Menjadi PNS atau aparatur sipil negara (ASN) rasanya merupakan impian bagi sebagian besar orang di tanah air. Namun, hal tersebut seolah tak berlaku bagi sosok pria bernama Nofi Bayu.
Di tengah kesuksesannya meraih asa menjadi seorang ASN, ia justru memutuskan untuk berhenti. Ia lantas pulang kampung untuk memulai aktivitas kemanusiaan.
Salah satunya yakni dengan berbagi ilmu dan pengalamannya kala itu. Hal itu pun dibayar kontan dengan kesuksesannya usai banting setir menjadi seorang pengusaha. Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube HaloBos.
Advertisement
Pilih Resign PNS & Balik Kampung
Nofi menceritakan kisahnya kembali saat menentukan keputusan paling penting di hidupnya kala itu. Memilih jalan keluar usai menjadi abdi negara tentu bukan hal yang mudah.
Nofi pun mendapatkan beragam reaksi dari sanak keluarga hingga rekan kerja. Namun, keputusan Nofi telah bulat, ia ingin keluar dari pekerjaannya kala itu.
Niatan Nofi itu lantas terkabul usai bertukar pikiran dengan banyak orang. Nofi lantas memilih untuk kembali ke kampung halaman di Purbalingga saat ia mendapatkan banyak dukungan untuk melangkah di jalan berbeda.
"Setelah berulang kali sharing, akhirnya (keluarga) percaya dan waktu itu disetujui. Ya sudah, aku mengetik surat dan prosesnya itu memang lama ya kalau birokrasi, ya sekitar 6 bulan lah karena direview (banyak pihak)," ujarnya.
"Tapi alhamdulillah semua support, keluarga support, teman-teman kerja dan atasan juga support. Akhirnya balik ke kampung buat bikin inisiasi," tambahnya.
Advertisement
Berbagi Ilmu
Nofi lantas beralih. Ia fokus untuk menyebarkan ilmu ke anak-anak di sekitar kediamannya pada tahun 2017 silam.
Pria jebolan PKN STAN ini pun menuturkan, ia memulai semuanya dengan mendirikan kelompok untuk berbagi ide. Lewat itu lah Nofi dapat menyalurkan dan membagikan ilmu soal e-commerce.
Tujuannya tak lain untuk memberikan pendidikan mengenai bisnis, terlebih melalui penggunaan teknologi yang kini semakin canggih. Selain itu, awalnya Nofi berharap agar anak-anak tersebut dapat merintis bisnis dan memasarkannya secara online.
"Saya memulai ini tuh tahun 2017. Waktu itu konsepnya hanya sebuah komunitas yang mana aku lakukan satu minggu sekali, aku mengajar anak-anak desa di situ, aku kumpulkan mereka lalu aku share ilmu e-commerce khususnya digital marketing biar mereka paham dan bisa bisnis di online begitu," terangnya.
Advertisement
Berbekal dari Pengalaman Diri Sendiri
Berbagi ilmu tentu membutuhkan banyak informasi dan pengetahuan. Nah, dua hal tersebut telah dimiliki Nofi sejak dirinya duduk di bangku perkuliahan.
Pada saat itu, Nofi telah memulai untuk bergerak ke arah bisnis. Ia merintis untuk menjadi penjual barang secara online.
Ia mengakui, pendapatannya pada saat itu cukup untuk membantu keuangan orangtua. Pengalaman itu yang lantas menjadi bekal bagi Nofi untuk berbagi ilmu kepada anak-anak di sekitar kediamannya.
"Jadi aku berbagi ilmu itu berbekal dari pengalamanku yang dulu. Aku sejak mahasiswa itu punya pekerjaan sampingan jualan online dan lumayan sih dari situ. Dan sempat membangun tim. Jadi dari situ lumayan bisa membantu orangtua dan sebagainya," terangnya.
Advertisement
Bangun Usaha, Punya Ratusan Karyawan
Saat ini, komunitas tersebut telah berkembang menjadi semakin besar dan sukses. Bahkan, kini Nofi justru dapat memperkerjakan ratusan karyawan melalui PT Kampung Marketerindo Berdaya (Komerce).
Selain bertujuan untuk mencari pendapatan, Nofi senantiasa juga memiliki harapan mulia bagi para pelanggannya. Nofi berharap, semua orang yang dibantunya melalui start up miliknya bakal memiliki bisnis yang turut sukses.
"Kesibukan saya sekarang itu di Komerce. Komerce itu adalah sebuah start up di mana kita berusaha melakukan digitalisasi UMKM dan kita mulai membantu UMKM dalam menyediakan tim e-commerce untuk memaksimalkan bisnis mereka di internet," ucapnya.
Meski tak mudah dan berliku, namun semua proses akan mendapatkan hasil yang nyata. Terbukti dari Nofi yang rela resign dari pekerjaannya sebagai ASN dan terjun bebas pada dunia bisnis.
Dari semua perjuangan Nofi, perlahan ia pun mulai menuai hasilnya. Kesuksesan masih berada di tangan Nofi dan siapa saja yang mau berusaha.