Hidup di tempat perantauan membuat semua orang senantiasa berjibaku mencari pundi-pundi rupiah. Tak sedikit yang lantas memiliki deretan pengalaman unik dan tak terduga.
Selayaknya pria yang satu ini. Selama lebih dari 3 dasawarsa, dia berjibaku bekerja serabutan.
Berasal dari Maluku, pria tersebut mengaku berprofesi sebagai penjaga tanah di Ibukota Jakarta. Kini, ia pun turut menjadi hansip dengan penghasilan minim. Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Senin (20/6/22).
Advertisement
Kelahiran Maluku & Merantau
Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi bertemu dengan seorang pria berpenampilan hansip secara tak terduga. Pertemuan keduanya tersebut berubah menjadi perbincangan yang hangat.
Usai cukup berbincang soal kondisi sekitar lokasi, Dedi tertegun. Pria kelahiran Subang tersebut terkaget mengetahui sang hansip yang rupanya berasal dari Maluku.
"Bapak Ambon?" tanyanya.
"Iya, Maluku Tengah," jawabnya.
"Bagaimana Bapak bisa pergi ke sini?" tanya Dedi kembali.
"Bertemu istri di Jakarta," cerita sang hansip.
Advertisement
Gaji Rp900 Ribu Enam Bulan
Dedi menyimak cerita kehidupan pria tersebut hingga merasa takjub kembali. Sebagai hansip, pria tersebut mengaku hanya mendapatkan gaji sebanyak Rp900 ribu saja.
Bahkan, penghasilan tersebut tak serta merta diperoleh dalam kurun waktu singkat. Diketahui, gaji tersebut dibayarkan dalam waktu enam bulan sekali.
"Berapa gaji Linmas di Karawang sebulan?" tanyanya.
"Rp900 ribu (untuk) enam bulan," jawabnya.
Advertisement
Punya Usaha Sampingan
Mengetahui kenyataan hidup yang dimiliki sang hansip membuat Dedi tertegun. Mantan Bupati Purwakarta tersebut tak merasa yakin dengan penghasilan milik sang hansip.
Hansip tua tersebut lantas memberikan pengakuan kembali. Dia menyebut tetap memiliki pekerjaan sampingan demi mencukupi kebutuhan hidup.
"Berarti bapak gajinya Rp150 ribu sebulan. Bapak gajiannya 6 bulan sekali?" tanya Dedi.
"6 bulan sekali," terangnya.
"Memang bapak makannya 6 bulan sekali? Makan mah setiap hari pak," sanggah Dedi.
"Iya, tapi ada usaha sampingan," ujarnya.
Advertisement
32 Tahun di Jakarta
Semua hal tersebut dilakoni sang hansip hingga lebih dari 30 tahun. Ia menuturkan, kini dirinya bahkan telah mengalami pasang surut kehidupan selama 32 tahun di Ibukota Jakarta.
"Saya sudah 32 tahun di Jakarta, merantau," ceritanya.
Jaga Tanah Orang di Ibukota
Sebelum berseragam Linmas, pria tersebut rupanya merupakan pengurus beberapa tanah di Ibukota. Beberapa lahan milik para pejabat hingga orang awam pernah ia jaga.
"Tadinya jadi collector, mengurus dan menjaga lahan-lahan orang. Bukan menagih utang. Saya orangnya jujur pak, bukan preman," terangnya.