Aksi Fun Football Presiden FIFA & PSSI Dikritik Media Inggris, 'Tuli, Tidak Peka!

Salah satu media di Inggris The Athletic mengecam kegiatan Fun Football yang dilakukan Presiden FIFA kala dirinya hadir ke Indonesia pekan lalu.

Thomas Wardhana
Oleh Thomas Wardhana - Reporter
Aksi Fun Football Presiden FIFA & PSSI Dikritik Media Inggris, 'Tuli, Tidak Peka!
the athletic. Twitter indosupporter ©2022 Merdeka.com

Salah satu media di Inggris The Athletic mengecam kegiatan Fun Football yang dilakukan Presiden FIFA kala hadir ke Indonesia pekan lalu.

Kedatangan Presiden FIFA ke Indonesia diharapkan membawa dampak besar untuk perbaikan sepakbola di Indonesia. Pasca Tragedi Kanjuruhan, sorot mata dunia tertuju ke Indonesia termasuk peran FIFA dalam membantu menangani kasus ini.

Namun bukan harapan yang diberi, malah kecaman yang diterima. Aksi main bola bareng tersebut sempat dikritik oleh The Athletic yang menuding Gianni Infantino tidak memahami penggunaan kata 'bencana' untuk tragedi di Kanjuruhan.

Beberapa kritik dilontarkan media Inggris tersebut atas aksi Infantino di Indonesia. Simak ulasan selengkapnya.

Kritik The Athletic, Tuli, Tidak Peka!

Media Inggris The Athletic melontarkan kritik pedas kepada Gianni Infantino setelah tertangkap kamera bermain fun football bersama rombongannya dan anggota PSSI.

Melansir dari artikel The Athletic yang diunggah pada Jumat (21/10) lalu, aksi tersebut dinilai tidak etis karena dilakukan saat suasana duka masih menyelimuti sepakbola Indonesia.

Media tersebut menyebut jika Gianni Infantino 'Tuli' dan 'Tidak Peka' serta merendahkan kondisi para korban.

“Tuli, tidak peka, menggunakan istilah ‘bencana’ dalam komunikasi publik tetapi benar-benar merendahkan, dia tidak tahu apa arti kata tersebut,” tulis The Athletic dalam artikelnya.

Kritik The Athletic juga tertuju kepada sikap PSSI. The Athletic menilai tindakan PSSI yang menerima ajakan Infantino tidak menghargai perasaan keluarga korban.

“Untuk orang-orang yang kehilangan terkasih dari hidup mereka, hidup dari luka-luka dari serangkaian kesalahan yang menyebabkan kematian fans sepak bola yang seharusnya dapat dihindari, ini perilaku memuakkan dari orang berkuasa,” dalam artikel tersebut.

Main Fun Football, Pasca Korban Bertambah

Fun Football tersebut berlangsung di Stadion Madya, Senayan pada Selasa (18/10) lalu. Beberapa nama yang ikut bermain termasuk Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto, Dirtek Timnas Indra Sjafrie dan Sekjen PSSI Yunus Nusi.

Kegiatan Fun Football juga digelar saat kondisi korban Tragedi Kanjuruhan masih banyak yang berjatuhan.

Beberapa korban menyusul dan dinyatakan meninggal dunia di RS karena tidak mampu menahan pesakitannya.

“Ketidaktepatan Infantino, dan tindakan tuan rumahnya, adalah kesalahan penilaian yang besar, hal ini harus dipastikan tidak terjadi lagi,” pernyataan akhir dari artikel tersebut.

Panen Hujatan Publik di Indonesia

Tak hanya kritik dan kecaman media internasional, aksi tersebut mendapat pro dan kontra bagi khalayak di tanah air.

Tak sedikit yang mempertanyakan rasa empati Gianni kepada para korban. Gianni terkesan tertawa dan bahagia di tengah kondisi keluarga korban yang masih berduka.

Beberapa komentar bernada kecaman sempat mewarnai akun Twitter @pssi saat mengunggah potret Fun Football Presiden FIFA dan PSSI.

"Lu pada kalo ga punya empati minimal jangan dipublikasi lah! Kasus belum selesai, korban masih bertambah, sempet-sempetnya cengengesan fun football," tulis akun @_****day.

"Seru banget ya bro sampe lupa kejadian awal bulan (Oktober), kalian manusia-manusia keren," tulis akun @****ngbali.

"Sejak awal yang mereka bela memang industri sepak bola, bukan sepak bola sebagai bagian dari entitas tak terpisahkan dari nilai kemanusian-kemanusiaan yang butuh rasa adil, aman & kenyamanan untuk semua. Bisnis sepak bola global ini ya kadang memuakkan," tulis akun @****nugo85.

"Siang hari terima kabar dari ICU RSSA kalau ada tambahan korban jiwa tragedi Kanjutuhan, malam hari federasi ngadain Fun Football. Kalian memang luar binasa," tulis akun @***_widhi.

Klarifikasi FIFA & PSSI

Tudingan tak berempati dari publik dan media cepat direspon oleh FIFA dan PSSI. Keduanya punya argumen masing-masing menyikapi kegiatan tersebut.

PSSI sempat merilis pernyataan resmi Gianni Infantino saat berkunjung ke Indonesia.

Menurut Infantino, Tragedi Kanjuruhan adalah duka, tetapi sepakbola harus tetap berjalan.

"FIFA pasti berduka dengan Tragedi Kanjuruhan, ke depan harus ada perbaikan," kata Gianni Infantino dilansir dari Instagram @pssi, Senin (24/10).

"Tapi yang penting sepakbola harus jalan. Karena sepakbola seharusnya membawa kebahagiaan," kutip pernyataan Infantino.

Melansir dari berbagai sumber, Sekjen PSSI juga sempat mengklarifikasi melalui bahwa pertandingan tersebut digelar atas dasar keinginan dari FIFA.

"Pada malam hari ini Presiden FIFA beserta rombongan beliau mengajak kami PSSI untuk main bola," ujar Yunus Nusi.

"Dan ini bagian dari keinginan beliau (Gianni Infantino) apapun bisa terjadi. Tetapi sepakbola diharapkan tetap jalan," lanjut pernyataan Sekjen PSSI tersebut.

Rekomendasi