Sebagian besar orang masih menilai orang lain dari penampilan. Padahal, sifat dan perilaku sama sekali tidak bisa hanya dilihat dari pakaian apa yang sedang dikenakan.
Hal tersebut terlihat dari sebuah video yang menampilkan sosok pria yang berparas seperti preman. Tangan bertato dan celana compang-camping. Akibat penampilannya, ia awalnya dicurigai sebagai maling kotak amal.
Namun, setelah ia membuktikan kemampuannya, orang yang mencurigainya tidak sanggup lagi berkata apa-apa. Simak ulasannya sebagai berikut.
Advertisement
Pria Bertato Dituduh Maling Kotak Amal
Video yang diunggah oleh channel YouTube Azan Santai memperlihatkan seorang pria yang bertato dan celana bolong masuk ke masjid. Sebelum masuk, ia menunjukkan gelagat yang mencurigakan.
Saat ia hendak membuka pintu, sang ustaz pun mencegahnya. Pria tersebut menghentikan langkahnya. Sang ustaz curiga dan bertanya kepada pria bertato perihal tujuannya datang ke masjid.
“Eh, mas, mas. Ngapain? Saya perhatiin dari CCTV dari tadi ini. Mas, maaf ini, mas, bukannya curiga atau apa, ini udah dua kali kebobolan,” ucap sang ustaz.
Advertisement
Punya Suara Merdu
Pria bertato dan sang ustaz sedikit bersitegang. Namun, kecurigaan ustaz mulai melunak. Mereka berdua masuk masjid dan pria bertato tersebut meminta izin untuk mengumandangkan azan dzuhur.
“Saya boleh azan nggak, pak?” tanya pria bertato.
“Bisa? Iya ini pakaiannya begini, mas. Ini pakai kalung juga. Ya nggak enak, lah. Pokoknya nanti, ya diganti aja lah,” jawab ustaz
Pria tersebut pun kemudian mengumandangkan azan sampai selesai. Mendengar suara merdu yang datang dari pria bertato, sang ustaz pun hanya bisa melongo, seakan tidak percaya apa yang sedang ia dengar.
Advertisement
Ditawari jadi Muadzin Tetap
Setelah pria bertato tersebut mengumandangkan azan, semua jemaah dan sang ustaz duduk di dalam masjid. Mereka berbincang dan pria bertato mengungkapkan bahwa dirinya pernah belajar sebuah pesantren.
Hal itulah yang membuat sang ustaz menyampaikan kekagumannya. Bahkan, pria bertato itu ditawari untuk menjadi muadzin tetap di masjid tersebut.
“Apa mau jadi muadzin tetap di sini? Terlanjur kan kita, apa mau jadi muadzin tetap,” ucap sang ustaz yang disambut dengan tawa jemaah.