Meningkatkan Kepercayaan Publik, Ini Arahan Kapolri 'Yang Gak Sanggup Angkat Tangan

Sejak Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan berencana tersebut. Kepercayaan publik kembali mengalami kenaikan pesat.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
Meningkatkan Kepercayaan Publik, Ini Arahan Kapolri 'Yang Gak Sanggup Angkat Tangan
Arahan Kapolri Meningkatkan Kepercayaan Publik. Instagram @divisihumaspolri ©2022 Merdeka.com

Drama kasus meninggalnya Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat di kediaman Irjen Pol Ferdy Sambo masih terus bergulir. Bahkan akibat peristiwa ini, kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri menurun drastis.

Namun, sejak Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan berencana tersebut. Kepercayaan publik kembali mengalami kenaikan pesat.

Hal ini lantas menjadi pertaruhan yang diarahkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada seluruh anak buahnya. Termasuk di semua wilayah tugas.

Simak video arahan lengkap Kapolri Listyo Sigit dan ulasang informasinya berikut ini, seperti dihimpun dari akun Instagram @divisihumaspolri, Minggu (21/8).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar arahan kepada seluruh jajaran mulai dari tingkat Mabes Polri hingga Polda se-Indonesia, Kamis (18/8).

Di awal pengarahannya, ia menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk kembali meraih kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

"Terkait dengan masalah kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Hal ini yang tentunya menjadi catatan penting. Saya minta untuk betul-betul bisa ditindaklanjuti," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit

Lantaran belakangan ini menurun. Terutama setelah munculnya peristiwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir J di kompleks Polri Jalan Saguling III, Duren Tiga Barat, Pancoran, Jakarta Selatan.

"Pasca terjadinya peristiwa Duren Tiga (kasus Ferdy Sambo dan Brigadir J) angka kita langsung anjlok diangka 28%," ujarnya.

Terkait kepercayaan publik, Sigit menjelaskan sejumlah lembaga survei merilis meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Faktor meningkatnya kepercayaan publik yang terbaru salah satunya setelah Irjen Ferdy Sambo dinyatakan sebagai tersangka.

"Dan kemarin saat penetapan FS sebagai tersangka angkanya naik jadi 78%," sambung Sigit.

Hal itu lantas menjadi fokus bagi institusi Polri, untuk tetap terbuka terhadap masyarakat dalam mengungkap setiap kasus.

"Ini adalah pertaruhan intitusi Polri, sehingga angka 78 itu minimal sama atau naik. Sesuai arahan bapak presiden, bahwa kita tidak akan ada yang ditutup-tutupi, semua kita buka sesuai fakta, ungkap kebenaran apa adanya. Jadi itu yang jadi pegangan kita," imbuhnya.

Selain kasus Ferdy Sambo, Sigit lantas mengingatkan para jajaran Polri di seluruh tanah air untuk bertugas dengan baik dan benar. Termasuk menanggapi setiap keluhan masyarakat.

Apabila ada yang kedapatan berlaku di luar kode etik kepolisian, pidana, curang, dan semacamnya akan ditindak tegas.

"Jika ada yang kedapatan, jabatannya akan saya copot. Saya tidak peduli apakah itu Kapolres, Direktur, apakah itu Kapolda, saya copot. Di Mabes juga sama. Tolong betul-betul diperhatikan," tegas Sigit.

"Ini pertaruhan kita, tinggal rekan-rekan memilih yang mana. Yang enggak sanggup, angkat tangan. Kalau sanggup, kerjakan. Propam saya minta turun dan awasi," katanya.

Menurunnya marwah institusi Polri tengah menjadi keseriusan yang ditanggapi oleh Kapolri Sigit. Apalagi kasus meninggalnya Brigadir J, Sigit memastikan, Polri akan terus mengusut tuntas kasus itu tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Tak ayal video conference arahan Kapolri Sigit tersebut lantas viral dan ramai dikomentari warganet. Mereka berharap bahwa yang disampaikan oleh sang jenderal, bisa benar-benar diterapkan di lapangan.

"Bapak listyo mantul..jangan ada yang ditutup2i. Jujur pak sebagai sipil kalo lihat seragam polisi pengem teeriak sambo samboo...semoga citranya bisa membaik. Kepercayaan rakyat bisa membaik," tulis akun @bertydp.

"Di dalam kerajaan Polri ada suatu kerajaan lagi," komentar akun @lindanovy_mahmudi.

"Mantap jendral.....masih banyak polisi yang baik kok. Semoga polisi bisa bener bener nurut instruksi bapak. 🔥," tukas akun @ata_aja_05.

"Kembalikan kepercayaan publik 🔥🔥🔥👏👏👏,, #savepolri," komentar akun @azep_9.

"Kalau sekedar arahan dan pernyataan seperti ini, dari jaman Kapolri dulu-dulu pun gitu juga pak. Yang dibutuhkan itu praktek nyata dilapangan pak krn yang saya tau, efektivitas praktek dilapangan masih sangat jauh dari harapan krn masih banyak aparat-aparat kita yang ketika turun kelapangan utk memberantas smua sesuai arahan, banyak kongkalikong, nego sana nego sini, banyak "bermain" dan lain sebagainya," tulis akun @rickysianiparr.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menggelar arahan melalui video conference kepada seluruh jajaran Polri se-Indonesia, Kamis (18/8). Ia juga memberikan pengarahan soal perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas).

Berikut videonya.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by DIVISI HUMAS POLRI (@divisihumaspolri)

Halaman Berikutnya Sebelum Ditanam, Kenali 12 Tanaman Hias Beracun yang Perlu Dijauhkan dari Anak dan Hewan
Rekomendasi