Puisi Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Peringati Momen dengan Semangat Juang

Di masa kini, kita pun juga tetap dapat berjuang selayaknya para pemuda kala itu.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Puisi Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Peringati Momen dengan Semangat Juang
Jelang Sumpah Pemuda. ©2012 Merdeka.com

Bulan Oktober menjadi salah satu momen penting dan bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Setiap tanggal 28 Oktober, masyarakat senantiasa bersuka cita memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda sendiri merupakan salah satu peristiwa bersejarah yang menorehkan kemajuan bagi proses kemerdekaan Indonesia. Tepat pada tanggal 28 Oktober 1928 lalu, perwakilan pemuda dari setiap daerah diketahui menghimpun kekuatan demi persatuan dan kesatuan negara.

Pada momen tersebut, para pemuda dan pemudi secara langsung berikrar dan menyatakan janji atas satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Hingga kini, janji dari para pemuda kala itu masih mampu membakar semangat juang dari masyarakat Indonesia.

Di tahun ini, Sumpah Pemuda tersebut resmi berusia ke-94 tahun. Di masa kini, kita pun juga tetap dapat berjuang selayaknya para pemuda kala itu.

Salah satunya yakni dengan berbagi semangat juang melalui puisi peringatan Hari Sumpah Pemuda. Dengan membaca puisi Hari Sumpah Pemuda, kobarkan semangat persatuan demi kemajuan bangsa dan negara. Melansir dari berbagai sumber, Kamis (27/10/22), berikut beberapa puisi Hari Sumpah Pemuda yang dapat Anda baca dan bagikan ke media sosial.

Puisi Hari Sumpah Pemuda 1

Sumpah Abadi ketika Pemuda Bersumpah

Ketika pemuda bersumpah

Sumpah yang bukan hanya untuk dirinya

Melainkan Tanah Airnya

Ketika pemudi bertekad

Tekad yang bukan hanya untuk kaumnya

Melainkan segenap bangsanya

Gegar gunung dan lembah

Gemetar lautan dan pantai

Bergetar jantung dan berdesir darah

Ketika pemuda dan pemudi

Menyeberang keberagaman

Ketidaksamaan demi bersama bekerja

Abadi bersumpah untuk Indonesia

Puisi Hari Sumpah Pemuda 2

Pemuda Kebanggaan Negeri

Negeriku hari ini sedang berselimut duka

Para penduduk sudah lama tak bercerita

Sibuk bercermin mengkhawatirkan muka

Tentang hari ini; apakah dapat gaji atau malah air mata

Pandemi menerangkan banyak kisah

Menjadikan mimpi kita hilang arah

Saban hari hanya bertanya tentang apakah

Bingung atas musibah; ini ujian atau anugerah

Lalu kepada siapa aku boleh menitip cita?

Tiada pilihan lain kecuali pemuda

Mereka pandai berorasi

Pantang patah arang mengembangkan diri

Jadilah engkau bagian dari pemuda

Jadi kebanggaan negeri

Pemuda yang enggan ingkar janji

Membanggakan umat dengan karya

Jadilah kita pemuda kebanggaan negeri

Berani berbuat, tanggung jawab tak dipungkiri

Berani berharap, mau bangun dari mimpi

Berani membela, entah di kala ramai atau sepi

Puisi Hari Sumpah Pemuda 3

Pemuda Pemersatu Bangsa

Dua puluh delapan Oktober

Tahun dua puluh delapan

Ruang sidang itu riuh

Dengan tangan terkepal

Disertai semangat membara di dalam dada

Terucaplah mantra sakti

Sumpah Pemuda!

Di tanganmu, wahai pemuda

Kau kobarkan persatuan

Untuk bersama-sama

Berdiri di bawah nama besar

Indonesia

Kini, tugas generasi muda masa kini

Untuk menjaga persatuan yang dibangun

Para pemuda kala itu

Bersatulah pemuda

Dari Sabang sampai Merauke

Dari ujung Banda Aceh

Sampai tanah Papua

Bersatulah generasi harapan bangsa

Bersatulah di bawah kibaran

Sang Saka Dwi Warna!

Puisi Hari Sumpah Pemuda 4

Saat Seorang Pemuda Bersumpah

Darah bergejolak saat terhina

Gemetar tubuhnya saat melihat ketidak setujuan

Gemeretak giginya berpadu dengan nafsu

Kepal tangannya sekuat batu

Robohkan segala ketidaknyamanan!!!

Itulah yang terbersit dalam dadanya

Sekali lagi berbuat semena-mena

Pemuda tak kuasa menahan amarahnya

Selain majuuuu dan terus majuuuuu

Pantang bagi pemuda kembali munduuur

Karena Pemuda adalah jiwaku dan jiwamu

Semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober

Puisi Hari Sumpah Pemuda 5

Pemuda Terbaik

Pemuda terbaik mungkin dirimu

Yang enggan menebar harap-harap semu

Bukan seperti mereka yang kulihat waktu itu

Yang katanya berjanji tapi enggan ditepati walau sudah sewindu

Pemuda terbaik, mungkin saat ini masih dirimu

Yang peduli dengan diri sendiri

Sayang keluarga dan negeri

Mau berkorban dan siap sedia saban waktu

Menjadi pemuda terbaik adalah pilihanmu

Sumpah Pemuda adalah bekal perjuangan

Tak ada alasan cinta tanah air untuk jemu

Karena tiada alasan bosan untuk menggapai angan

Jadilah pemuda terbaik yang berkebajikan

Bertumpah darah yang satu

Berbangsa yang satu

Menjunjung tinggi bahasa persatuan

Rekomendasi