Kasus Berawal dari Open BO Wanita, Pemuda Malah Lapor Polisi Ngaku Disetrum Begal

Seorang pemuda membuat keterangan di Polres Metro Jakarta Timur. Pria bernama Aulia Rafiqi (23) tersebut mengaku menjadi korban begal yang membawa clurit, hingga disetrum.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
Kasus Berawal dari Open BO Wanita, Pemuda Malah Lapor Polisi Ngaku Disetrum Begal
Ilustrasi prostitusi online. Liputan6 ©2021 Merdeka.com

Seorang pemuda membuat keterangan di Polres Metro Jakarta Timur. Pria bernama Aulia Rafiqi (23) tersebut mengaku menjadi korban begal yang membawa clurit, hingga disetrum.

Namun berdasarkan hasil pemeriksaan pelapor dan penyelidikan Polisi di lokasi, terungkap bahwa Aulia telah membuat laporan palsu. Ternyata ia baru saja memesan wanita Open Booking Online.

Lantaran tak dapat melunasi, terjadilah cekcok yang menyebabkan handphone serta motornya direbut paksa. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Sebelumnya, pemuda asal Bogor Aulia Rafiqi mengaku menjadi korban begal. Dia mengaku ditodong celurit hingga disetrum di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) Pondok Kopi, Jakarta Timur. Dia juga mengaku kawanan begal berhasil mencuri handphone dan kendaraan roda duanya.

Aulia segera melapor ke Polres Metro Jakarta Timur. Namun usai Polisi melakukan pemeriksaan ternyata pihak pelapor membuat laporan palsu, demi menyelamatkan motornya.

"Aulia Rafiqi, dengan ini menyatakan bahwa laporan yang saya buat di Polres Metro Jakarta Timur, bahwa saya dibegal dan disetrum oleh orang yang mengaku polisi adalah bohong atau hoax," kata Aulia.

Ternyata kronologi awal, Aulia berkenalan dengan seorang wanita melalui aplikasi MiChat. Hingga terjadi transaksi, ia melakukan open booking online (BO).

Keduanya membuat janji temu di Apartemen Kemang View, Bekasi Selatan, Jawa Barat. Tapi terjadi cekcok di antara mereka.

"Kejadian yang sebenarnya terjadi adalah awalnya saya MiChat dengan seorang perempuan dan open BO di Apartemen Kemang View, Bekasi, lantai 9, dan kemudian terjadi cekcok," imbuhnya.

Lantaran tak bisa melunasi wanita tadi sesuai kesepakatan, akhirnya perseteruan tak terelakkan. Wanita tadi bersama kawanannya berhasil merebut paksa handphone dan motor Aulia.

"Karena tidak sesuai kesepakatan, akhirnya handphone dan motor saya diambil oleh teman-teman si perempuan tersebut. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kebohongan saya kepada Kepolisian Republik Indonesia," terang Aulia.

Banjir Hujatan Netizen

Video pengakuan Aulia lantas viral di media sosial. Tak sedikit warganet yang menjadikan kasusnya sebagai candaan, sebagian yang lain menghujat perilaku sang pria.

"Awokawokawok lagian gimana kaga ada duit mau jajan," tulis @masdit02

"Korban michat meneh hadehhh 😧😧," tulis @heri_j.r87.

"Oh jdi, dia kena rundung sma orang saat ngelakuin hal yg kalo orang bnyak tau juga bikin malu, disisi lain td ga trima sma perundungan itu, mknya bikin kterangan palsu. oh oke," tulis @kingsyaifullah.

Rekomendasi