Sebuah video merekam aksi sekelompok orang mendatangi kantor Koramil Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat dengan membawa senjata tajam, belakangan viral beredar di media sosial.
Seorang pria yang dikenal sebagai preman dengan julukan 'Dadang Buaya' itu mengepung Koramil bersama 15 rekannya setelah terlibat cekcok dengan salah satu keluarga TNI yang lari ke markas.
Tak hanya datangi dan mengepung Koramil, Dadang Buaya juga diketahui sempat melakukan pengejaran terhadap seorang anggota polisi. Berikut ulasannya:
Advertisement
Kronologi Kejadian
Sebelumnya, sebuah video merekam aksi Dadang bersama rekan-rekannya yang mendatangi markas Koramil dengan membawa senjata tajam sempat viral di media sosial. Kejadian tersebut bermula ketika Dadang terlibat cekcok dengan salah satu anggota keluarga TNI.
Kemudian seorang anggota TNI yang diketahui sebagai perwira di Kodim 0508 Depok berusaha membantu menyelesaikan permasalahan kakaknya dengan Dadang Buaya.
Diketahui jika Dadang berselisih dengan warga yang merupakan seorang nelayan. Saat berupaya menyelesaikan persoalan, rekan Dadang berjumlah belasan orang tiba-tiba datang ke lokasi tersebut dalam keadaan mabuk dan terjadilah keributan.
Saat ribut, dua orang anggota Polri datang setelah menerima laporan warga dan ikut melerai. Meski sudah ada tiga orang yang berupaya melerai, persoalan rupanya tidak selesai, yang ada Dadang dan rekan-rekannya justru makin beringas.
Prajurit TNI tersebut kemudian membawa kakaknya untuk pergi dari lokasi pertikaian guna menghindari hal yang tak diinginkan. Hal tersebut rupanya justru memancing kemarahan Dadang. Disebutkan jika mobil yang ditumpangi oleh anggota TNI bersama keluarganya dan anggota polisi juga sempat dipukuli.
Advertisement
Dadang Buaya Datangi Markas Koramil
Anggota TNI yang membawa keluarganya itupun pergi ke markas Koramil bersama satu anggota polisi. Sementara anggota polisi lainnya langsung menuju ke kantor Polsek Pameungpeuk. Tidak lama setelah datang, rombongan Dadang yang berjumlah sekitar 15 orang rupanya mengejar ke markas Koramil.Meski sempat terjadi ketegangan, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0611 Garut, Letkol CZi Deni Iskandar menyebut, bahwa Dadang dan belasan rekannya tidak sampai masuk melewati portal."Bisa dilihat di video yang beredar, semuanya terjadi di luar portal. Kalau masuk portal, apalagi sampai melakukan perusakan, tentu ada tindakan sesuai prosedur yang berlaku yang akan kita lakukan," ucapnya.Disebutkan jika anggota TNI yang bertugas di depan pada saat kejadian berhasil melakukan pendekatan dengan kelompok Dadang Buaya agar tidak melakukan hal yang tak diinginkan.
Advertisement
Datangi Polisi
Kemudian, rombongan Dadang disebut meninggalkan markas Koramil begitu saja. Namun, rupanya mereka mendatangi Polsek Pameungpeuk untuk mencari satu anggota polri lainnya dan sempat berbuat rusuh. Namun, mereka pun berhasil diusir dari kantor polsek. Setelah kejadian tersebut, Dandim yang berkoordinasi denga Kapolres Garut pun langsung melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap Dadang Buaya CS. Tidak butuh waktu lama, Dadang dan satu rekannya ditangkap dari rumahnya.
Saat ini, Dadang bersama seorang rekannya diketahui sudah berada di Polres Garut. Pihak kepolisian, hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan kepada keduanya. Selain itu, belasan orang lainnya yang terlibat saat ini masih dalam pengejaran.
Advertisement
Dadang Buaya Disebut Preman yang Sering Bikin Onar
Dalam keterangan resminya, Letkol Deni Iskandar juga mengatakan bahwa Dadang Buaya selama ini oleh warga sekitar dikenal sebagai pemuda yang kerap berbuat onar. Tak heran jika banyak orang menyebutnya sebagai seorang preman. Sebelum terjadi insiden pengejaran ke Koramil Pameungpeuk, Dandim mengungkapkan, Dadang sempat terlibat sejumlah kejadian di wilayah tersebut. Yang terbaru, ia disebut melakukan perusakan salah satu warung."Dia ini kerap memalak sejumlah pedagang, khususnya yang ada di sekitar pantai," kata Dandim, Sabtu (29/5).Dengan ditangkapnya Dadang, sejumlah warga yang ada di selatan Garut mengaku bersyukur karena merasa tidak terganggu lagi. Dandim menyebut, seluruh proses hukum Dadang kini diserahkan kepada pihak kepolisian.