Detasemen Jalamangkara disingkat Denjaka adalah satuan antiteror dari TNI AL. Dibentuk pada tahun 1984, anggota Denjaka terdiri dari prajurit pilihan Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Intai Amfibi Marinis (Taifib).
Prajurit Denjaka disebut memiliki kemampuan terbaik di darat, laut, dan udara. Tak heran, jika pasukan khusus ini dikenal dengan sebutan 'Hantu Laut'.
Untuk bisa masuk dalam satuan ini, prajurit diwajibakan mengikuti pendidikan Penanggulangan Teror Aspek Laut (PTAL) selama enam bulan. Mereka harus melewati berbagai tahapan pendidikan diluar batas kemampuan manusia biasa. Berikut ulasan selengkapnya:
Advertisement
Latihan Khusus Pasukan Denjaka
Para calon prajurit Denjaka biasanya akan mengikuti pelatihan di bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Selain itu, mereka juga akan digembleng di Puslatpur Situbondo, Jawa Timur.
Para calon prajurit Denjaka dilatih berbagai keterampilan operasi tempur, seperti penyusupan dengan berbagai medan. Baik itu di laut, sungai, maupun hutan.
Mereka yang lolos menjadi prajurit Denjaka pastilah memiliki tubuh yang tahan banting dan kecerdasan yang luar biasa. Kemampuan dan kekuatan satu prajurit Denjaka disebut-sebut setara dengan 120 prajurit TNI biasa.
Advertisement
Dilempar ke Laut Lepas dengan Kondisi Tangan dan Kaki Terikat
Salah satu latihan prajurit Denjaka yang dilakukan ialah berlatih menyelamatkan diri setelah diterjunkan ke laut lepas. Ia juga mendapat pelatihan dengan cara diikat tangan dan kaki kemudian dimasukkan ke kolam untuk selanjutnya harus mampu menyelamatkan diri dalam hitungan menit.
Advertisement
Dilatih Bertahan Hidup di Hutan
Selain menguasai laut, pasukan Denjaka juga dilatih untuk bisa bertahan hidup di hutan belantara. Mereka akan menjalani survival berhari-hari di tengah hutan untuk melatih daya tahan prajurit.
Para calon anggota Denjaka tak dibekali makanan apapun sehingga mereka harus memutar otak bagaimana cara agar bisa tetap bertahan di hutan.
Advertisement
Latihan Udara
Selain pelatihan di darat dan laut, pasukan Denjaka juga harus melakukan pelatihan udara. Calon prajurit Denjaka akan dilatih untuk melakukan terjun bebas pada malam hari dan mendarat di lokasi yang sudah ditentukan tanpa diketahui musuh.
Dituntut Memiliki Kecerdasan
Selain penguasaan ilmu bertempur, prajurit Denjaka juga dibekali ilmu kejiwaan dan analisa situasi khusus. Sebab, satuan ini dibentuk untuk bertugas dalam penyusupan di daerah operasi. Maka mereka harus dibekali kemampuan intelijensi yang mumpuni agar bisa mengatasi masalah dengan cepat, baik secara individu maupun secara kelompok.
Advertisement