara pertahanan Indonesia tetap solid..." lanjutnya.

"Wasit memberikan tujuh menit tambahan pada babak kedua dan bagi Indonesia, itu adalah tujuh menit terlama yang pernah ada. Ketika wasit meniup peluit pada menit tambahan ketujuh, pelatih dan pemain Indonesia bergembira dan merayakannya. Tapi itu bukan peluit akhir. Ternyata, dia memberikan tendangan bebas ke Thailand," tambah media Vietnam itu.

"Di perpanjangan waktu kedua, dengan sembilan pemain yang kelelahan di lapangan, Thailand tidak bisa bangkit, karena Fajar mencetak gol keempat untuk Indonesia dengan tendangan keras dari tepi kotak penalti," lanjutnya.

Salah satu media besar Eropa, 433 menyoroti pertandingan itu sebagai laga yang penuh kegilaan. Hal itu dibuktikan dengan unggahan poster berisi hasil pertandingan beserta jumlah kartu yang dikeluarkan wasit sepanjang laga.

Sepanjang laga, wasit yang memimpin laga mengeluarkan 7 kartu merah dan 16 kartu kuning. Selain itu banyaknya drama menambah kesan pertandingan ini memang sangat gila.

“Pertandingan final SEA Games 2023 sungguh gila,” tulis unggahan akun Instagram 433.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh 433 (@433)

Baca Juga Timnas Indonesia U-22 Gagal Wujudkan Target Medali Emas di SEA Games 2025, Binder Singh: Zainuddin Amali Harus Bertanggung Jawab

Media asing lain yang menyoroti adalah media olahraga asal Amerika Serikat, ESPN. ESPN mengapresiasi raihan medali emas yang sudah dinanti sejak lama.

“Penantian panjang Indonesia di wilayah Asia Tenggara sudah berakhir. Mereka merebut medali emas dari sepak bola putra SEA Games, dengan kemenangan atas Thailand. Tetapi, keberhasilan itu terbayangi oleh kejadian yang tak bagus,” tulis artikel ESPN.

Keterangan itu tak lain karena Timnas Indonesia U-22 berhasil meraih medali emas setelah 32 tahun puasa gelar di SEA Games sejak 1991 lalu.

Baca Juga Kata-kata Ivar Jenner Setelah Timnas Indonesia U-22 Tersingkir dari SEA Games 2025: Sebagai Kapten Saya Minta Maaf

Setali tiga uang dengan ESPN, media Reuters juga menyoroti pertandingan antara Timnas Indonesia U-22 menghadapi Thailand U-22.

Reuters mengomentari pencapaian Tim Garuda muda yang berhasil menyiram "kekeringan" medali emas di SEA Games. Keberhasilan ini merupakan pertama kali sejak 32 tahun lalu.

"Gol perpanjangan waktu dari Irfan Jauhari, Fajar Rahman dan Beckman Putra membawa Indonesia meraih medali emas Pesta Olahraga Asia Tenggara untuk pertama kalinya sejak 1991 dengan kemenangan 5-2 atas tim Thailand yang menyelesaikan pertandingan dengan sembilan orang di Phnom Penh pada hari Selasa," tulis Reuters.

Baca Juga Momen Dramatis Akhir Perjalanan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025: Rafael Struick Dikartu Merah, hingga Dion Markx Ditendang

Sebuah artikel yang dimuat oleh media asal Singapura, Strait Times membahas keberhasilan Timnas mengembalikan kebanggaannya pada sepak bola.

Strait Times mengungkit pembatalan status tuan rumah Piala Dunia U-20 beberapa waktu lalu dan menganggap keberhasilan ini adalah pelipur lara bagi Indonesia.

"Mereka melakukan hal itu ketika mereka berjuang melawan segala rintangan untuk mengalahkan Thailand 5-2 dalam final Sea Games yang dramatis di Stadion Olimpiade Phnom Penh untuk memenangkan medali emas pertama mereka dalam olahraga tersebut sejak 1991," tulis Strait Times.

"Pada bulan Maret, badan pengatur dunia FIFA memindahkan Piala Dunia U-20 dari Indonesia ke Argentina karena penentangan di negara mayoritas Muslim tersebut terhadap partisipasi Israel. Itu berarti Indonesia kehilangan tempat kualifikasi otomatis mereka untuk turnamen tersebut," tambahnya.

Halaman Berikutnya Sebelum Ditanam, Kenali 12 Tanaman Hias Beracun yang Perlu Dijauhkan dari Anak dan Hewan
Rekomendasi