Potret Makam Ustaz Maaher, Nisan Bertuliskan Arab, Ada di Dekat Makam Syekh Ali Jaber

Potret makam ustaz Maaheer At-Thuwailibi yang berada di sebelah makam Syekh Ali Jaber.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Potret Makam Ustaz Maaher, Nisan Bertuliskan Arab, Ada di Dekat Makam Syekh Ali Jaber
Ustadz Maheer. ©2021 Merdeka.com

Kabar meninggalnya ustaz Maaheer At-Thuwailibi alias Soni Ernata pada Senin (8/2/2021) lalu, memang sempat mengejutkan publik. Ia meninggal di Rutan Bareskrim Mabes Polri, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian.

Kabarnya, penyebab meninggalnya ustaz Maheer sendiri dikarenakan sakit yang dideritanya. Sehari setelah meninggalnya sang ulama, jenazah ustaz Maheer diketahui dikebumikan di samping makam almarhum Syekh Ali Jaber.

Keduanya dimakamkan di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Quran, Cipondoh, Tangerang, Banten. Berikut potretnya:

Diketahui, jika ustaz Maheer dan Syekh Ali Jaber sama-sama dimakamkan di pesantren Daarul Quran. Hal tersebut, diketahui dari unggahan di Instagram resmi adik almarhum Syekh Ali, yakni Syekh Muhammad Jaber.

Dalam unggahannya, Syekh Muhammad membagikan sebuah foto yang memperlihatkan momen saat ia berziarah ke makam sang kakak dan juga ustaz Maheer.

"Setelah kami berziarah dan berdoa untuk akhi, Syekh Ali Jaber bersama @ahmad_almisry , lanjut berziarah dan berdoa untuk almarhum Ust Maher at-Thuwailibi, semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah, husnul khotimah, kuburan beliau ditempatkan di tempat yang mulia dan indah, menjadi taman dari taman-taman surga," tulisnya dalam keterangan fotonya.

Dalam foto yang dibagikan, terlihat Syekh Muhammad tengah berdoa di depan makam bersama beberapa rekannya. Nampak makam ustaz Maaheer terlihat masih banyak terdapat sisa taburan bunga saat prosesi pemakaman. Nampak pula tulisan pada nisan di makam tersebut dibuat sama seperti tulisan nisan di makam Syekh Ali Jaber. Dalam keterangan fotonya, ia juga menuliskan sebuah kalimat untuk seluruh ulama dan umat Islam.

"Saya selalu berdoa untuk seluruh ulama di Indonesia maupun seluruh dunia, semoga panjang umur dan selalu dalam keadaan sehat wal afiyah dan selalu diberikan kemudahan untuk segala urusannya, diberikan kemudahan melanjutkan tugas dakwah sampai meninggalkan dunia dalam keadaan husnul khotimah dan insya Allah kita berkumpul bersama mereka orang-orang sholeh dan nabi Muhammad di surga. Aamiin Ya Robb," tulisnya.

Sebelum mengembuskan napas terakhir di Rutan Mabes Polri pada pukul 19.00 WIB Senin lalu, almarhum sempat menjalani perawatan di RS Polri Said Soekanto, Jakarta Timur. Almarhum harus dibawa kembali ke Rutan Bareskrim setelah dinyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit. Dikabarkan, ustaz Maheer memiliki riwayat sakit lambung yang cukup akut.

Rekomendasi