Setiap profesi memiliki risiko kecelakaan kerja, termasuk dengan Polri. Namun, akan sangat mengganggu ketika mengalami kecacatan akibat kecelakaan kerja. Apalagi, seorang polisi sarat dengan aktivitas fisik saat bertugas.
Nasib nahas inilah yang dialami Niko, anggota Polres Jayapura, Papua. Dirinya sempat mengalami kecelakaan saat berpatroli pada bulan Ramadan, tepatnya 8 Juni 2017.
Hal itu Niko ceritakan lewat video YouTube Polisi Motret dengan tajuk' Bikin Nangis, Perjuangan Serdik Niko | PAK BHABIN | POLISI MOTRET' penasaran, berikut ulasannya.
Advertisement
Patroli ke Tempat Ibadah
Kala itu, Niko bersama keempat rekannya berpatroli ke beberapa masjid dan musala di Jayapura guna memastikan tidak ada kegiatan yang mengganggu aktivitas ibadah umat muslim, termasuk salat Tarawih.
"Kita patroli di sekitaran dari Doyo, Polres kita, sampai di batas kota," ucapnya dalam video YouTube.
Mereka lantas kembali dari batas kota. Disinyalir sang sopir mengalami kelelahan dan kantuk sehingga membanting setir ke kiri dan terjadi kecelakaan di wilayah Sentani Timur.
"Kita semua masuk ke got," ungkapnya.
"Karena kena benturan, saya mengalami patah tulang panggul," sambung Niko.
"Setelah kejadian kecelakaan itu, saya menjadi cacat dan saya melaksanakan tugas 50 persen sampai saat ini," imbuh dia.
Program Kapolri
Seiring waktu, pada Januari 2022, Kapolri membuka program lanjutan dari bintara ke perwira melalui Sekolah Inspektur Polisi (SIP). Niko lalu mendaftar dan menjadi salah satu personel di wilayah hukum Polda Papua yang lolos seleksi.
"Puji Tuhan, saya mendapatkan penghargaan dari Kapolri mengikuti pendidikan Setukpa Lemdiklat Polri di Sukabumi," katanya.
Advertisement
Program Kapolri
Seiring waktu, pada Januari 2022, Kapolri membuka program lanjutan dari bintara ke perwira melalui Sekolah Inspektur Polisi (SIP). Niko lalu mendaftar dan menjadi salah satu personel di wilayah hukum Polda Papua yang lolos seleksi.
"Puji Tuhan, saya mendapatkan penghargaan dari Kapolri mengikuti pendidikan Setukpa Lemdiklat Polri di Sukabumi," katanya.
Advertisement
Melakukan Operasi
Sementara itu, Pak Bhabin menawarkan kepada Niko untuk mengikuti operasi di Rumah Sakit (RS) Setukpa agar bisa berjalan normal kembali. Operasi tersebut adalah Kasetukpa Lemdiklat Polri, Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto.
"Ada Program dari Bapak Setukpa, Niko mau enggak jalan seperti yang lain, bisa tegap? Mau?" tanya Pak Bhabin.
"Mau!" jawab Niko.
"Ini kebetulan di Setukpa, fasilitas RS sudah luar biasa. Ayo, antar ke sana," balas Pak Bhabin.
Advertisement
Ucapkan Terima Kasih
Niko pun menyampaikan terima kasih kepada Kepala Setukpa, Kapolda Papua, dan Kapolri atas kesempatannya mengikuti SIP.
Dia juga memohon doa restu semoga operasi yang hendak dijalaninya berjalan lancar dan sukses.
Di sisi lain, saat berkesempatan video call, Brigjen Mardiaz meminta istri Niko tidak mengkhawatirkan keadaan suaminya.
"Suaminya pulang nanti pangkat baru dan kaki baru. Jangan khawatir, ya. Di sini, Pak Niko dikawal banyak orang, ada Pak Dokter. Sehat-sehat ya," katanya.