Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data Gerhana Bulan Total (GBT) akan berlangsung pada 8 November 2022. Berbeda dari Gerhana Bulan Total sebelumnya pada 16 Mei, kali ini fenomena alam tersebut dapat diamati dari Indonesia.
Gerhana merupakan salah satu fenomena astronomi yang kerap kali dinanti-nantikan oleh masyarakat. Gerhana terjadi saat sebuah benda angkasa bergerak ke dalam bayangan benda angkasa lain. Sebenarnya terdapat dua jenis gerhana yang terjadi di bumi yakni gerhana matahari dan gerhana bulan.
Gerhana bulan merupakan fenomena alam yang terjadi ketika sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Sehingga tidak semuanya akan sampai ke bulan.
Peristiwa ini merupakan salah satu akibat dari dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi dan bulan yang hanya terjadi pada saat fase purnama dan bisa diprediksi sebelumnya.
Gerhana bulan dapat berlangsung cukup lama sebab bayangan bumi yang cukup besar. Gerhana bulan tidak berbahaya bagi kesehatan mata. Sehingga gerhana bulan dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang.
Hal ini lantas menjadikan gerhana bulan sangat menarik untuk dinikmati keindahannya. Akan tetapi, jika ingin melihat gerhana bulan secara lebih jelas, dibutuhkan alat bantu seperti binokuler atau teleskop.
Ternyata ada beragam jenis-jenis gerhana bulan dengan proses terjadinya masing-masing. Jenis-jenis gerhana bulan meliputi gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian dan gerhana bulan penumbra.
Lantas bagaimana penjelasan lebih lanjut mengenai jenis-jenis gerhana bulan dan proses terjadinya?
Melansir dari berbagai sumber, Selasa (8/11), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Jenis-jenis gerhana bulan yang pertama adalah gerhana bulan total atau penuh. Melansir dari ditpsd.kemendikbud, gerhana bulan total terjadi saat seluruh bayangan umbra bumi jatuh menutupi bulan. Sehingga matahari, bumi dan bulan berada tepat di satu garis yang sama.
Dalam kondisi ini, bulan tidak terlihat gelap sepenuhnya. Bulan masih terlihat samar-samar gelap kemerahan karena masih adanya pantulan sinar matahari ke bulan melalui atmosfer bumi.
Ketika gerhana bulan total, bulan akan terlihat berwarna gelap. Bulan juga dapat terlihat berwarna merah tembaga, jingga maupun cokelat. Hal ini disebabkan oleh spektrum warna yang dibelokkan atmosfer di mana mayoritas berwarna merah.
Advertisement
Jenis-jenis gerhana bulan yang kedua adalah gerhana bulan sebagian atau separuh. Melansir dari ditpsd.kemendikbud, gerhana bulan sebagian bisa disebut juga dengan gerhana bulan parsial. Gerhana bulan sebagian ini terjadi saat bumi tidak seluruhnya menghalangi bulan dari sinar matahari. Sebagian dari permukaan bulan masuk atau berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian bulan yang tersinari oleh cahaya matahari.
Gerhana bulan sebagian masih bisa dilihat dengan mata telanjang. Fenomena alam ini juga tidak membahayakan mata, meskipun dilihat dengan mata telanjang dan tanpa alat bantu apa pun.Akan tetapi, keindahan gerhana bulan bisa lebih dinikmati apabila dilihat menggunakan alat bantu binokuler atau teleskop. Alat bantu tersebut nantinya dapat membantu kalian melihat lebih dekat gerhana bulan dan membedakan batas bagian yang gelap dan terang di permukaan bulan.
Advertisement
Jenis-jenis gerhana bulan yang ketiga adalah gerhana bulan penumbra. Melansir dari ditpsd.kemendikbud, fenomena alam ini terjadi saat seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram. Pada gerhana jenis ini, bulan juga tidak mengalami perubahan bentuk seperti halnya gerhana bulan total atau sebagian.Bulan hanya mengalami perubahan kecerahan saja. Karenanya, kondisi gerhana penumbra ini biasanya sulit dilihat dan diamati dengan mata telanjang. Hal ini lantaran penampakan gerhana bulan yang sangat halus.
Advertisement
Gerhana bulan total akan bisa dilihat di Indonesia pada hari ini, Selasa (8/11). Gerhana Bulan Total adalah fenomena astronomis saat seluruh permukaan bulan memasuki bayangan inti (umbra) bumi. Hal ini disebabkan oleh konfigurasi antara bulan, bumi dan matahari membentuk garis lurus.Selain itu, bulan berada di dekat titik simpul orbit bulan, yaitu perpotongan antara ekliptika (bidang edar bumi mengelilingi matahari) dengan orbit bulan. Gerhana Bulan Total terjadi ketika fase bulan purnama, namun tidak semua fase bulan purnama bisa mengalami Gerhana Bulan."Hal ini dikarenakan orbit Bulan yang miring 5,1° terhadap ekliptika dan waktu yang ditempuh Bulan untuk kembali ke simpul yang sama lebih pendek 2,2 hari dibandingkan dengan waktu yang ditempuh Bulan agar berkonfigurasi dengan Bumi dan Matahari dalam satu garis lurus. Sehingga, Bulan tidak selalu berada di bidang ekliptika ketika Purnama," kata Peneliti Pusat Riset Antariksa Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa, BRIN, Andi Pangerang dalam website resmilapan.go.id, Senin (7/11).Peristiwa ini merupakan fenomena alam yang langka. Berikut adalah jadwal gerhana bulan total yang bisa dilihat di Indonesia:
- 8 September 2025
- 3 Maret 2026
- Malam Tahun Baru 2029
- 21 Desember 2029
- 25 April 2032
- 18 Oktober 2032