Sebuah rumah mewah berdiri kokoh di tengah area persawahan di daerah Majalengka, Jawa Barat. Meski berada jauh dari pemukiman warga, rumah tersebut tetap terlihat nyaman dan asri untuk ditempati.
Tak hanya sawah, halaman belakang dari rumah mewah ini juga memiliki pemandangan istimewa berupa bantaran sungai.
Rumah yang dibangun dengan material kayu jati hampir di sebagian besar bangunannya itu disebut menghabiskan anggaran mencapai Rp1 milyar. Berikut potretnya:
Advertisement
Melansir dari unggahan di kanal Youtube Rizquna Channel, pengunggah video terlihat mengunjungi langsung rumah mewah yang ada di tengah area persawahan tersebut.
Di awal video, terlihat jika akses jalan menuju ke rumah itu masih belum diperbaiki. Sebab, area tersebut memang bukanlah tempat pemukiman warga. Jalan yang dilalui pun hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua saja.
"Ada rumah mewah yang terbuat dari kayu jati, yang menghabiskan anggaran sekitar kurang lebih Rp1 miliar," kata pengunggah video.
Advertisement
Setelah berjalan beberapa saat, rumah kayu yang berada di persawahan itu pun mulai terlihat. Bangunan yang dibuat dengan material kayu jati di bagian dindingnya itu tampak sangat kokoh. "Luasnya sekitar 300 meter persegi," kata pengunggah video.Pengunggah video kemudian langsung menemui pemilik dari rumah tersebut, Wiki. Dalam video, Wiki menyebut jika rumah itu memang sengaja dibangun di atas kolam ikan untuk memanfaatkan lahan yang ada. "Ini kan emang ada tanah tapi jadi kolam, jadi yaudah sekalian aja bikin rumah di atas kolam," kata Wiki.
Advertisement
Pertama, saat memasuki bagian depan rumah kita langsung disuguhkan dengan teras rumah yang menghadap langsung ke are persawahan. Meski tak terlalu luas, namun teras tersebut terlihat sangat nyaman untuk dipakai bersantai."Iya sering nongkrong di sini nih kalau siang," kata Wiki.
Advertisement
Yang membuat unik, rumah ini dibuat dengan material kayu hampir 80 persen pada bangunannya. Kayu jati dipilih untuk membuat dinding-dinding rumah yang membuatnya terlihat kokoh dan megah. "Kalau buat bawahnya ini kita pakai sonokeling tapi kalau buat dinding-dindingnya full kayu jati," kata Wiki. Rumah tersebut dikabarkan membutuhkan waktu kurang lebih 7 bulan untuk pembangunan dan menghabiskan dana sebesar Rp1 milyar. "Ya kurang lebih 1 lah, Rp1 M," kata Wiki. Dapur
Untuk dapur sendiri, Wiki sengaja membuatnya terpisah dengan bangunan utama. Ia memberikan aksen jembatan kecil sebagai penghubung antara rumah utama dengan dapur. "Kalau dapur sengaja dibikin enggak kayu. Soalnya kalau kayu bahannya mudah terbakar takutnya kalau kompor ada enggak-engga takutnya kebakaran makanya kalau dapur bikinnya enggak full kayu," ucapnya.
Advertisement
Berpindah ke halaman belakang, pemilik rumah sengaja membuat balkon sederhana yang langsung mengarah ke area halaman belakang dengan pemandangan bantaran sungai. Di area belakang juga terdapat taman sederhana yang digunakan untuk menanam beberapa tanaman.