Mantan Napi Ungkap Kehidupan Seks Dalam Penjara, Sekali Main Harganya Fantastis

Transaksi seks lumrah terjadi di dalam penjara. Para napi bisa melakukannya dengan istri atau dengan wanita panggilan.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
Mantan Napi Ungkap Kehidupan Seks Dalam Penjara, Sekali Main Harganya Fantastis
Ilustrasi penjara. ©2018 Merdeka.com

Menjalani kehidupan di penjara sebagai narapidana tentu memiliki banyak tantangan. Bagi yang sudah menikah, tentu saja tak bisa melakukan hubungan seks untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.

Namun hal mengejutkan diungkapkan oleh seorang mantan napi perampokan. Pablo, nama samaran dari pria mantan napi perampokan ini mengungkapkan transaksi seks di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang pernah dialaminya.

Dia mengungkap transaksi seks lumrah terjadi di dalam penjara. Para napi bisa melakukannya dengan istri atau dengan wanita panggilan.

Ruangan untuk melakukannya pun bisa dikondisikan. Namun semua itu tak gratis. Ada harga fantastis yang harus dibayar para napi yang mau melakukannya.

Penasaran dengan kisah selengkapnya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini, seperti dikutip dari kanal YouTube Bincang Ranjang, Jumat (17/6).

Sebuah kisah diungkapkan oleh seorang mantan narapidana yang telah empat kali keluar dan masuk jeruji besi. Pablo mengungkapkan kehidupan seks selama di penjara.

"Kalau seks dalam penjara ada, tapi kita koordinasi, kordi gitu sama bapak-bapak petugas. Kordi, beli di dalam tapi beda tempat. (Tempat untuk berhubungan seks) Model kayak aula, ruangan gede. Tempat peristirahatan bapak-bapak petugas," kata Pablo nama samaran.

Untuk sekali main saja, para napi harus mengeluarkan biaya sewa kamar mencapai Rp2,5 sampai Rp3 juta. Ini belum termasuk biaya wanita yang dipanggil.

"Pernah, cuma mahal. Ada yang Rp2,5 juta sampai Rp3 juta untuk sekali main. Seselesainya saja, enggak ada maksimal batas waktu. Kalau kita kasarannya sudah selesai, ya sudah. Benar-benar fantastis, benar-benar mahal," ungkapnya.

Dia mengatakan, para napi bisa berhubungan dengan istri sendiri atau dengan wanita panggilan. Namun mereka harus membayar sewa kamar atau ruangannya.

"Dua-duanya (Bisa dengan istri sendiri atau wanita lain). Untuk bayar kamarnya saja segitu. Nanti kalau perempuannya beda lagi. Intinya yang penting cakep gitu saja (tipe wanita panggilannya)," terang Pablo.

Menurutnya, banyak wanita panggilan yang senang jika dipanggil untuk berhubungan dengan napi. Sebab, ada fantasi dan sensasi berbeda di penjara.

"Ya main di dalam penjara, kan fantasinya beda. Rata-rata cewek itu yang senang malahan. Karena belum pernah. Kalau dibilang gaya ya sama, prosesnya tahap per tahap, pintu per pintu mereka ada," imbuhnya.

Meski berhubungan dengan istri sendiri, para narapidana tetap saja harus membayar sewa ruangan khusus. Sementara untuk wanita sewaan, harus mengeluarkan biaya sekira Rp1 juta lagi.

"Walau pun sama istri, tetap bayar juga. Aulanya tempat tertutup juga. Ini side job mereka (petugas). Ceweknya beda lagi (bayarannya). Sebetulnya mahalan ruangannya dari pada ceweknya. Sekitar Rp1-an," papar Pablo.

"Kalau saya sih 3 kali, selama 4 kali dalam penjara. Sekali sama istri, yang dua beli," ungkapnya.

Jika memiliki uang lebih, maka para narapidana bisa memenuhi kebutuhan bilogisnya itu. Jika tidak, mereka akan melakukan hal-hal lain untuk menetralkan.

"Kalau mau berhubungan, tergantung dari kitanya yang penting kita punya uang. Semua kalau ada uang, apa pun bisa terjadi. Enggak ada aturan. Aulanya di atas gedungnya pun sendiri. Istilahnya itu mess para penjaga," ujar Pablo.

"Kalau join satu ruangan enggak bisa. Satu ruangan ya khusus satu napi. Sportif," sambungnya.

Menurut Pablo. kehidupan seks di penjara memberikan dirinya kebahagiaan. Karena sensasi yang ditimbulkan berbeda.

Terutama karena sudah terlalu lama berpisah dengan istri. Sehingga saat bisa bertemu lagi atau dijenguk dan berhubungan, seakan kembali ke masa perjumpaan awal.

"(Berhubungan sama istri) lebih menikmati, sensasinya kan beda, momen jarang, apalagi sudah lama gitu. Intinya biar senang, jadi otak enggak kepikiran. Serasa seperti malam pertama lagi," pungkas Pablo.

Rekomendasi