Teka Teki Lucu Bahasa Jawa, Bikin Penasaran, Menantang dan Ngakak

Teka teki lucu Bahasa Jawa adalah pilihan menarik untuk menyegarkan suasana.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Teka Teki Lucu Bahasa Jawa, Bikin Penasaran, Menantang dan Ngakak
ilustrasi tertawa. © genius.com

Teka teki lucu Bahasa Jawa adalah pilihan menarik untuk menyegarkan suasana. Apalagi menggunakan bahasa lokal seperti Bahasa Jawa. Teka teki ini akan menambah keakraban sesama teman di sekitar rumah.

Teka teki lucu Bahasa Jawa akan terdengar akrab di telinga dengan logat uniknya. Hal ini akan menambah suasana seru dan kocak.

Bahasa Jawa merupakan bahasa daerah yang cukup populer dan beraneka ragam. Lantas bagaimana teka teki lucu Bahasa Jawa yang bikin penasaran?

Melansir dari berbagai sumber, Jumat (7/5), simak ulasan informasinya berikut ini.

Teka Teki Lucu Bahasa Jawa

  1. "Kabeh tugas kuwi gampang, nek ora usah digarap." (Semua pekerjaan itu mudah, jika tidak usah dikerjakan)
  2. "Sing bergincu bakal kalah karo sing berilmu." (Yang berlipstik bakal kalah sama yang berilmu)
  3. "Dosa sing paling menyedihkan iku dosambat ora duwe duit." (Dosa yang paling menyedihkan adalah mengeluh tidak punya duit)
  4. "Combro wae ono isine, moso atimu kosong." (Combro saja ada isinya, masa hatimu kosong)
  5. "Witing tresno jalaran seko sering dijak dolan rono-rono." (Cinta tumbuh dari sering diajak jalan ke sana ke mari)
  6. "Nek ngomong ojo dhuwur-dhuwur. Ngko lambemu kesampluk pesawat." (Kalau berbicara jangan tinggi-tinggi, nanti mulutmu tersambar pesawat)
  7. "Nek ngomong ojo manis-manis, mundak cangkeme dirubung semut." (Kalau bicara jangan manis-manis, nanti mulutnya didatangi semut)
  8. "Dadi koe ngiri karo aku? Yo wis aku ngalah, aku tak nganan." (Jadi, kamu iri sama aku? Ya, sudah aku mengalah saja, aku pergi ke kanan)
  9. "Kui mantan opo pahlawan? Kok dikenang wae?" (Itu mantan atau pahlawan? Kok kamu kenang terus?)
  10. "Tresnomu koyo rumah makan padang, akeh cabange." (Cintamu seperti rumah makan padang, banyak cabangnya)
  11. "LDR = Lunga dewe rapopo" (Pergi sendiri tidak apa-apa)
  12. "Urepmu gak duwe tujuan? Koyok wong kebelet tapi ga nemu jedeng ae." (Hidup tanpa tujuan seperti orang yang kebelet, tapi tidak menemukan WC)
  13. "Nek bojo iku tulang rusuk, berarti mantan iku fosil." (Kalau pasangan bagaikan tulang rusuk kita, maka mantan adalah fosil)
  14. "Sak abot-abote masalahmu, nek ditimbang yo ra bakal payu." (Seberat apa pun masalahmu, kalau ditimbang juga tidak akan laku)
  15. "Saking galau ne, krungu lagu Balonku wae atiku kemropok." (Begitu galaunya sampai dengar lagu Balonku aja hatiku hancur.)
  16. Kacang iku gurih, tapi nek dikacangin iku perih. (Kacang itu gurih, tapi kalau dikacangin itu perih)
  17. Waktu adalah uang. Yen kancamu mbok jak dolan ngomong raenek wektu, berarti wonge ra ndue duwit. (Waktu adalah uang. Kalau temanmu kamu ajak main bilangnya enggak ada waktu, berarti temanmu enggak punya uang)
  18. Udane awet, koyo lambemu nek ngomel, nggak leren-leren. (Hujannya awet, kayak mulutmu kalau ngomel, enggak berhenti-henti)
Rekomendasi