Asrama Petapa Abad 10 Ditemukan di Jatim, ini Penampakannya Pernah Ada Raja Majapahit

Sebuah wilayah Pasuruan di lereng timur Gunung Penanggungan meninggalkan jejak sejarah dari Kerajaan Majapahit. Terdapat sebuah daerah yang diperkirakan adalah gapura asrama para petapa yang usianya sudah ribuan tahun.

Thomas Wardhana
Oleh Thomas Wardhana - Reporter
Asrama Petapa Abad 10 Ditemukan di Jatim, ini Penampakannya Pernah Ada Raja Majapahit
Gerbang Asrama Pertapaan. Youtube Majapahit Study Club ©2023 Merdeka.com

Sebuah wilayah Pasuruan di lereng timur Gunung Penanggungan meninggalkan jejak sejarah dari Kerajaan Majapahit. Terdapat sebuah daerah yang diperkirakan adalah gapura asrama para petapa yang usianya sudah ribuan tahun.

Konon gapura itu sudah ada sejak abad ke-10 dan menjadi tempat istirahat Raja Hayam Wuruk setelah berkunjung dari Lumajang dan hendak kembali ke Trowulan.

Kisah gapura tersebut menarik untuk disimak terlebih beberapa peninggalan benda juga mengarah pada dugaan jejak Majapahit kala itu. Dilansir dari Youtube Majapahit Study Club, berikut informasi selengkapnya.

Temuan Benda Kuno di Lereng Gunung Penanggungan

Sebuah area puncak bukit kecil dengan luas 3 hektare yang berada di tengah hutan dengan sungai kecil menyimpan rahasia adanya jejak peradaban Majapahit.

Pada bagian dalam daerah tersebut, ditemukan sebuah situs yang kini dikenal dengan situs Gapura Belahan di desa Wonosunyo, Gempol, Pasuruan, Jawa Timur.

Dugaan bangunan itu sudah ada sejak zaman Majapahit adalah didukung dengan beberapa temuan benda seperti pecahan tembikar dan keramik kuno. Beberapa pecahan tersebut bahkan diperkirakan berasal dari China.

Perdagangan besar Majapahit dengan bangsa China membuat beberapa benda China turut dibawa ke Nusantara melalui Laksamana Cheng Ho.

Gapura Asrama Petapa Majapahit

Situs Gapura Belahan awalnya diperkirakan adalah bangungan gerbang pasar Majapahit sebelum diduga adalah sebuah gerbang asrama suci.

Namun temuan Prasasti Cunggrang tahun 929 Masehi yang juga berisi diberikan tentang Sang Hyang Dharma Asrama i Pawitra dan Sang Hyang Pancuran i Pawitra.

Gapura itu dikatakan sudah ada sejak 929 Masehi dan terus dikenal sampai akhir kejayaan Majapahit sekitar pertengahan abad ke-16 Masehi.

Dalam video tampak sebuah bangunan kuno yang terbuat dari batu bata merah dengan corak dan ornamen yang ada di dinding bangunan tersebut.

Tempat Singgah Raja Hayam Wuruk

Dahulu rombongan bangsawan Majapahit raja Hayam Wuruk beserta seluruh pembesar pernah singgah di asrama tersebut setelah melakukan perjalanan dari Lumajang menuju Trowulan.

Peristiwa yang terjadi pada 1359 Masehi saat Hayam Wuruk dan rombongannya melewati jalan di bibir jurang di dusun bernama Pawitra dan terletak di dekat Betro.

Tanpa disangka terdapat sebuah asrama yang dihuni para petapa di bagian bawah jurang. Hayam Wuruk sempat mampir dan singgah di tempat itu.

Lokasi tersebut saat ini bukan hanya memiliki gapura Paduraksa atau Koriagung seperti gapura Bajangratu di Trowulan.

Beberapa temuan lain yang ditemukan berupa talut, jejak tembok asrama, framen Yoni, padmasana, umpak batu, pecahan tembikar dan keramik Tiongkok yang sangat melimpah, arca unfinished, batu-batu lumpang, dan balok-balok batu candi.

Video Lengkap

Video yang diunggah kanal Youtube Majapahit Study Club tersebut mendapat banyak atensi warganet. Tidak sedikit yang meninggalkan tanggapan di kolom komentar video.

Simak video selengkapnya.

Rekomendasi