Cerita inspiratif kembali datang dari seorang mualaf yang muslimah. Sebagai manusia biasa, ia juga kerap mendapatkan ragam rintangan sebagai bentuk ujian kehidupan.
Salah satunya ketika ia sedang merintis usahanya. Berpegang rasa tawakal, ia pun menjalani semua ujian itu dengan ikhlas.
Berkat keikhlasan hatinya, siapa sangka ia berhasil melalui semua lika-liku ujian yang membuat dirinya sukses menjadi pengusaha. Berikut cerita inspiratif selengkapnya, Senin (10/4).
Advertisement
Sempat Mendapat Perlakuan Berbeda saat Masuk Islam
Khatarine Paula, merupakan sosok wanita yang belum lama ini membagikan cerita menariknya. Lika-liku kehidupan mulai dirasakan saat dirinya memutuskan berpindah agama menjadi seorang muslim.
Ia mengaku mendapatkan perlakuan berbeda dari orang-orang di sekitarnya, mulai dari sahabat, teman hingga saudaranya sendiri menjauhinya. Didampingi dengan putrinya yang lucu, Alya ia membagikan kisahnya dalam laman Youtube PecahTelur.
"Setelah perpindahan agama itu, saya merasa kok teman-teman ini beda dan itu enggak satu dua, termasuk keluarga jadi saya banyak tekanan waktu itu, waktu itu saya sudah menikah. Banyak sekali ujian menerpa saya ketika menjalani pendidikan D3 di semester 5, waktu itu saya masih ngontrak sama suami," kata dia.
Advertisement
Disalahkan atas Ketidaksempurnaan Melahirkan Anak
Alya, putri dari Khatarine kala itu lahir dalam keadaan tidak sempurna. Ia mengalami penyakit di mana usus dan lambungnya memiliki penyekat sehingga tidak bisa menerima ASI dan makanan-makanan tertentu.
Dokter menyarankan harus segera dilakukan operasi yang membuat Khatarine dan suami kebingungan soal biaya dan lainnya. Di tengah ujian ini, ia justru mendapatkan ujian batin dari omongan orang yang menyalahkannya.
"Lagi-lagi dapat ujiannya itu kok di hati lagi, orang-orang itu menyalahkan saya. 'Salahnya mamanya itu, sudah hamil kok kuliah'," ungkap dia.
Advertisement
Sempat Membuka Kafe dan Bangkrut karena Pandemi
Ujian demi ujian berhasil dilaluinya, namun tak berhenti sampai di situ cobaan kembali datang silih berganti ketika ia merintis menjadi seorang pengusaha. Khatarine sempat membuka kafe yang kemudian bangkrut lantaran diterpa pandemi dan tak bisa membayar gaji karyawan.
Lalu ia teringat dengan usaha rumahan lauk ayam suwir cepat saji yang sebelumnya pernah ditekuni. Dibantu dengan sang suami ia fokus memulai dari awal usaha ayam suwir yang bermodalkan hasil penjualan perabotan kafe.
Ternyata, usaha kali ini mengalami perkembangan yang baik. Selama kurang lebih satu tahun, pemasaran ayam Suwer Cap Sayang miliknya itu semakin meluas hingga mulai banyak reseller di berbagai daerah.
Advertisement
Kini Jadi Pengusaha Sukses
Tak disangka, Khaterine berhasil menjadi seorang pengusaha yang sukses berkat rasa tawakal dan ikhlasnya. Brand cap Sayang yang semula hanya menyediakan produk ayam suwir siap santap dengan 2 varian yaitu original dan pedas itu mulai bertambah.
Bisnis instan non-MSG tanpa bahan pengawet ini juga memiliki produk sambal. Ia berharap dengan usaha yang dimilikinya kini bisa membuka lapangan pekerjaan yang luas dan mensejahterakannya.
"Sadar akan diri sendiri, kita tidak boleh kerja sendiri, kita harus melibatkan Allah dan enggak boleh sombong," pungkas pesan darinya.
Advertisement
Video Lengkap
Cerita kisah lika-liku kehidupan mualaf bernama Khaterine Paula ini dibagikan dalam sebuah video yang menarik hati.
Berikut adalah video selengkapnya.