Diundang Menko PMK Rembuk Nasional, Pentolan Suporter Senior Ini Pilih Tak Hadir

Menko PMK Muhadjir Effendy berencana mengundang para suporter di Indonesia untuk menggelar Rembuk Nasional Suporter Indonesia di Malang.

Thomas Wardhana
Oleh Thomas Wardhana - Reporter
Diundang Menko PMK Rembuk Nasional, Pentolan Suporter Senior Ini Pilih Tak Hadir
andie peci. Instagram andiepeci ©2022 Merdeka.com

Menko PMK Muhadjir Effendy berencana mengundang para suporter di Indonesia untuk menggelar Rembuk Nasional Suporter Indonesia di Malang.

Pertemuan ini juga dikoordinasikan dengan Forum Komunikasi Suporter Indonesia (FKSI) melalui surat bernomor 02/Und/FKSI/XI/2022 bertanda tangan Ketua FKSI Richard Achmad Supriyanto.

Beberapa pentolan suporter senior juga diundang. Namun ada satu nama yang menyatakan sikap untuk menarik diri dari acara ini.

Andie Peci menyatakan sikapnya untuk tidak hadir melalui cuitannya di Twitter pribadinya @AndiePeci. Simak ulasan berikut.

Surat edaran bernomor 02/Und/FKSI/XI/2022 mengundang 23 kelompok pendukung ke Rembuk Nasional Suporter Indonesia.

Acara ini atas instruksi dari Menteri Koordinator PMK Muhadjir Effendy guna mengedukasi pembinaan kepada para suporter dan stakeholder lain.

"Agendanya adalah rembuk suporter nasional yang bakal membahas edukasi pembinaan terhadap teman-teman suporter hingga stakeholder lain," imbuh Richard Achmad.

Acara yang berlangsung 23-24 Oktober 2022 ini akan diikuti oleh seluruh anggota Forum Komunikasi Suporter Indonesia (FKSI), Perwakilan Suporter, Suporter Senior, Pengamat Sepakbola, dan beberapa Media.

Tak hanya memberikan edukasi dan bertransformasi budaya persepakbolaan Indonesia, acara ini juga mengadakan deklarasi perdamaian suporter dan rekomendasi lain.

"Selain itu, juga ada pembahasan terkait tragedi Kanjuruhan. Ujungnya ada deklarasi suporter dan rekomendasi," imbuh Richard Achmad.

Tentu acara ini juga sebagai wujud respon dan menyikapi tragedi kemanusiaan di Kanjuruhan.

"Rekomendasi itu nantinya akan kami dorong ke pemerintah. Poin rekomendasinya akan banyak. Ini supaya menyentuh ke akar rumput," keterangan lanjutan Richard Ahmad.

Menariknya, ada tujuh nama perwakilan suporter senior yang diundang khusus.

1. Andi Peci (Bonek Mania/Persebaya)

2. Ovan Tobing (Aremania/Arema Fc)

3. Suprapto Koting (Pasoepati/Persis Solo)

4. Febrianto (The Jakmania/Persija Jakarta)

5. Heru Joko (Viking Persib Club/Persib Bandung)

6. Apung Widadi (PSIS Semarang)

7. Tomy Pasemah (Pusamania/Borneo Fc)

Dari tujuh nama suporter senior ini, ada satu nama yang mengambil sikap tidak akan hadir di acara rembuk ini. Nama pentolan Bonek Mania Andi Peci memilih untuk tarik diri dari acara ini.

Sikap ini ia suarakan melalui akun Twitter pribadinya @AndiePeci.

"Suporter gak butuh acara yang model begini. Habiskan uang negara saja Saya tidak akan hadir," tulis cuitan Andi Peci

Sejalan dengan Andi Peci, Ketua Umum Jakmania Diky Soemarno juga memilih jalan serupa untuk menarik diri dari acara.

"Dari awal ditanya oleh beberapa rekan. Dari 3 hari lalu. Saya memang memilih utk tidak akan hadir dan Jakmania tidak hadir," isi cuitan Diky Soemarmo di Twitternya @DikySoemarno.

Nama Andie Peci memang menjadi tokoh yang paling lantang dalam menuntut sampai tuntas tragedi di Kanjuruhan.

Meski berstatus 'rival', namun dirinya tetap berupaya untuk memperjuangkan keadilan untuk para korban Aremania.

Andie Peci juga aktif menyuarakan di sosial medianya perihal perkembangan kasus ini.

Berikut beberapa isi cuitan Andi Peci yang mengecam peristiwa berdarah di Kanjuruhan.

Saya suport apapun langkah & gerakan yg akan ditempuh Aremania dlm menyikapi tragedi di Kanjuruhan


Dan bersedia mjd bagian dari langkah & gerakan tersebut

— Andie Peci (@AndiePeci) October 2, 2022

Rekomendasi