Depresi postpartum adalah depresi yang terjadi usai melahirkan di mana seorang ibu merasa sedih, bersalah, hingga kehilangan minat untuk beraktivitas. Depresi ini tak hanya dapat terjadi pada ibu saja, akan tetapi juga dapat terjadi pada sang ayah.
Depresi postpartum kerap dianggap sama dengan baby blues, padahal itu tidaklah benar. Keadaan depresi postpartum lebih parah dibandingkan baby blues.
Untuk mengetahui lebih jelas tentang penyebab depresi postpartum, gejala, serta langkah penanganannya, merdeka.com telah merangkumnya dari berbagai sumber. Berikut ulasan lengkapnya.
Advertisement
Penyebab Depresi Postpartum
Perubahan Fisik
Melansir dari Halodoc, penyebab depresi postpartum yang pertama yaitu perubahan fisik. Setelah seorang wanita melahirkan, terdapat perubahan hormon yang sangat besar dalam tubuhnya, terutama hormon estrogen dan progesteron.
Hormon seperti yang diproduksi oleh tiroid pun mengalami perubahan sebagai akibat penyesuaian dari perubahan tersebut. Hormon tiroid itu lah yang berperan dalam memberikan mood usai melahirkan.
Perubahan Psikis
Penyebab depresi postpartum yang kedua yaitu permasalahan psikis. Seorang wanita yang memiliki bayi (terutama untuk pertama kalinya), kerap kali membuatnya menjadi cemas dan kurang percaya diri dengan kemampuan merawat bayi yang baru lahir. Perasaan yang berkepanjangan itu bisa menyebabkan sang ibu jatuh dalam keadaan depresi.
Advertisement
Gejala Depresi Postpartum
Berikut beberapa gejala depresi postpartum yang perlu Anda ketahui, di antaranya:1. Menangis terus menerus atau menangis tanpa sebab. 2. Selalu lemas dan lelah. 3. Murung atau sedih yang berkepanjangan. 4. Mudah tersinggung dan marah. 5. Nafsu makan menurun atau justru meningkat lebih banyak.6. Perubahan suasana hati yang cepat.7. Tidak dapat tidur atau tidur terlalu lama. 8. Putus asa dan hilangnya minat pada kegiatan-kegiatan yang disukainya. 9. Kehilangan selera humor dan cenderung menarik diri. 10. Terlintas pikiran untuk melukai diri sendiri atau bayinya. 11. Terlintas pikiran tentang kematian dan ingin bunuh diri.
Advertisement
Penanganan Depresi Postpartum
Penderita yang mengalami depresi postpartum membutuhkan pengobatan, akan tetapi pengobatan pada tiap penderita bisa berbeda-beda. Umumnya, pengobatan depresi postpartum dilakukan dengan psikoterapi dan obat-obatan. Selain itu, dukungan dari keluarga juga sangat dibutuhkan oleh penderita. Perlu diketahui, psikoterapi dilakukan agar penderita bisa mengungkapkan hal yang ia rasakan atau pikirkan, dan juga sebagai sarana untuk membantu penderita menyelesaikan masalahnya. Dalam beberapa hal, psikoterapi juga dilakukan dengan melibatkan pasangan atau anggota keluarga lain guna menyelesaikan masalah yang dialami oleh penderita. Apabila diperlukan, dokter pun akan meresepkan obat antikecemasan serta antidepresan bagi penderita.