Menjadi tentara wanita jelas membutuhkan banyak pengorbanan dan perjuangan panjang. Ketangguhannya dibentuk dari sederet latihan dan pendidikan yang tak biasa.
Letnan Monica Smith, seorang tentara Amerika Serikat berbagi pengalaman saat menjalani pendidikan ranger. Tak mudah baginya, namun ia pun berhasil menjalani dengan penuh tanggung jawab.
Ia turut memangkas habis rambutnya demi menjadi seorang tentara tangguh. Seperti apa aksinya saat menjalani pendidikan tersebut? Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari akun Instagram resmi TNI AD, Jumat (3/9/2021).
Advertisement
Sempat Cukur Habis Rambut
Bagi wanita, rambut merupakan mahkota yang senantiasa terus dijaga untuk menunjang penampilan. Hal itu pun rela dikorbankan Letnan Monica, Komandan Peleton Infanteri Kompi Alfa 121, tentara AS saat menjalani pendidikan ranger.
Menjalani pendidikan dari bulan Januari hingga Mei membuat penampilannya sedikit berbeda. Hal ini lantaran ia mencukur habis rambutnya menjadi pelontos. Namun, semua rasa tak nyaman itu seketika sirna tatkala menjalani pendidikan yang dinantikan.
"Jadi saya menjalani ranger school satu tahun yang lalu mulai Januari sampai bulan Mei. Dan rambut saya sudah mulai tumbuh kembali, saya harus mencukurnya habis untuk itu," katanya.
"Saat itu saya botak tapi itu adalah sesuatu yang sudah ditunggu-tunggu, itu sudah ada di kalender infanteri kami," ungkapnya.
Advertisement
Pendidikan Paling Sulit
Prajurit tangguh dibentuk dari berbagai latihan keras dan sulit. Demikian pula dengan pendidikan ranger yang diikuti Letnan Monica.
Ia mengaku menjalani pendidikan ranger bukan sesuatu yang mudah. Namun, hal itu bukan tak mungkin bagi siapa saja yang mau berjuang keras.
"Dan itu tidak mudah namun itu juga tidak mudah untuk semua orang. Jadi Ranger School adalah salah satu pendidikan paling sulit," ucapnya.
Advertisement
Tantangan Berat
Tak hanya menjalani latihan fisik seorang diri, mental Letnan Monica juga ditempa. Pendidikan Ranger tersebut tak lain bertujuan untuk memupuk sikap kepemimpinan di setiap prajurit.
"Salah satu tantangan yang harus diatasi di Ranger School adalah membuat orang bekerja dengan dan untuk kamu," ceritanya.
Baginya, hal itu merupakan sebuah tantangan yang paling berat. Tak ada yang lebih berat untuk memberikan dorongan kepada banyak orang tatkala enggan untuk berjuang di garis terdepan sebagai prajurit saat kondisi tak menguntungkan.
"Ketika mereka sedang sangat kedinginan, berada di dalam lumpur, situasi sedang hujan, dan mereka tidak mau bergerak, mereka kelaparan dan kelelahan, dan kamu harus menyemangati mereka," ungkapnya.
Video Pendidikan Tentara Wanita
Berikut videonya.