Anggota Satpol PP Kurang Duit Bayar Cewek BO, Tertangkap CCTV Babak Belur Dikeroyok

Korban tersebut kurang membayar teman wanita yang dipesannya secara online. Lantaran tidak bisa melunasi di awal, alhasil sang anggota Satpol PP dikeroyok enam pria berbadan besar dan wanita tadi.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
Anggota Satpol PP Kurang Duit Bayar Cewek BO, Tertangkap CCTV Babak Belur Dikeroyok
Anggota Satpol PP Kurang Duit Bayar Cewek BO. Instagram @denpasar_info ©2021 Merdeka.com

Seorang anggota Satpol PP di Kota Pekanbaru, Riau tertangkap kamera pengawas, tengah dihajar oleh sekelompok pria. Menurut kabar, korban tersebut kurang membayar teman wanita yang dipesannya secara online.

Lantaran tidak bisa melunasi di awal, alhasil sang anggota Satpol PP dikeroyok enam pria berbadan besar dan wanita tadi. Saat ini kasus masih ditangani oleh Kapolsek Pekanbaru. Sementara korban mengalami luka serius dan masih dirawat.

Simak ulasan dan videonya berikut ini, seperti dihimpun dari laman Instagram akun @denpasar_info, Jumat (8/10).

Kapolsek Pekanbaru Kota Ajun Komisaris Josina Lambi Ombir mengatakan bahwa peristiwa berawal dari saat korban memesan wanita melalui aplikasi.

Secara tidak langsung, anggota Satpol PP tersebut telah terlibat dalam prostitusi online, melalui Open BO (booking out).

Tarif bermula dari Rp600 ribu untuk sekali berhubungan badan. Setelah keduanya sepakat, berjumpalah di sebuah hotel.

Oknum anggota Satpol PP tampak dari kamera CCTV masuk ke sebuah kamar yang sudah ada wanita yang dipesannya tadi. Tapi ia meminta dibayar lunas di muka. Korban justru memberikan uang Rp200 ribu sebagai tanda jadi.

Lantaran tak terima, wanita tersebut segera mengadu kepada enam rekannya yang berjaga di luar. Seketika mereka masuk ke kamar hotel dan mengeroyok anggota Satpol PP. Sebelum sempat berhubungan badan dengan wanita yang dipesannya tadi.

Tampak dalam kamera pengawas, sejumlah pengunjung hotel lain hanya bisa melihat dari kejauhan. Seakan takut untuk terlibat maupun melerai.

"Perempuan ini tidak terima lalu menghubungi enam teman prianya," terang Komisaris Josina seperti dikutip dari akun @denpasar_info, Selasa (5/10).

Usai korban terkapar tak berdaya, enam pria berbadan besar dan wanita tadi pergi meninggalkan lokasi. Meski Josina tak menampik bahwa korban merupakan anggota Satpol PP.

"Oknum (Satpol PP) ya," tegas Josina.

Video pendek yang memperlihatkan anggota Satpol PP dikeroyok oleh enam pria tersebut lantas viral. Selain melontarkan kebencian terhadap kasus. Tak ayal banyak warganet juga yang ramai menghujat perilaku anggota Satpol PP yang jadi korban pengeroyokan.

"Hahaha kebiasaan..maunya gratis......dengan kejadian ini keluarganya jadi tau," tulis @adi_ppj02.

"Dia yang tugasnya gerebek ternyata dia juga suka pake,,,tuman kan akhirnya," tulis @coklatkinder_joy.

"Coba disini ada yang ngerasa istrinya atau pacarnya atau temennnya si satpol pepe. Tandain mukanya yang suka jajan," tulis @helooria.

"Pantes galak Ama rakyat duitnya buat BO," tulis @lanks03.

"Bingung mau bela yang mana, intinya sama sama salah 😂," tulis @rifqi.fernandaa.

"Bayarnya dicicil ndoro, mungkin sisanya disubsidi negara," tulis @fendiredianto.

Video Oknum Satpol PP Dikeroyok

Berikut videonya.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by info denpasar dan Bali (@denpasar_info)

Baca Juga Heboh di Konawe, Pria Diduga Sandera Keponakan di Depan Polsek dan Koramil Sampara
Halaman Berikutnya Sebelum Ditanam, Kenali 12 Tanaman Hias Beracun yang Perlu Dijauhkan dari Anak dan Hewan
Rekomendasi