Dari Penjual Keliling, Ibu Ini Sering Mengemis Kepada Allah, Kini Punya Pabrik Tahu

Dari berjualan tahu keliling, sosoknya berhasil memiliki pabrik. Bahkan, setiap hari kini omzetnya fantastis.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Dari Penjual Keliling, Ibu Ini Sering Mengemis Kepada Allah, Kini Punya Pabrik Tahu
Ibu Ini Sering Mengemis Kepada Allah, Kini Punya Pabrik Tahu. YouTube PecahTelur ©2023 Merdeka.com

Suginem merupakan gambaran dari wanita pekerja keras dan tak pantang menyerah. Di tangannya, ada perjuangan dan doa yang tak pernah putus.

Dari berjualan tahu keliling, sosoknya berhasil memiliki pabrik. Bahkan, setiap hari kini omzetnya fantastis.

Kuncinya yakni mengemis hanya kepada Tuhan. Berikut cerita selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube PecahTelur.

Awal Merintis Usaha

Bukan mudah menjadi sosok yang kini sukses memiliki pabrik tahu. Suginem pun turut memulai perjuangannya sendiri.

Sebelum akhirnya berdiri di kaki sendiri, Suginem telah lebih dahulu bekerja sebagai asisten rumah tangga. Suginem pun mengerjakan pekerjaan rumah tangga serta membantu usaha tahu sang majikan.

"Ikut orang itu saya jadi pembantu. Jadi pembantu juragan tahu yang sistemnya membantu rumah tangga dan di pabrik tahunya," terangnya.

Lantaran merasa lelah, Suginem akhirnya memilih berhenti. Selang sekian tahun, akhirnya sosok wanita ulet tersebut mulai merintis usaha.

"Akhirnya saya istirahat, nganggur lalu saya diajari berjualan tahu. Lalu akhirnya merintis usaha di kampung halaman," ceritanya.

Mulai Merintis Usaha

Usaha tersebut pun tak seketika sukses. Suginem diketahui merintis usahanya tersebut dari bawah.

Tahun 2003, Suginem diketahui mulai berjualan tahu keliling. Semua hal tersebut dilakoninya dengan penuh antusias dan pantang menyerah.

Hingga akhirnya, Suginem mampu membeli sebidang tanah dan membuatnya sebagai pabrik tahu miliknya sendiri yang diberi nama Pabrik Tahu Ngudi Rejeki. Suginem merintis pabrik tahu di kampung halaman.

"Mulai tahun 2003 sudah mulai berkembang sampai sekarang," terangnya.

"Bisa menyekolahkan anak sampai kuliah, mengurus anak-anak ya dari usaha tahu itu," imbuhnya.

Kini Usaha Dilanjutkan Anak-anak

Pabrik usaha Suginem pun kini semakin berkembang. Diketahui, dia mampu menghabiskan 2,5 ton kedelai per minggunnya dengan kapasitas produksi sekitar 300 kg bahan baku.

Lantaran faktor usia, kini sosoknya pun tak lagi mampu bekerja. Kendati demikian, Suginem masih tetap mencurahkan semangat juangnya dengan memimpin anak-anaknya terjun ke usaha miliknya tersebut.

"Sekarang sudah ga bisa bekerja lagi karena sudah tua. Jadinya ya kerjanya sekarang cuma mendukung anak-anak saya, memimpin anak-anak saya untuk meneruskan usaha ini," tukasnya.

Omzet Rp3 Juta Setiap Hari

Tak main-main, setiap harinya pabrik tahu miliknya pun telah berhasil menghasilkan omzet hingga Rp3 juta.



"Omzet sehari ya bisa Rp3 juta tapi kadang juga Rp2,5 juta. Kalau pas sepi banget ya Rp1 juta ke atas," ungkapnya.

Suginem berbagi kunci keberhasilan usaha miliknya. Kunci tersebut ialah selalu meminta hanya kepada Tuhan, bukan manusia apalagi berbagai hal lainnya.

"Ngemisnya ke Allah, ga minta ke siapa-siapa," terangnya.

"Orang hidup itu ada pondasinya. Pondasinya bukan kayu atau bambu. Tapi pondasinya itu satu, hati," tegas Suginem.

Rekomendasi