Sebagian besar masyarakat Indonesia tak jarang yang mengimpikan dapat bekerja di luar negeri, salah satunya di Arab Saudi. Keinginan itu biasanya karena iming-iming pendapatan bulananan yang lebih besar..
Kendati demikian, masih ada sebagian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang harus mengalami pengalaman pahit. Bahkan sampai terseret kasus hukum hingga dipenjara. Seperti pengalaman Warga Negara Indonesia (WNI) satu ini.
Meski pernah merasakan pengalaman pahit, tak lantas membuatnya trauma atau pulang lagi ke tanah air. Ia justru tetap betah dan memilih terus berkarier di sana.
Simak kisah nyata pengalaman unik WNI berikut ini, seperti dihimpun dari kanal YouTube Alman Mulyana, Jumat (29/4).
Advertisement
WNI Dipenjara di Arab
Sebuah pengalaman pilu tak terduga yang harus dialami oleh Azani. Ia membagikan kisahnya saat mengawali kariernya sebagai TKI di Kota Mekkah, Arab Saudi.
Dalam kesempatan itu, Alman Mulyana mengajak Azani untuk ngabuburit sembari menceritakan pengalamannya bekerja untuk orang lain. Rupanya Azani pernah merasakan tinggal di balik jeruji besi di Arab selama dua bulan.
"Ini saya ngajak orang yang pernah dipenjara," kata Alman.
"Dipenjara dua bulan waktu selesai hajian, bulan delapan," ujar Azani.
Advertisement
Difitnah Menggelapkan Uang oleh Majikan
Tak kalah mencengangkan, Azani menjadi korban tuduhan yang dilakukan oleh majikannya sendiri. Ia terpaksa mempertanggungjawabkan kesalahan sang majikan dengan menjadi tahanan hukum pidana.
Pemuda yang sekarang juga menjadi YouTuber ini mengaku dituduh menggelapkan uang di tempat kerja. Akhirnya harus ditangkap dan berurusan dengan Polisi Arab.
"Itu dulu kasusnya kenapa?," tanyanya lagi.
"Kasusnya pengiriman duit. Itu fitnahan. Saya difitnah sama majikan yang dulu," ungkap Azani.
Advertisement
Makin Betah Tinggal di Arab Saudi
Uniknya lagi, meski telah mengalami peristiwa pilu yang cukup menyeramkan. Tapi Azani tak menjadikannya sebagai trauma dan kembali ke Indonesia.
Ia justru mengaku makin betah dan tak kapok menjadi TKI di Arab. Lantaran selama di Mekkah, bisa beribadah dengan lebih tenang dan nyaman.
"Padahal kamu sudah pernah dipenjara di sini, tapi kenapa kamu enggak kapok tinggal di sini?," tanya Alman.
"Karena kalau di Mekkah kita bisa ibadah, umrah, kalau sudah sampai di Indonesia, malah kalau ingin umrah harus nunggu lama," jawabnya.
"Iya di Indonesia memang bisa ibadah, tapi kalau ibadah di sini rasanya 1.000 kali lipat beda. Si Azani ini meski sudah dipenjara tetap enggak kapok,"
"Malah tambah senang," tukas Azani.
Advertisement
Video Jumpa dengan WNI yang Pernah Dipenjara
Pertemuan Alman dan Azani memberikan kisah pengalaman seru sebagai TKI, hingga menerima kasus pidana sampai dipenjara di Arab Saudi.
Berikut videonya.