27 Kahlil Gibran Puisi yang Menyentuh Hati, Paling Populer dan Digemari

Selain Kahlil Gibran puisi, beragam karya lain turut menggiring nama besarnya di antaranya esai pendek, epigram, perumpamaan, prosa-puisi, serta apophthegm.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
27 Kahlil Gibran Puisi yang Menyentuh Hati, Paling Populer dan Digemari
kahlil gibran. painterest.com

Reputasi Kahlil Gibran di dunia seni begitu populer bahkan terjaga hingga kini. Karya-karyanya banyak diminati secara global menjadikannya penyair Amerika terlaris abad ke-20.

Selain puisi, beragam karya lain turut menggiring nama besarnya di antaranya esai pendek, epigram, perumpamaan, prosa-puisi, serta apophthegm. Berbagai karyanya lantas menyinggung mengenai kehidupan, romansa menyentuh hati, berbau agama, dan masih banyak lagi.

Kahlil Gibran adalah seorang penyair dan penulis asal Lebanon yang merantau ke Amerika bersama keluarganya. Namanya kian mencuat berkat buku prosa puisinya berjudul The Prophet, sebuah contoh awal dari fiksi inspirasional.

The Prophet kian populer tahun 60-an dan 70-an. Buku tersebut terus meningkat popularitasnya sejak diterbitkan pada tahun 1923. Ketenarannya dinilai berasal dari nada formal yang digunakan oleh Kahlil Gibran, sebagai lawan dari bahasa puitis tradisional yang ditemukan pada penyair di era sebelumnya.

Melalui karya-karya Kahlil Gibran, orang dapat melihat pengaruh spiritual, terutama umat Kristen kala itu. Sebagian besar orang merasa melihat bahwa ada panggilan untuk berhubungan dengan Tuhan secara intim melalui kalimat Kahlil.

Simak beberapa Kahlil Gibran puisi berikut ini, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (8/2).

1. Jatuh Cinta Padamu

Memesonanya kamu

Menyungging senyummu

Menghiasi raut wajahmu

Mendiamkan detak jantungku

Mataku jadi pencuri senyummu

Yang menghantam jantungku

Bingung tak menentu

Dengan kehadiranmu

Mungkinkah menerimaku

Kutakut kehilanganmu

Bila kau tahu perasaanku

Yang jatuh cinta padamu

2. Dari The Forerunner

(Kahlil Gibran)

Mereka berkata tentang serigala dan tikus

Minum di sungai yang sama

Di mana singa melepas dahaga

Mereka berkata tentang helang dan hering

Menghujam paruhnya ke dalam bangkai yg sama

Dan berdamai ¨C di antara satu sama lain,

Dalam kehadiran bangkai ¨C bangkai mati itu

Oh Cinta, yang tangan lembutnya

mengekang keinginanku

Meluapkan rasa lapar dan dahaga

akan maruah dan kebanggaan,

Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku

Memakan roti dan meminum anggur

Menggoda diriku yang lemah ini

Biarkan rasa lapar menggigitku,

Biarkan rasa haus membakarku,

Biarkan aku mati dan binasa,

Sebelum kuangkat tanganku

Untuk cangkir yang tidak kau isi,

Dan mangkuk yang tidak kau berkati.

3. Pandangan Pertama

Itulah saat yang memisahkan aroma kehidupan dari kesadarannya.

Itulah percikan api pertama yang menyalakan wilayah-wilayah jiwa.

Itulah nada magis pertama yang dipetik dari dawai-dawai perak hati manusia.

Itulah saat sekilas yang menyampaikan pada telinga jiwa tentang risalah hari-hari

yang telah berlalu dan mengungkapkan karya kesadaran yang dilakukan

malam, menjadikan mata jernih melihat kenikmatan di dunia dan menjadikan

misteri-misteri keabadian di dunia ini hadir.

Itulah benih yang ditaburan oleh Ishtar, dewi cinta, dari suatu tempat yang tinggi.

Mata mereka menaburkan benih di dalam ladang hati, perasaan

memeliharanya, dan jiwa membawanya kepada buah-buahan.

Pandangan pertama kekasih adalah seperti roh yang bergerak di permukaan

air mengalir menuju syurga dan bumi.

Pandangan pertama dari sahabat

kehidupan menggemakan kata-kata Tuhan, Jadilah, maka terjadilah ia.

4. Cinta: Kesatuan

Suatu hari engkau bertanya kepadaku,

manakah yang lebih penting bagimu

hidupku atau hidupmu?

Aku berkata, hidupku

lalu engkau pergi tinggalkan aku,

Tanpa kau tahu

Engkaulah sejatinya hidupku itu

5. Cinta Yang Agung

Adalah ketika kamu menitikkan air mata

dan masih peduli terhadapnya

Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih

menunggunya dengan setia

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain

dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku

turut berbahagia untukmu

Apabila cinta tidak berhasil

Bebaskan dirimu

Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya

dan terbang ke alam bebas lagi

Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan

kehilangannya

Tapi..ketika cinta itu mati

kamu tidak perlu mati bersamanya

Orang terkuat bukan mereka yang selalu

Menang melainkan mereka yang tetap tegar ketika

mereka jatuh

6. Wanita Sempurna

Aku akan tetap

Di sekitarmu dan dekat

Kamu tidak perlu takut

Kamu dibuat khusus

Oleh Mahakuasa untuk keberuntunganku

Aku akan menyentuh tubuhmu

Sebagai seseorang yang mencinta

Menginformasikan angin

Dan membuatmu menyerah

Dengan mantra sihir

Aku akan muncul di pagi hari

Dalam suara ayam yang menyambutmu

Ketika kamu pergi untuk berjalan-jalan pagi

Dan mendengar panggilanku

Kamu tidak bisa merangkul

Karena aku tidak punya wajah

Aku ada di mana-mana

Dan masih kamu menemukanku ada di mana-mana

Kamu seorang wanita sempurna

Dan baik hati

Aku akan merangkulmu dengan cinta

Pegang aku dalam iman dan percaya

7. Nyanyian Sukma

Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata; sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku, Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ; ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya, dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.

Betapa dapat aku mendesahkannya?

Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana

Kepada siapa aku akan menyanyikannya?

Dia tersimpan dalam relung sukmaku

Karena aku risau, dia akan terhempas

Di telinga pendengaran yang keras.

Pabila kutatap penglihatan batinku

Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,

Dan pabila kusentuh hujung jemariku

Terasa getaran kehadirannya.

Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya, Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.

Air mataku menandai sendu Bagai titik-titik embun syahdu

Yang membongkarkan rahasia mawar layu.

Lagu itu digubah oleh renungan,

Dan dikumandangkan oleh kesunyian,

Dan disingkirkan oleh kebisingan,

Dan dilipat oleh kebenaran,

Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan, Dan difahami oleh cinta,

Dan disembunyikan oleh kesadaran siang

Dan dinyanyikan oleh sukma malam.

Lagu itu lagu kasih-sayang,

Gerangan Kain atau Esau manakah yang mampu membawakannya berkumandang? Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:

Suara manakah yang dapat menangkapnya? Kidung itu tersembunyi bagai rahasia perawan suci,

Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?

Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?

Siapa yang berani membandingkan deru alam, Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian? Siapa berani memecah sunyi dan lantang menuturkan bisikan sanubari

Yang hanya terungkap oleh hati?

Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?

8. 7 Alasan Mencela Diriku

(Kahlil Gibran)

Tujuh kali aku pernah mencela jiwaku,

pertama kali ketika aku melihatnya lemah,

padahal seharusnya ia bisa kuat.

Kedua kali ketika melihatnya berjalan terjongket-jongket

dihadapan orang yang lumpuh

Ketiga kali ketika berhadapan dengan pilihan yang sulit dan mudah

ia memilih yang mudah

Keempat kalinya, ketika ia melakukan kesalahan dan cuba menghibur diri

dengan mengatakan bahawa semua orang juga melakukan kesalahan

Kelima kali, ia menghindar kerana takut, lalu mengatakannya sebagai sabar

Keenam kali, ketika ia mengejek kepada seraut wajah buruk

padahal ia tahu, bahawa wajah itu adalah salah satu topeng yang sering ia pakai

Dan ketujuh, ketika ia menyanyikan lagu pujian dan menganggap itu sebagai suatu yang bermanfaat

9. Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?

(Kahlil Gibran)

Ketika kita menangis?

Ketika kita membayangkan?

Ini karena hal terindah di dunia TIDAK Terlihat

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan..

Ada orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan

Tapi ingatlah­

melepaskan BUKAN akhir dari dunia..

melainkan awal suatu kehidupan baru..

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,

Mereka yang tersakiti,

mereka yang telah mencari

dan mereka yang telah mencoba..

Karena MEREKALAH yang bisa menghargai

betapapentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

10. Anak

(Kahlil Gibran)

Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dakapan dadanya berkata, Bicaralah pada kami perihal Anak.

Dan dia berkata:

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu

Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri

Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu

Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu

Kerana mereka memiliki fikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka

Kerana jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan cuba menjadikan mereka sepertimu

Kerana hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan

Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya, sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.

Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan

Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur teguh yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

11. Kehidupan

Engkau dibisiki bahwa hidup adalah kegelapan,

Dan dengan penuh ketakutan Engkau sebarkan,

apa yang telah dituturkan padamu,

penuh kebimbangan…

Kutawarkan padamu bahwa hidup adalah kegelapan,

jika tidak diselimuti oleh kehendak,

Dan segala kehendak akan buta,

bila tidak diselimuti pengetahuan…

Dan segala macam pengetahuan akan kosong,

bila tidak diiringi kerja,

Dan segala kerja hanyalah kehampaan,

kecuali disertai cinta…

Maka bila engkau bekerja dengan cinta,

Engkau sesungguhnya tengah menambatkan dirimu,

Dengan wujudnya kamu, wujud manusia lain,

Dan wujud Tuhan.

12. Ibu

Ibu,

merupakan kata tersejuk yang dilantunkan,

oleh bibir – bibir manusia,

Dan “Ibuku”,

merupakan sebutan terindah...

Kata yang semerbak cinta dan impian,

manis dan syahdu yang memancar,

dari kedalaman jiwa.

Ibu adalah segalanya,

Ibu adalah penegas kita dikala lara,

impian kata dalam rengsa,

rujukan kita di kala nista…

Ibu adalah mata air cinta,

kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi,

Siapa pun yang kehilangan ibunya,

ia akan kehilangan sehelai jiwa suci,

yang senantiasa merestui dan memberkatinya…

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu,

Matahari sebagai ibu bumi,

yang menyusuinya melalui panasnya,

Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi,

sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak,

syahdu tembang beburungan dan sesungaian…

Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan,

Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya,

Pepohonan, dan bebungaan,

adalah ibu yang tulus memelihara,

bebuahan dan bebijian.

Ibu adalah jiwa keabadian,

bagi semua wujud,

Penuh cinta dan kedamaian..

13. Bangsa Kasihan

Kasihan bangsa yang memakai pakaian yang tidak ditenunnya,

memakan roti dari gandum yang tidak dituainya,

dan meminum anggur yang tidak diperasnya…

Kasihan bangsa yang menjadikan orang bodoh menjadi pahlawan,

dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah,

Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur,

sementara menyerah padanya ketika bangun...

Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara,

kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan,

tidak sesumbar kecuali di runtuhan,

dan tidak memberontak kecuali ketika lehernya sudah berada di antara pedang dan landasan...

Kasihan bangsa yang negarawannya serigala,

falsafahnya karung nasi,

dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru...

Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya,

dengan trompet kehormatan namun melepasnya dengan cacian,

hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan trompet lagi...

Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu,

menghitung tahun-tahun berlalu dan orang kuatnya masih dalam gendongan,

Kasihan bangsa yang berpecah-belah,

dan masing-masing mengangap dirinya sebagai satu bangsa.

14. Alam Manusia

Dan sungai itu menjawab :

"Sebab aku dipaksa mengalir ke kota tempat Manusia merendahkan dan mensia- siakan diriku dan menjadikanku minuman-minuman keras dan mereka memperalatkanku bagai pembersih sampah, meracuni kemurnianku dan mengubah sifat-sifatku yang baik menjadi sifat-sifat buruk.”

Dan aku mendengar burung-burung menangis, dan aku bertanya :

“Mengapa engkau menangis, burung-burungku yang cantik?”

Dan salah satu dari burung itu terbang mendekatiku,
dan hinggap di hujung sebuah cabang pohon dan berkata :

“Anak-anak Adam akan segera datang di ladang ini dengan membawa senjata- senjata pembunuh dan menyerang kami seolah-olah kami adalah musuhnya.

Kami sekarang terpisah di antara satu sama yang lain,
sebab kami tidak tahu siapa di antara kami,
yang bisa selamat dari kejahatan Manusia,
Ajal memburu kami ke mana pun kami pergi.”

Kini, matahari terbit dari balik puncak pegunungan,
dan menyinari puncak- puncak pepohonan dengan rona mahkota.

Kupandangi keindahan ini dan aku bertanya kepada diriku sendiri :

Mengapa Manusia mesti menghancurkan segala karya?,
yang telah diciptakan oleh alam?'…

15. Batu Kelapa

(Kahlil Gibran)

Dua muda bercermin cahaya,
sesaat terik melepas biasnya di perigi
harap. Jengkal waktu merayap malas, bertali
dua perempuan paruh nafas luruh di tepi daun kaca:
merayu sepasang batu kelapa, terpukul nyata.

Keajaiban bagai memikat beliung
rasa dua muda itu, dan gegas melambung
paruh demi sepasang batu kelapa;
memundak gersang terka.

Tak lama batu kelapa menanak
santannya di tempurung berekor bulu.
Mengasah dua muda untuk menilik: adanya
kisah batu di kelapa selepas gelap.

16. Cinta Setubuh Padas

(Kahlil Gibran)

Cinta setubuh padas!

Bergelang waktu menggoda

sesal anak rahim di kandung celaka.

Mengunci tabir di buih-buih selaksa doa.

Mungkin karunia itu berakhir patah, atau

sekedar mengusap lempeng cumbu

bertahta angin! Dan cinta kian

menitik air mata di seanyam arang,

mantra hati menyusut di susuk semangat.

Kembalikanlah amarahku; oh, cermin sangga!

Lembut suara angannya mengelus padas,

agar memeluk kerat penguak duri

percintaan bersanding ajal.

Keadilan Cinta

ketika hati melangkah

ketika hasrat menggema

ketika rasa bergetar

saat itu daya tak kuasa

menemukan kekasih hati

dimanakah posisi cinta

dikala hati menginginkannya

apakah cinta hanya sebuah pelampiasan

dari hasrat diri

dimanakah rasa

dikala posisi cinta bergeser

cinta,

adakah cinta untukku

apakah cinta bisa berbuat adil

entahlah­

dayaku tak kuasa lagi untuk menemukan cinta

17. Cinta (I)

(Kahlil Gibran) Dari Sang Nabi

Lalu berkatalah Almitra, Bicaralah pada kami perihal Cinta.

Dan dia mengangkatkan kepalanya dan memandang? ke arah kumpulan manusia itu, dan keheningan menguasai mereka. Dan dengan suara lantang dia berkata:

Pabila? cinta menggamitmu, ikutlah ia

Walaupun jalan-jalannya sukar dan curam

Pabila ia mengepakkan sayapnya,

Engkau serahkanlah dirimu kepadanya

Walaupun pedang yang tersisip pada sayapnya akan melukakan kamu.

Pabila ia berkata-kata

Engkau percayalah kepadanya

walaupun suaranya akan menghancurkan mimpimu

seperti angin utara yang memusnahkan taman-taman

kerana sekalipun cinta memahkotakan kamu

Ia juga akan mengorbankan kamu

walaupun ia menyuburkan dahan-dahanmu

ia juga mematahkan ranting-rantingmu

walaupun ia memanjat dahanmu yang tinggi

dan mengusap ranting-rantingmu yang gementar

dalam remang cahaya matahari

ia juga turun ke akar-akarmu

dan menggoncangkannya dari perut bumi

Seperti seberkas jagung

ia akan mengumpulmu untuk dirinya

membantingkanmu sehingga engkau bogel

mengayakkanmu sehingga terpisah kamu dari kulitmu

mengisarkanmu sehingga engkau menjadi putih bersih

mengulimu agar kamu mudah dibentuk

dan selepas itu membakarmu di atas bara api

agar kamu menjadi sebuku roti yang diberkati

untuk hidangan kenduri Tuhanmu yang suci

Semua ini akan cinta lakukan kepadamu

supaya engkau memahami rahsia hatinya

dan dengan itu menjadi wangi-wangian kehidupan

tetapi seandainya di dalam ketakutanmu

engkau hanya mencari kedamaian dan nikmat cinta

maka lebih baiklah engkau membalut dirimu

yang bogel itu

dan beredarlah dari laman cinta yang penuh gelora

ke dunia gersang yang tidak bermusim

di sana engkau akan ketawa

tetapi bukan tawamu

dan engkau akan menangis

tetapi bukan dengan air matamu

Cinta tidak memberikan apa-apa melainkan dirinya

dan tidak mengambil apa-apa melainkan daripada dirinya

cinta tidak mengawal sesiapa

dan cinta tidak boleh dikawal sesiapa

kerana cinta lengkap dengan sendirinya

Dan pabila engkau bercinta

engkau tidak seharusnya berkata

kejadian adalah hatiku, sebaliknya berkatalah:

aku adalah kejadian

Dan janganlah engkau berfikir

engkau boleh menentukan arus cinta

kerana seandainya cinta memberkatimu

ia akan menentukan arah perjalananmu

Cinta tiada nafsu melainkan dirinya

tetapi seandainya kamu bercinta

dan ada nafsu pada cintamu itu

maka biarlah yang berikut ini menjadi nafsumu;

menjadi air batu yang cair

membentuk anak-anak sungai

yang menyanyikan melodi cinta

pada malam yang gelap gelita

untuk mengenal betapa pedihnya kemesraan

untuk merasa luka kerana engkau kini mengenali cinta

dan rela serta gembira

melihat darah dari lukanya

untuk bangun pada waktu fajar dengan hati yang lega

dan bersyukur untuk satu hari lagi yang terisi cinta

untuk beristirahat ketika matahari remang

untuk mengingati kemani dan dalam tidurmu berdoalah untuk kekasihmu

yang bersemadi di dalam hatimu

dengan lagu kesyukuran pada bibirmu

18. Cinta (II)

(Kahlil Gibran)

Mereka berkata tentang serigala dan tikus

Minum di sungai yang sama

Di mana singa melepas dahaga

Mereka berkata tentang helang dan? hering

Menjunam paruhnya ke dalam bangkai yg sama

Dan berdamai ¨C di antara satu sama lain,

Dalam kehadiran bangkai ¨C bangkai mati itu

Oh Cinta, yang tangan lembutnya

mengekang keinginanku

Meluapkan rasa lapar dan dahaga

akan maruah dan kebanggaan,

Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku

Memakan roti dan meminum anggur

Menggoda diriku yang lemah ini

Biarkan rasa lapar menggigitku,

Biarkan rasa haus membakarku,

Biarkan aku mati dan binasa,

Sebelum kuangkat tanganku

Untuk cangkir yang tidak kau isi,

Dan mangkuk yang tidak kau berkati

19. Cinta (III)

(Kahlil Gibran)

Kemarin aku berdiri berdekatan pintu gerbang sebuah rumah ibadat dan bertanya kepada manusia yang lalu-lalang di situ tentang misteri dan kesucian cinta.

Seorang lelaki setengah baya menghampiri, tubuhnya rapuh wajahnya gelap.

Sambil mengeluh dia berkata, Cinta telah membuat suatu kekuatan menjadi lemah, aku mewarisinya dari Manusia Pertama.

Seorang pemuda dengan tubuh kuat dan besar menghampiri.

Dengan suara bagai menyanyi dia berkata, Cinta adalah sebuah ketetapan hati yang ditumbuhkan dariku, yang rnenghubungkan masa sekarang dengan generasi masa lalu dan generasi yang akan datang.¯

Seorang wanita dengan wajah melankolis menghampiri dan sambil mendesah, dia berkata,

Cinta adalah racun pembunuh, ular hitam berbisa yang menderita di neraka, terbang melayang dan berputar-putar menembusi langit sampai ia jatuh tertutup embun, ia hanya akan diminum oleh roh-roh yang haus.

Kemudian mereka akan mabuk untuk beberapa saat, diam selama satu tahun dan mati untuk selamanya.¯

Seorang gadis dengan pipi kemerahan menghampiri dan dengan tersenyum dia berkata,

Cinta itu laksana air pancuran yang digunakan roh pengantin sebagai siraman ke dalam roh orang-orang yg kuat,? membuat mereka bangkit dalam doa di antara bintang-bintang di malam hari dan senandung pujian? di depan matahari di siang hari.¯

Setelah itu seorang lelaki menghampiri.

Bajunya hitam, janggutnya panjang dengan dahi berkerut, dia berkata, Cinta adalah ketidakpedulian yang buta. la bermula dari hujung masa muda dan berakhir pada pangkal masa muda.¯

Seorang lelaki tampan dengan wajah bersinar dan dengan bahagia berkata,

Cinta adalah pengetahuan syurgawi yang menyalakan mata kita. Ia menunjukkan segala sesuatu kepada kita seperti para dewa melihatnya.¯

Seorang bermata buta menghampiri, sambil mengetuk-ngetukkan tongkatnya ke tanah dan dia kemudian berkata sambil menangis,

Cinta adalah kabus tebal yang menyelubungi gambaran sesuatu darinya atau yang membuatnya hanya melihat hantu dari nafsunya yang berkelana di antara batu karang, tuli terhadap suara-suara dari tangisnya sendiri yang bergema di lembah-lembah.¯

Seorang pemuda, dengan membawa sebuah gitar menghampiri dan menyanyi,

Cinta adalah cahaya ghaib yang bersinar dari kedalaman kehidupan yang peka dan mencerahkan segala yang ada di sekitarnya.

Engkau bisa melihat dunia bagai sebuah perarakan yang berjalan melewati padang rumput hijau. Kehidupan adalah bagai sebuah mimpi indah yang diangkat dari kesedaran dan kesedaran.¯

Seorang lelaki dengan badan bongkok dan kakinya bengkok bagai potongan-potongan kain menghampiri.

Dengan suara bergetar, dia berkata, Cinta adalah istirahat panjang bagi raga di dalam kesunyian makam, kedamaian bagi jiwa dalam kedalaman keabadian.?

Seorang anak kecil berumur lima tahun menghampiri dan sambil tertawa dia berkata, Cinta adalah ayahku, cinta adalah ibuku. Hanya ayah dan ibuku yang mengerti tentang cinta.

Waktu terus berjalan.

Manusia terus-menerus melewati rumah ibadat. Masing-masing mempunyai pandangannya tersendiri tentang cinta. Semua menyatakan harapan-harapannya dan mengungkapkan misteri-misteri kehidupannya.

20. Hapus Air Matamu

(Kahlil Gibran)

Hapus air matamu

Aku tak ingin kau menangis lagi sayang

Yakin kan hati

Diriku tak akan memilih meninggalkanmu

Sekian waktu bersama

Tak bisa menepis kenyataan

Kita berbeda jalani keyakinan

Tapi kau yang kuinginkan dari segalanya

Setiap rinduku hanya memanggilmu

Ku yakin kaupun mengerti

Ku tak ingin menanggalkan hati

Yang telah satu untuk dirimu

Sayangku dengarkan aku

Takmungkin ku melepasmu

Kan kupertahankan Kau cinta aku

Dan semua air matamu kan berarti dihidupku

Bawalah cintaku bersamamu

Karena ku tetap miliku selamanya

Dan menikahlah denganku

Bahagialah sampai batas waktu tak terhenti

Ku hanya ingin kau jadi istriku

untukmu satu cinta dihati

21. Guru

(Kahlil Gibran)

Barangsiapa mahu menjadi guru,

biarkan dia memulai mengajar dirinya sendiri

sebelum mengajar orang lain,

dan biarkan dia mengajar dengan teladan sebelum mengajar dengan kata-kata.

Sebab mereka yang mengajar dirinya sendiri dengan memperbetulkan perbuatan-perbuatannya sendiri

lebih berhak atas penghormatan dan kemuliaan

daripada mereka yang hanya mengajar orang lain

dan memperbetulkan perbuatan-perbuatan orang lain.

22. Kata Selembar Kertas Seputih Salju

(Kahlil Gibran)

Kata selembar kertas seputih salju,Aku tercipta secara murni, kerana itu aku akan tetap murni selamanya.

Lebih baik aku dibakar dan kembali menjadi abu putih daripada menderita kerana tersentuh kegelapan atau didekati oleh sesuatu yang kotor.

Tinta botol mendengar kata kertas itu. Ia tertawa dalam hatinya yang hitam, tapi tak berani mendekatinya.

Pensil-pensil beraneka warna pun mendengarnya, dan mereka pun tak pernah mendekatinya.

Dan selembar kertas yang seputih salju itu tetap suci dan murni selamanya -suci dan murni- dan kosong.

23. Kan Ku Abaikan Segala Hasrat Ku

(Kahlil Gibran)

Kan kuabaikan segala hasratku

Agar kau tenang kan hatimu

Kupertaruhakan semua ragaku

Demi dirimu bintangku

Biarkan ku menggapaimu

Biarkan ku memanjakanmu

Dengan segala rasa yang kumiliki

Dan tak untuk menyakiti

Begitu indah rasa hasratku

Untuk memilikimu

Karena semua hanya hayalku

Apakah kan jadi miliku

Hidup ini indah

Walau takdir kadang tak ramah

Kuharus terus berlari

Sebelum nafasku berhenti

Tuk wujudkan semua mimpi

Menjelang masa depan yang kuingini

Kuingin suatu hari nanti

Bila semua mimpi hati telah kuraih

Ku ingin menghampiri dirimu lagi

Tuk memintamu menjadi pendamping diri Menjadi istriku

Dihatimu akan ku labuhkan cinta terakhirku

24. Ku Ingin Tahu Siapa

(Kahlil Gibran)

Dia yang memikat hati

Entah bagaimana caranya

Aku bisa tergoda

Ku curi-curi waktuku

Tuk mengusik hatinya

Banyak cara kucoba

Demi untuk mendapatkan hatinya

Mungkin kau tahu

Tuk mendapatkan nya

Tuhan tolonglah aku

Ingin kumenangkan hatinya tuk miliki

Jika mungkin kutahu apa yang bisa menaklukannya

Belah dadaku tuk butikan cintaku

Mungkin enggkau tahu aku cinta dia

Ingin ku menangkan hatinya tuk kumiliki

25. Musim Bunga

(Kahlil Gibran)

Marilah, sayang, mari berjalan menjelajahi perbukitan,

Salju telah cair dan Kehidupan telah terjaga dari lenanya

dan kini mengembara menyusuri pegunungan dan lembah-lembah,

Mari kita ikut jejak-jejak Musim Bunga, yang melangkaui

Ladang-ladang jauh, dan mendaki puncak-puncak perbukitan

®Tuk menadah ilham dari aras ketinggian,

Di atas hamparan ngarai nan sejuk kehijauan.

Fajar Musim Bunga telah mengeluarkan pakaiannya

dari lipatan simpanan, dan menyangkutnya

pada pohon pic dan sitrus , dan mereka kelihatan bagai pengantin dalam upacara tradisi Malam Kedre..

Sulur-sulur daun anggur saling berpelukan bagai kekasih

Air kali pun lincah berlompatan menari ria,

Di sela-sela batuan, menyanyikan lagu riang.

Dan bunga-bunga bermekaran dari jantung alam,

Laksana buih-buih bersemburan, dari kalbu lautan

Kemarilah, sayang: mari meneguk sisa air mata

musim dingin, dari gelas kelopak bunga lili,

Dan menenangkan jiwa, dengan gerimis nada-nada

Curahan simfoni burung-burung yang berkicauan

dan berkelana riang dalam bayu mengasyikkan

Mari duduk di batu besar itu, tempat bunga violet

berteduh dalam persembunyian, dan meniru

Kemanisan mereka dalam pertukaran kasih rindu.

26. Musim Dingin

(Kahlil Gibran)

Dekatlah ke mari, oh teman sepanjang hidupku,

Dekatlah padaku, dan jangan biarkan sentuhan Musim Dingin,

Mencelah di antara kita. Duduklah disampingku di depan tungku,

Sebab nyalaan api adalah satu-satunya nyawa musim ini.

Bicaralah padaku tentang kekayaan hatimu,

Yang jauh lebih besar daripada unsur Alam yang menggelodak

Di luar pintu.

Palanglah pintu dan patri engselnya,

Sebab wajah angkasa menekan semangatku

Dan pemandangan ladang-ladang salju

Menimbulkan tangis dalam jiwaku.

Tuangkan minyak ke dalam lampu, jangan biarkan ia pudar,

Letakkan dekat wajahmu, supaya aku boleh membaca dalam tangis

Apa yang telah ditulis pada wajahmu

Tentang kehidupan kau bersamaku..

Berilah aku anggur Musim Gugur, dan mari minum bersama

Sambil mendendangkan lagu kenangan pada ghairah Musim Bunga

Dan layanan hangat Musim Panas, serta anugerah

tuaian dari Musim Gugur.

Dekatlah padaku, oh kekasih jiwaku; api mendingin dalam tungku,

Menyelinap padam nyalanya satu-satu, dari timbunan abu

Dakaplah aku, sebab aku ngeri akan kesepian.

Lampu meredup, dan anggur minuman membuat mata sayu mengatup.

Mari kita saling berpandangan, sebelum mata tertutup.

Cari aku dengan rabaan, temui daku dalam pelukan

Lalu biarkan kabus malam merangkul jiwa kita menjadi satu

Kucuplah aku, kekasihku, kerana Musim Dingin,

Telah merenggut segala, kecuali bibir yang berkata:

Engkau dalam dakapan, oh Kekasihku Abadi,

Betapa dalam dan kuat samudera lena,

Dan betapa cepatnya subuh­

27. Persahabatan

(Kahlil Gibran)

Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.

Dan dia? menjawab:

Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.

Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.

Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata Tidak di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata Ya.

Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam?

persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;

Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya,

bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.

Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta ,

tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.

Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.

Gerangan apa sahabat itu jika? kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!

Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.

Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..

Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.

Rekomendasi