Sebuah video merekam detik-detik mengharukan ketika seorang gadis penderita lumpuh akhirnya bisa berjalan kembali, dibagikan oleh kanal Youtube SANTRI PASUNDAN TV.
Dalam keterangan, disebutkan jika warga Malangbaong, Kabupaten Garut, Jawa Barat itu sudah mengalami kelumpuhan selama empat tahun belakangan.
Mengaku sempat putus asa karena tak kunjung sembuh, gadis bernama Nisa itu akhirnya perlahan bisa berjalan kembali usai ditangani oleh tim dari Relawan Sosial Masyarakat Pasundan (Remasha). Berikut videonya:
Advertisement
Gadis Lumpuh Empat Tahun Bisa Berjalan Lagi
Melansir dari unggahan di kanal Youtube SANTRI PASUNDAN TV, membagikan video merekam detik-detik ketika gadis bernama Nisa itu bisa berjalan lagi untuk pertama kalinya setelah menderita lumpuh selama empat tahun.
Disebutkan, jika Nisa mengalami kelumpuhan sekitar 4 tahun lalu saat usianya masih 18 tahun. Penyebabnya kelumpuhan Nisa pun bisa dibilang cukup sepele. Kakinya tak bisa lagi digerakan setelah ia jatuh karea tersandung tikar di rumah.
Sejak saat itulah Nisa mengalami kelumpuhan dan tak bisa berjalan normal seperti sedia kala. Untuk beraktivitas, Nisa pun harus mengandalkan bantuan dari kedua orang tuanya. Sebagai informasi, Nisa tinggal di sebuah rumah kayu di Malangbaong, Kabupaten Garut, Jawa Barat bersama dengan kedua orang tua dan ke-tujuh saudaranya.
Advertisement
Dibantu Untuk Disembuhkan
Sebelumnya Nisa memang disebut sempat beberapa kali melakukan pengobatan, namun tak kunjung ada perubahan. Karena keterbatasan ekonomi, keluarganya pun tak bisa sering-sering membawa Nisa untuk melakukan terapi. Mengaku sempat pasrah, kini Nisa justru kembali bisa berdiri dan berjalan perlahan berkat bantuan dari tim dari organisasi sosial setempat bernama Remasha. Saat dihubungi, Dewan Pembina Relawan Masyarakat Pasundan (Remasha) Aceng Ahmad Nasir pun menceritakan awal mula ia dan timnya menemukan keberadaan Nisa. Ia menyebut, awalnya mendapat laporan dari warga yang menceritakan tentang kondisi Nisa dan keluarganya. Kemudian, ia bersama anggota Remasha lainnya pun langsung memutuskan mendatangi kediaman Nisa.
"Kita denger kelurganya enggak mampu akhirnya kita datengin ke Malangbong, pas lihat begitu miris lah," kata Nasir kepada Merdeka.com.
Advertisement
Bisa Berjalan Lagi
Sesampainya di lokasi, tim Remasha yang juga terdiri dari beberapa ahli pengobatan alternatif berbasis spiritual pun langsung mencoba untuk mengobati Nisa. "Pertama kita lakukan ruqyah. Dari proses kita datang 15 menit doa segala macem dia bisa jalan. Pas sudah bisa berdiri jalan baru tim terapis datang. Kalau secara batin sudah beres nah baru secara fisiknya kita tangani juga," kata Nasir.
Dalam video yang dibagikan, merekam detik-detik ketika Nisa akhirnya bisa berdiri dan berjalan secara perlahan. Kedua orang tua Nisa yang menyaksikan anaknya akhirnya bisa berjalan kembali pun sampai tak kuasa menahan tangisnya.Usai melakukan pengobatan, Nasir menyebut jika tim-nya secara rutin masih akan melakukan kunjungan ke kediaman Nisa untuk melihat perkembangan gadis berusia 22 tahun tersebut. "Tim kita mau cek lagi ke sana per 2 minggu lah. Karena target kita 3 bulan sembuh total," ungkapnya.
Advertisement
Tawarkan Pekerjaan
Tak hanya sampai di situ itu, Nasir bersama Remasha juga memberikan tawaran kepada Nisa untuk memberinya pekerjaan jika ia ingin beraktivitas kembali setelah sembuh. "Kalau nisa mau bekerja di sini kan kita ada industri yang basisnya perempuan, nanti kita bawa. (Katanya) pengin kuliah nanti juga kita pikirkan. Karena kita juga lagi pikirkan kerja sama dengan kampus-kampus untuk kuliah gratis kerjasama dengan LP3I Bandung," kata Nasir.
Remasha sendiri merupakan organisasi non-profit yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan khususnya di wilayah Jawa Barat. Organisasi ini ada untuk menjadi jembatan bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan bantuan. "Kita pure enggak ada yang mendanai. Jadi di sini kita bekerja secara ikhlas tanpa dibayar. Pokoknya apa saja kita bantu semampu kita aja lah istilahnya," kata Nasir. Dengan menggandeng berbagai ahli pengobatan alternatif, mereka dengan ikhlas dan tanpa pamrih biasa melakukan pengobatan gratis membantu masyarakat kurang mampu, seperti keluarga Nisa. Anggota Remasha juga disebut secara rutin melakukan beragam kegiatan yang berhubungan dengan sosial kemanusiaan.
Advertisement