Fungsi Hadits terhadap Al-Quran sebagai Sumber Hukum, Ketahui Pula Pengertiannya

Hadits adalah salah satu sumber hukum Islam yang memiliki kedudukan yang kuat. merdeka.com merangkum informasi tentang fungsi hadits terhadap Al-Qur’an dan memuat juga pembahasan tentang pengertian hadits.

Muhammad Farih Fanani
Oleh Muhammad Farih Fanani - Reporter
Fungsi Hadits terhadap Al-Quran sebagai Sumber Hukum, Ketahui Pula Pengertiannya
ilustrasi quran. ©2023 Merdeka.com

Hadits adalah salah satu sumber hukum Islam yang memiliki kedudukan yang kuat. Hadits adalah pegangan umat Islam dalam menentukan hukum dan menjadi dasar untuk menentukan hukum Islam yang lain bersama dengan Al-Qur’an. Rasul sendiri pada masa akhir hayatnya pernah bersabda bahwa seorang Muslim tidak akan pernah tersesat jika berpegangan pada Al-Qur’an dan hadits.

Hadits sendiri hadir dan memiliki fungsi yang penting terhadap Al-Qur’an. Salah satunya adalah untuk memperkuat dan mempertegas hukum di dalam Al-Qur’an. Hal itu karena isi dari Al-Qur’an masih cukup universal sehingga kehadiran hadits membantu para ulama untuk memahami isi Al-Qur’an.

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini merdeka.com merangkum informasi tentang fungsi hadits terhadap Al-Qur’an dan memuat juga pembahasan tentang pengertian hadits. Simak penjelasannya sebagai berikut.

Pengertian Hadits

Mengutip dari laman an-nur.ac.id, hadits berasal dari bahasa Arab yaitu hadatsa, yahdutsu, hadtsan, haditsan. Hadits kemudian diartikan sebagai sesuatu yang diperbincangkan, dibicarakan atau diberitakan dan dialihkan dari seseorang kepada orang lain. Hadits dengan pengertian lain juga tertulis di dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

“Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Quran itu jika mereka orang-orang yang benar.” (Q.S. Ath-Thur (52): 34)

“Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, Sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran).”(Q.S. Al-Kahfi (18): 6)

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, Maka hendaklah kamu siarkan.” (Q.S. Adh-Dhuha (93): 11)

Dari berbagai penjelasan hadits adalah segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan Rasulullah yang berkaitan dengan hukum. Istilah lain untuk menamai sebuah hadits adalah sunah, yaitu sebagai hukum taklifi, sebuah perbuatan yang apabila dikerjakan akan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak mendapatkan dosa.

Fungsi Hadits terhadap Al-Quran

Hadits yang diartikan sebagai segala perkataan, perbuata, dan ketetapan Nabi itu merupakan sumber hukum kedua di dalam Islam setelah Al-Qur’an. Meskipun demikian, hadits juga memiliki fungsi yang cukup signifikan terhadap Al-Qur’an. Berikut ini adalah fungsi hadits terhadap Al-Qur’an yang perlu Anda ketahui:

1. Memperkuat dan Mempertegas Hukum di dalam Al-Qur’an

Fungsi pertama adalah untuk memperkuat dan mempertegas hukum. Al-Qur’an seperti diketahui adalah sumber utama hukum Islam. Meskipun begitu banyak sekai penjelasan di dalam Al-Qur’an yang masih susah untuk dipahami karena berlaku sangat universal.

Oleh karena itu, adanya hadits bisa menjadi salah satu penegasan terhadap hukum yang ada di Al-Qur’an. Oleh karena itu, para ulama bisa memakai hadits untuk memahami konteks mengapa sebuah ayat Al-Qur’an bisa turun dan juga menguatkan hukum-hukum yang tertulis di dalamnya melalui hadits.

2. Menetapkan hukum yang Tidak Tertulis dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an bersifat sangat universal, sehingga penjelasannya terkadang susah dipahami oleh umat Islam jika tanpa adanya bantuan dari sumber lain. Melalui penjelasan dari nabi, maka isi hukum yang ada di dalam Al-Qur’an akan semakin jelas.

Nabi juga terkadang secara langsung membantu umatnya untuk memahami apa yang dimaksud di dalam Al-Qur’an. Hal inilah yang dimaksud sebagai fungsi hadits sebagai menetapkan hukum yang tidak tertulis.

3. Memberikan Penjelasan Terkait Makna dari Ayat Al-Quran

Kebenaran di dalam Al-Qur’an adalah mutlak. Hukum yang tercantum di dalamnya juga tidak bisa diganggu gugat. Namun, yang membuat umat Islam berbeda satu sama lain adalah perihal tafsir dari Al-Qur’an. Hadits dapat membantu umat Islam untuk mendapatkan penjelasan dari makna yang terkandung di dalam Al-Qur’an.

Salah satu contoh adalah penjelasan mengapa sebuah ayat diturunkan oleh Allah. Hal ini disebut sebagai asbabun nuzul. Hadits berperan besar dalam hal ini, yang kemudian bisa dipakai oleh para ulama untuk menentukan konteks dari sebuah ayat Al-Qur’an.

4. Merinci Hal-hal yang Dibahas di dalam Al-Qur’an

Hadits adalah perkataan, perbuatan, dan ketetapan yang dibuat oleh Rasulullah. Hal ini membuat hadits akan terasa lebih rinci dan detail dibandingkan dengan Al-Qur'an. Oleh karena itu, fungsi hadits juga bisa membantu para ulama untuk memahami hukum yang tertulis di dalam Al-Qur’an.

5. Membatasi dan Memperluas Topik Bahasan di dalam Al-Qur’an

Fungsi hadits terhadap Al-Qur’an yang terakhir adalah membatasi dan memperluas topik bahasan pada Al-Qur’an. Terkadang, sebuah firman yang tertulis di dalam Al-Qur’an bagi umat pada waktu itu masih terlalu singkat atau terlalu luas. Hadits datang sebagai penjelas terhadap ayat Al-Qur’an tersebut.

Hal tersebut dilakukan agar umat Islam dapat memahami dengan utuh penjelasan dari sebuah ayat yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad.

Rekomendasi