Malam Lailatul Qadar menjadi malam yang istimewa bagi umat Islam. Kedatangannya bahkan sangat dinantikan setiap tahun oleh umat muslim.
Bagi umat muslim, Lailatul Qadar datang saat memasuki sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan. Keistimewaan tersebut yang membuat umat muslim akan semakin meningkatkan ibadah dan amal kebaikan mereka.
Seperti yang disebutkan dalam Hadis Nabi bahwa malam Lailatul Qadar jatuh di malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, "Dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari 10 hari terakhir bulan Ramadhan." (HR Bukhari).
Umat muslim yakin bahwa pada saat itulah pahala akan dilipatgandakan. Sehingga untuk menyambut malam yang penuh berkah tersebut, ada kalanya diisi dengan amal ibadah yang baik termasuk Sholat Lailatul Qadar.
Berikut Merdeka.com lansir dari berbagai sumber, Senin (17/4) niat sholat Lailatul Qadar berserta tata cara dan doa serta artinya.
Advertisement
Niat Sholat Lailatul Qadar
Sebelum memulai sholat Lailatul Qadar, alangkah baiknya kita mengetahui niat sholat Lailatul Qadar beserta bacaan niatnya. Bacaan niat sholat Lailatul Qadar bisa diamalkan pada 10 malam terakhir bulan Ramadan.
Dilansir dari dalamislam.com berikut adalah bacaan niat Sholat Lailatul Qadar selengkapnya:
أُصَلِّى سُنَّةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالٰى
Ushalli Sunnata lailatil Qadri Arba'arakaatin Lillahi Ta'aalaa
Artinya: "Saya niat sholat sunnah Laialtul Qadar dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Bacaan niat tersebut dapat dibaca dalam hati dan dilakukan dengan mengharapkan ridho dari Allah SWT. Setelah itu kalian bisa melanjutkan untuk menunaikan sholat sunnah seperti tata cara sholat Lailatul Qadar yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Advertisement
Tata Cara Sholat Lailatul Qadar
Setelah mengetahui niat sholat Lailatul Qadar, umat muslim harus mengetahui tata cara sholat Lailatul Qadar dengan tepat.
Melansir dari NU Online, sholat Lailatul Qadar sebenarnya tidak ditemukan pada kitab-kitab hadis maupun kitab-kitab fiqih. Namun, tuntunan khusus sholat Lailatul Qadar ini bisa ditemukan pada Kitab Durratun Nashihin.
Dalam kitab tersebut dijelaskan tentang tata cara sholat Lailatul Qadar. Sholat ini dilakukan sebanyak dua rakaat sebagaimana umumnya.
Adapun tata cara sholat Lailatul Qadar adalah sebagai berikut:
1. Membaca Surat Al-Fatihah pada rakaat pertama
2. Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali setelah Surat Al-Fatihah pada rakaat pertama
3. Membaca Surat Al-Fatihah pada rakaat kedua
4. Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali setelah Surat Al-Fatihah pada rakaat kedua
5. Setelah salam membaca istighfar sebanyak 70 kali
Berikut lafal istighfar yang dibaca setelah salam:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullāha wa atūbu ilayhi
Artinya: "Aku memohon ampunan Allah dan aku bertobat kepada-Nya."
Advertisement
Doa Sholat Lailatul Qadar
Seperti sholat pada umumnya,sholat Lailatul Qadar juga disertai dengan bacaan doa. Terdapat bacaan doa yang dianjurkan untuk dibaca, di mana setelah menunaikannya dapat dilanjutkan dengan berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT dengan ikhlas mengharap ridho dan ampunan.
Berikut adalah bacaan doa malam Lailatul Qadar:
للَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni'
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku."
Selain itu dapat dilanjutkan dengan bacaan doa-doa lainnya mulai dari memohon keselamatan, ampunan, pertolongan, perlindungan, hingga keteguhan iman.
Advertisement
Amalan Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar menjadi malam yang sangat mulia bagi umat Islam. Memperbanyak ibadah di malam ini akan membuat kita mendapat pahala yang besar untuk bekal kehidupan di akhirat kelak.
Melansir dari islam.nu.or.id setidaknya ada empat amalan agar dapat meraih keistimewaan malam Lailatul Qadar:
1. Mendirikan sholat sunah dengan istiqomah terutama shalat sunnah yang dianjurkan seperti shalat tahajud dan salat tasbih dengan berjamaah. Sholat sunah dilakukan pada malam hari yaitu dalam waktu antara setelah shalat isya dan subuh memiliki banyak keutamaan, seperti kesempatan terkabulnya doa. Sehingga amalan shalat sunnah malam ini sangat dianjurkan untuk dilakukan menjelang akhir bulan Ramadhan.
2. Memperbanyak dzikir kepada Allah SWT dan berdoa untuk meminta ampunan. Amalan ini bisa mengantarkan kita untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar, karena berdzikir merupakan perintah dari Allah SWT yang difirmankan dalam surat Al-A’raf ayat 205:
وَٱذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ ٱلْجَهْرِ مِنَ ٱلْقَوْلِ بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْغَٰفِلِينَ
Artinya, “Ingatlah tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.” (QS Al-A’raf: 205).
3. Amalan yang dianjurkan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar ketiga yaitu dengan i’tikaf di masjid. I’tikaf berarti berdiam diri di masjid dengan niat tertentu. Rasulullah SAW juga melakukan hal tersebut sebagaimana yang disebutkan oleh Sayyidatina Aisyah:
عَنْ عَائِشَة كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ
Artinya, ”Dari Aisyah ra, ia mengatakan bahwa Rasulullah saw melakukan i’tikaf setelah tanggal dua puluh Ramadhan hingga akhir hayatnya,” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
4. Bersedekah dengan ikhlas. Umat Islam dianjurkan untuk saling membantu sesama muslim oleh karena itu dianjurkan bersedekah. Terutama bersedekah di sepuluh hari terakhir bulan penuh berkah ini sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw.
عَنْ أَنَسٍ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ صَدَقَةُ رَمَضَانَ. (رواه البيهقي)
Artinya, “Dari Anas ra ia berkata, bahwa Rasulullah saw pernah ditanya, apakah sedekah yang paling utama? Ia menjawab sedekah di bulan Ramadhan.” (HR Al-Baihaqi).
Hadits di atas menunjukan betapa besarnya balasan untuk orang yang melakukan sedekah di akhir bulan Ramadhan terutama pada sepuluh hari terakhir menjelang perginya bulan Ramadhan.
باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ