Manfaat ciplukan untuk kesehatan begitu baik dalam menunjang antioksidan. Buah yang dikenal juga sebagai beri emas ini memiliki warna oranye cerah yang berkaitan erat dengan tomatillo.
Buah ciplukan biasanya dibungkus dengan kulit tipis yang disebut kelopak, dan harus dibuang sebelum dikonsumsi. Ukuran ciplukan lebih kecil dari tomat ceri dan memiliki cita rasa yang manis berpadu sedikit masam, agak mengingatkan pada nanas dan mangga.
Umumnya ciplukan tumbuh di tempat-tempat hangat di seluruh dunia, termasuk kondisi tropis seperti di Indonesia. Bahkan tak jarang menjumpai buah ciplukan sebagai tanaman liar.
Siapa sangka, di balik ukuran mungilnya, ciplukan mengandung banyak nutrisi hebat untuk kesehatan hingga dikenal baik untuk meningkatkan imunitas.
Berikut ini beberapa manfaat ciplukan untuk kesehatan, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Rabu (15/9).
Advertisement
Buah ciplukan memiliki profil nutrisi yang mengesankan. Manfaat ciplukan untuk kesehatan karena menyimpan jumlah kalori sedang, menyediakan sekitar 74 per cangkir atau 140 gram.
Ukuran porsi yang sama juga mengemas 6 gram serat. Ini berarti telah memenuhi 20 persen kebutuhan asupan harian referensi (RDI). Satu porsi 1 cangkir atau sekitar 140 gram buah ciplukan mengandung nutrisi berikut, seperti dikutip dari US FoodData Central:
- Kalori: 74
- Karbohidrat: 15,7 gram
- Serat: 6 gram
- Protein: 2,7 gram
- Lemak: 1 gram
- Vitamin C: 21% dari RDI untuk wanita dan 17% untuk pria
- Tiamin: 14% dari RDI untuk wanita dan 13% untuk pria
- Riboflavin: 5% dari RDI
- Niasin: 28% dari RDI untuk wanita dan 25% untuk pria
- Vitamin A: 7% dari RDI untuk wanita dan 6% untuk pria
- Besi: 8% dari RDI untuk wanita dan 18% untuk pria
- Fosfor: 8% dari RDI
Buah ciplukan juga mengandung beta-karoten dan vitamin K yang tinggi, serta sedikit kalsium. Berry emas memiliki jumlah vitamin, mineral, dan serat yang mengesankan hanya dengan mengonsumsi ukuran secangkir.
Anti-Peradangan
Mengutip dari National Institutes of Health (NIH), senyawa dalam buah ciplukan yang disebut withanolides, memiliki efek anti-inflamasi di tubuh. Hal ini berpotensi melindungi terhadap kanker usus besar.
Dari sebuah penelitian, ekstrak dari kulit buah ciplukan mengurangi peradangan pada tikus dengan penyakit radang usus. Meskipun tidak ada penelitian pada manusia, tapi studi dari tabung reaksi dalam sel manusia mengungkapkan efek yang menjanjikan terhadap peradangan.
Advertisement
Studi pada sel manusia yang diterbitkan dalam jurnal NIH, mencatat bahwa buah ciplukan dapat membantu mengatur sistem kekebalan tubuh.
Ciplukan mengandung banyak polifenol yang menghalangi pelepasan penanda kekebalan inflamasi tertentu.
Selain itu, manfaat ciplukan untuk kesehatan ini hadir dari sumber vitamin C yang baik. Satu cangkirnya menyediakan 15,4 mg vitamin C yang setara 21% RDI untuk wanita dan 17% untuk pria.
Vitamin C memainkan beberapa peran kunci dalam respons sistem kekebalan tubuh yang sehat.
Tinggi Antioksidan
Manfaat ciplukan untuk kesehatan selanjutnya karena kaya akan senyawa tanaman yang disebut antioksidan. Antioksidan ini berfungsi melindungi dan memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.
Radikal bebas ini terkait dengan penuaan dini dan penyakit, seperti kanker.
Sampai saat ini, penelitian dari NIH telah mengidentifikasi 34 senyawa unik dalam buah ciplukan yang mungkin bermanfaat bagi kesehatan.Ditambah lagi, senyawa fenolik dalam ciplukan terbukti menghambat pertumbuhan sel kanker payudara dan usus besar, dalam penelitian tabung reaksi.
Bahkan dari studi yang lain, ekstrak ciplukan segar ditemukan dapat meningkatkan kehidupan sel. Sekaligus mencegah pembentukan senyawa yang menyebabkan kerusakan oksidatif.
Kulit buah ciplukan memiliki kandungan antioksidan hampir tiga kali lipat dari daging buahnya. Selain itu, tingkat antioksidan berada pada puncak, jika kondisi buah telah matang.
Menjaga Kesehatan Tulang
Manfaat ciplukan untuk kesehatan karena kandungan vitamin K. Vitamin ini yang larut dalam lemak, terlibat dalam metabolisme tulang.
Vitamin K merupakan komponen penting dari tulang keras dan tulang rawan. Juga terlibat dalam tingkat pergantian tulang yang sehat, yakni saat mengalami direformasi.
Penelitian oleh NIH, terbukti menunjukkan bahwa vitamin K harus dikonsumsi bersama vitamin D untuk kesehatan tulang yang optimal, yang bisa diperoleh juga dari ciplukan.
Advertisement
Melansir dari Healthline, manfaat ciplukan untuk kesehatan berikutnya karena buah liar ini menyediakan lutein dan beta-karoten. Keduanya bergabung bersama dengan beberapa karotenoid lainnya, yang bermanfaat baik dalam menjaga kesehatan vision atau penglihatan.
Secara khusus, lutein karotenoid terkenal untuk mencegah penyakit mata.
Diet tinggi karotenoid dari buah-buahan dan sayuran dikaitkan dengan penurunan risiko degenerasi makula terkait usia, penyebab utama kebutaan.
Lutein dan karotenoid lainnya, termasuk zeaxanthin dan lycopene, telah terbukti melindungi terhadap kehilangan penglihatan akibat diabetes.
Cara Makan Ciplukan
Buah ciplukan dapat dinikmati segar atau dikeringkan setelah kulitnya yang tipis dikupas. Ciplukan banyak dijumpai di pasar dan sejumlah toko kelontong.
Ciplukan akan menambah rasa unik ke hampir semua hidangan atau makanan ringan. Berikut adalah beberapa cara menikmati buah ciplukan dalam makanan:
- Makan sebagai camilan.
- Tambahkan ke salad buah.
- Taburkan di atas salad sayur.
- Blender dengan susu menjadi smoothie.
- Celupkan ke dalam saus cokelat untuk makanan pencuci mulut.
- Olah menjadi saus ciplukan untuk dinikmati dengan daging atau ikan.
- Mengolah ciplukan menjadi selai.
- Nikmati sebagai topping dari yogurt dan granola.
Potensi Efek Samping Jika Berlebihan
Dikutip dari artikel NIH, ciplukan mungkin beracun jika dimakan saat mentah. Karena mengandung solanin. Racun yang secara alami ditemukan dalam sayuran nightshade, seperti kentang dan tomat.
Solanin dapat menyebabkan gangguan pencernaan, termasuk kram dan diare. Supaya aman, makanlah buah ciplukan matang yang tidak memiliki bagian hijau.
Selain itu, perlu diingat bahwa makan buah ciplukan dengan kadar yang tepat atau tidak berlebihan.
Dalam penelitian pada hewan, dosis yang sangat tinggi dari jus ciplukan kering, sekitar 2.273 mg per pon berat badan setiap hari. Mengakibatkan kerusakan jantung pada tikus jantan, tidak pada betina.