Terlahir dari orangtua kaya raya impian banyak orang. Sebab harta yang berlimpah akan dimiliki secara otomatis. Dengan begitu berbagai keinginan pasti mudah terpenuhi.
Tak sedikit anak orang kaya hidupnya dipenuhi dengan kemewahan. Berbagai fasilitas seperti kendaraan hingga barang-barang mahal mampu didapatkan dengan sekejap.
Meski begitu bermewah-mewah ria tak berlaku bagi anak konglomerat berikut ini. Mereka lebih memilih berpenampilan apa adanya, asalkan nyaman. Padahal orangtuanya orang terkaya di Indonesia, namun mereka tak berlaga borjuis.
Berikut ulasannya dilansir dari berbagai sumber, Senin (11/4).
Advertisement
Grace Tahir Pilih Berpenampilan Sederhana
Banyak orang pasti tak percaya jika hidup anak konglomerat bisa sederhana. Namun itu dibuktikan oleh Grace Tahir, putri pemiliki Grup Mayapada Sri Dato Tahir.
Dalam perbincangan dengan Denny Sumargo beberapa waktu lalu, Direktur di rumah sakit Mayapada ini mengaku jika sejak dulu orangtuanya selalu mengajarkan kesederhanaan. Sehingga dia pun kini terbiasa dengan gaya hidup sederhana.
Seperti misalnya, dalam berpenampilan Grace lebih mengutamakan kenyamanan dibanding merek mahal dan mewah. Menariknya, saat dihitung total outfit Grace sangat di luar dugaan.
"Kaca mata berapa, mana gue ingat. Ini kayaknya satu atau dua juta. Ini baju waktu charity, ini gue ingat 1 jutaan. Tapi ini dulu buat charity," kata Grace.
"Ini sepatu skating shoes dari new balance, maksudnya murah enggak mahal, sejutaan kali. Kalau kaus kaki, Rp100 atau Rp200 ribu. Jam Casio Rp600 ribu, murah," lanjut Grace.
Meski outfitnya tak seperti gambaran anak konglomerat, namun dia mengaku itu penampilan paling rapi. Untuk urusan kendaraan, cucu pendiri Lippo Group itu mengatakan tak mempunyai mobil-mobil mewah seperti sport.
Dia hanya menggunakan Alphard, mobil yang umum digunakan orang-orang kaya.
Advertisement
Kekayaan Dato Sri Tahir
Padahal, Grace bisa saja menggunakan dan membeli kendaraan dan barang-barang mahal. Mengingat orangtuanya merupakan orang terkaya di Indonesia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dato Sri Tahir memiliki total kekayaan sekira US$2,6 miliar atau setara dengan Rp37,1 triliun yang berjalan dalam sejumlah produk seperti media cetak, TV berbayar, ritel, rumah sakit, properti, dan keuangan.
Advertisement
Anak Bos Djarum Lakban Sepatu Jebol
Bukan perkara sulit membeli barang bagus dan mewah bagi anak konglomerat Indonesia. Dengan harta yang berlimpah, mereka bisa mudah mendapatkan segalanya yang dibutuhkan.
Tapi rupanya itu tak berlaku Armand Hartono. Anak dari bos Djarum Robert Budi Hartono ini memilih hidup sederhana dalam kesehariannya. Salah satunya yang pernah ramai jadi omongan ialah melakban sepatu yang sudah rusak.
Sebagian orang mungkin tak akan percaya anak konglomerat melakukan hal receh tersebut. Tapi faktanya, Armand mengakui jika dia melakban sepatunya.
"Saya sih begini nggak mikir ya Pak. Itu ya otomatis ya kalau ada sepatu rusak ya dilakban aja ya. Ya lagi jalan-jalan, mungkin itu dulu kebanyakan nonton McGyever di waktu kecil," jawab Armand Hartono saat Hermanto Tanoko menanyakan soal lakban sepatu.
Ketika kecil Armand Hartono pun hidup selaknya anak-anak pada umumnya. Walau ia adalah anak bos perusahaan Djarum, keinginannya tak melulu bisa didapatkannya.
"Buat saya sih hidupnya normal (keinginan tak selalu terpenuhi). Ya bagi saya normal ya seperti itu," jelas Wakil Presiden Direktur BCA itu.
Advertisement
Kekayaan Keluarga Hartono
Jika menilik asal keluarga Armand, bukan sesuatu yang sulit baginya membeli sepatu mahal. Namun dengan terbiasa hidup sederhana dan apa adanya, tak menjadikannya larut pada kekayaan yang dimiliki.
Seperti diketahui, Hartono bersaudara Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan data Forbes tahun 2021, kekayaan kakak beradik ini mencapai Rp216,72 triliun.
Gurita bisnis Hartono bersaudara meliputi Grup Djarum, PT Bank Central Asia Tbk, Properti, Elektronik dan sektor Perkebunan.