Gemulainya Penari Jaipongan Kini jadi Taruni AAU, Mengaku Kaget Harus Bersikap Gagah

Kini Taruni bernama Fitri ini telah menjadi Komandan Element II Flight 3.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
Gemulainya Penari Jaipongan Kini jadi Taruni AAU, Mengaku Kaget Harus Bersikap Gagah
Gemulainya Penari Jaipongan Kini jadi Taruni AAU. kanal YouTube Lembur Pakuan Channel ©2022 Merdeka.com

Kisah inspiratif hadir dari seorang penari jaipongan yang menjadi Serma Taruna Akademi Angkatan Udara (AAU). Seakan berbanding terbalik dari yang awalnya lemah gemulai, menjadi sosok tegas yang gagah.

Bahkan hebatnya lagi, kini Taruni bernama Fitry ini telah menjadi Komandan Element II Flight 3. Memimpin anak buah sebanyak 114 Sersan Taruna, Fitry khusus mengontrol Taruni.

Uniknya lagi, Fitri mengaku sempat syok. Karena profesinya yang begitu berbeda dengan gemulai dirinya dulu.

Simak kisah selengkapnya berikut ini, seperti dihimpun dari kanal YouTube Lembur Pakuan Channel, Kamis (21/7).

Fitry merupakan seorang penari sejak masih duduk di bangku SD. Bahkan kerap mengikuti pertunjukan keliling.

Tapi kini Fitry telah menjadi seorang Taruni di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta berpangkat Sersan Mayor Satu Taruna.

"Ikut grup sejak SD, gemulai dong, lembut, penuh dengan perasaan," ujar Kang Dedi Mulyadi.

"Siap iya, sampai SMA," jawab Fitry.

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi rupanya sudah pernah mengenal Sermatutar Fitry sebelum menjadi Taruni. Karena dulu selama menari, ia kerap berkeliling dengan grupnya.

"Memangnya dulu ikut menari biar bisa ikut Taruni jadi tentara gitu?," tanya Dedi.

"Siap tidak," tegasnya.

Bahkan hingga saat ini Sermatutar Fitry masih menari. Kecintaannya terhadap kesenian tersebut dituangkan selama mengenyam pendidikan militer di AAU.

"Karena kesenian itu diperlukan di mana pun. Masih menari (di Angkatan Udara). Siap di Yogyakarta," kata dia.

Dedi lantas penasaran, jika berseragam Taruni yang gagah tapi menari gemulai.

"Di sana menari ada bajunya khusus. Pakai ini (seragam PDL) boleh," imbuh Fitry sembari menunjukkan aksi menari jaipongannya.

Umumnya dunia kesenian tari dilingkupi dengan lentik dan gemulainya jemari hingga tubuh. Tak ayal sosok Sermatutar Fitry yang mendadak harus gagah di kesatuan militer.

"Terkejut enggak dari dunia kelembutan tari, masuk ke dunia penuh kedisiplinan, dunia penuh kekuatan pikiran, hati dan raga? Gimana, syok enggak di awal?," tanya Dedi lagi.

Hal itu lantas membuat Sermatutar Fitry terkejut. Apalagi saat pertama masuk langsung menerima perintah menjalankan banyak tempaan fisik dan kedisiplinan.

"Siap, awalnya syok. Karena kaget. Siap, pertama kali disuruh push up, rolling dan roll depan," ungkap Fitry.

Semenjak tamat dari jenjang SMA, Fitri mencoba peruntungan dengan mendaftar di militer. Sayangnya ia harus gagal di pemilihan tingkat akhir (Pantukhir) Rindam III/Siliwangi, Bandung, Jawa Barat.

Hal serupa terjadi di percobaan keduanya di tahun 2018. Rupanya nilai psikologinya Fitry masih belum sesuai.

"Siap, saya dari (daftar) 2017 tapi masuknya 2019. Karena tiga kali daftar baru lulus," tutur Fitry.

"Siap, tidak putus asa. Pertama gagal di Pantukhir daerah di Bandung. Kedua sama, semuanya gagal di Pantukhir daerah," terangnya.

Tak ingin menyerah, Fitry lantas menanyakan kelemahannya dan memperbaiki diri. Alhasil di percobaan ketiga Fitriy berhasil diterima.

"Siap, waktu awal dari psikologi belum sesuai. Siap kami latihan terus. Saya menanyakan kekurangannya. Masih belum ada rasa kepemimpinan, masih bisa dilatih jadi masih bisa berubah," katanya.

Rekomendasi