Doa Sesudah Haid Sesuai Syariat Islam Lengkap dengan Artinya, Wanita Wajib Tahu

Doa sesudah haid wajib diketahui oleh wanita muslim. Setelah mengalaminya, wanita wajib untuk membersihkan diri dan berdoa. Doa sesudah haid pun dapat dibaca saat melakukan mandi wajib dari hadas.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Doa Sesudah Haid Sesuai Syariat Islam Lengkap dengan Artinya, Wanita Wajib Tahu
Ilustrasi haid. ©2017 i.huffpost.com

Doa sesudah haid wajib diketahui oleh wanita muslim. Haid sendiri merupakan siklus dari sistem reproduksi wanita dewasa yang pasti terjadi.

Hal ini ditandai dengan meluruhnya dinding rahim yang telah menebal selama kurang lebih satu bulan karena tidak mengalami proses pembuahan. Umumnya, haid akan terjadi dalam kurun waktu 7 hingga 15 hari kalender.

Setelah mengalaminya, wanita wajib untuk membersihkan diri dan berdoa. Doa sesudah haid pun dapat dibaca saat melakukan mandi wajib dari hadas.

Sebab, seperti yang diketahui bersama, darah haid adalah salah satu jenis hadas atau najis besar. Sehingga, wanita yang masih di dalam masa haid tidak diperkenankan untuk menunaikan ibadah salat.

Maka dari itu, mandi wajib beserta doa sesudah haid pun wajib dipahami dengan baik untuk membersihkan seluruh hadas yang ada pada tubuh. Lantas, seperti apa doa sesudah haid hingga tata cara mandi wajib itu? Berikut ulasan selengkapnya mengenai dalil, tata cara mandi wajib, hingga doa sesudah haid yang berhasil dilansir dari berbagai sumber.

Dalil dan Hukum Sesudah Haid

Dalam Alquran, haid telah dijelaskan mengenai hukumnya. Berdasarkan surah Al Baqarah ayat 222, haid dianggap sebagai hadas atau najis. Selama itu, maka wanita yang mengalami haid digolongkan dalam keadaan tidak suci untuk menunaikan ibadah.

Berikut sabda Allah SWT mengenai haid bagi para wanita dewasa:

"Mereka bertanya kepadamu tentang Haid. Katakanlah: Haid itu adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu Haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al Baqarah: 222).

Dalam keadaan tersebut, maka seorang wanita muslim juga dianggap sedang dalam keadaan junub. Jika seorang wanita muslim dalam keadaan junub, maka setelahnya wajib melakukan mandi wajib sesuai dengan syariat Agama Islam.

Hal ini dijelaskan pada surah An-Nisa ayat 43. Adapun bunyinya yakni sebagai berikut:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun." (QS. An-Nisa': 43).

Kegiatan yang Dilarang saat Haid

Selama masa haid, wanita dilarang untuk melakukan beberapa kegiatan demi menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Melansir dari laman NU, setidaknya terdapat 5 lima perkara yang dilarang dilakukan bagi wanita selama haid. Berikut beberapa kegiatan yang dilarang tersebut:

1. Shalat

Semasa haid, wanita dilarang keras untuk menunaikan salat fardhu maupun sunnah. Salat dapat kembali dikerjakan tatkala wanita muslim tersebut telah melakukan mandi junub (mandi besar).

2. Membaca Alquran

Selain salat, wanita juga dilarang untuk membaca Alquran semasa haid dengan suara keras maupun pelan. Namun, diperkenankan bagi wanita saat haid untuk membaca sebagian huruf Alquran dengan tujuan berdzikir atau berdoa.

3. Menyentuh Alquran

Haram bagi wanita semasa haid untuk memegang dan membawa Alquran. Termasuk di dalamnya terlarang bagi wanita saat haid untuk memegang sampul Alquran yang melekat dengan mushaf di dalamnya.

4. Tawaf

Saat haid, wanita juga dilarang untuk melakukan tawaf fardhu dan sunnah. Hal ini haram untuk dilakukan sebelum menyucikan diri dengan mandi wajib bagi wanita haid.

5. Berhubungan Badan

Haram hukumnya bagi wanita haid untuk melakukan hubungan badan dengan suaminya. Hal ini pun dijelaskan pada surah Al Baqarah: 222.

Tata Cara Mandi Wajib

Untuk menghilangkan hadas besar, maka dianjurkan bagi wanita setelah masa haid berakhir untuk segera membersihkan diri. Hal itu dapat dilakukan dengan cara mandi wajib dan membaca doa sesudah haid.

Ada pun tata cara mandi wajib yakni sebagai berikut:

1. Membaca doa sesudah haid atau lafal niat mandi wajib

"Nawaitu ghusla liraf'il hadatsil akbar minal haidil fardlon lillahi ta'ala."

Artinya:

"Sengaja aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar dari haid fardhu karena Allah Ta'ala."

2. Membasuh kemaluan dengan sabun dan air mengalir

Setelah membaca lafal doa sesudah haid, maka selanjutnya adalah membasuh kemaluan. Hal ini dapat dilakukan dengan sabun dan air atau menggunakan kapas yang diberi parfum tanpa kandungan alkohol.

3. Membersihkan kedua telapak tangan hingga bersih

Lalu, cuci kedua telapak tangan kanan dan kiri masing-masing sebanyak 3 kali menggunakan sabun. Setelah itu, bersihkan dengan air yang mengalir.

4. Mencuci kulit kepala hingga ke sela-sela rambut

Basuh kulit kepala dan bersihkan dengan menggunakan shampoo hingga ke semua sela-sela rambut. Pastikan rambut bersih dan bilas menggunakan air kembali.

5. Membersihkan badan secara menyeluruh seperti mandi biasa

Terakhir, basuh tubuh layaknya mandi seperti biasa. Pastikan seluruh lipatan tubuh juga bersih setelah dibasuh dengan air mengalir.

Rekomendasi