Kisah Hercules sang mantan preman Tanah Abang seolah tak ada habisnya. Perjalanannya di dunia hitam yang sangat terjal, tak ayal menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Terutama semenjak dirinya memeluk Islam. Ternyata ada alasan kuat yang membuat Hercules bertekad untuk belajar mengaji. Sebagai salah satu cara mendekatkan diri dengan Allah SWT.
Secara blak-blakan Hercules menceritakannya di pesantren milik Gus Miftah. Simak ulasannya berikut ini, seperti dilansir dari kanal YouTube Bangkit TV, Jumat (8/10).
Advertisement
Hingga kini, belum diketahui secara pasti kapan Hercules memutuskan untuk mualaf. Namun yang jelas, ia masuk Islam lantaran mengikuti jejak sang istri usai menunaikan umroh.
Adik angkat Maulana Habib Luthfi bin Yahya tersebut mengaku telah belajar tentang doa sejak 1990. Berarti semenjak jadi preman, ia telah sedikit mengenal tentang doa.
"Sampai kemudian akhirnya ingin belajar ngaji alasannya apa?," tanya Gus Miftah.
"Karena begini, setelah saya mualaf. Tahun 1990 saya sudah belajar doa, belajar sholat," jawabnya.
Advertisement
Keinginan Hercules untuk belajar mengaji pun tumbuh. Mengingat bahwa umur yang bertambah, maka masa hidup semakin berkurang.
Hidup hanya sementara, begitulah prinsip yang dipegang oleh Hercules. Sehingga memutuskan untuk belajar mengaji sebagai cara mendekatkan diri kepada Allah SWT.
"Jadi mulai kita ingat karena umur makin ke sana makin berkurang dan umur bertambah tua. Kita hidup ini sementara karena kita tidak mungkin hidup selama-lamanya," terangnya.
Advertisement
Selain itu, Hercules mengingat bahwa kebaikan Tuhan masih memberi kesempatan hidup. Maka harus dimanfaatkan dengan hal-hal baik dan merubah diri.
Seperti diketahui, Hercules telah melewat sepak terjang yang keras di dunia premanisme. Sekian kali menerima percobaan pembunuhan. Tubuhnya pernah menerima timah panas, dibacok ratusan kali, hingga matanya tertembak. Tapi tak ada yang berhasil merenggut nyawanya.
"Di hidup sementara ini, pasti ada dosa yang sengaja berbuat maupun tidak sengaja Jadi kalau Allah masih memberi kesempatan untuk kita perbaiki dan memberi kesehatan untuk kita merubah langkah-langkah yang tidak baik menjadi baik. Kita harus tahu kalau hidup ini hanya sementara," pungkasnya.