Beredar Foto Perwira TNI Disebut Tewas Usai Divaksinasi, Ini Fakta Sebenarnya

Menanggapi kabar seorang perwira TNI yang disebut meninggal dunia usai melakukan vaksinasi, pihak TNI AD memberikan fakta yang sebenarnya.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Beredar Foto Perwira TNI Disebut Tewas Usai Divaksinasi, Ini Fakta Sebenarnya
Tenaga Kesehatan Jalani Vaksinasi Covid-19. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Presiden Joko Widodo telah divaksinasi pada 13 Januari lalu di Istana Merdeka, Jakarta. Ini juga menjadi tanda dimulainya program vaksin Covid-19 di Tanah Air.

Tak hanya presiden, di saat bersamaan artis Raffi Ahmad juga mendapatkan vaksin tersebut. Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Abdul Muthalib mengatakan Presiden Jokowi tak merasa sakit apapun saat disuntik vaksin buatan Sinovac.

Namun, belakangan beredar foto seorang perwira TNI yang disebut meninggal dunia. Hal itu lantaran dia telah melakukan vaksinasi. Menanggapi kabar tersebut, pihak TNI AD dengan tegas membantah.

Berikut fakta sebenarnya melansir dari akun resmi Instagram puspentni, Selasa (19/1). Simak ulasan informasinya berikut ini.

Beredar Foto Perwira TNI Tewas Usai Vaksin

Belakangan ini beredar foto seorang perwira TNI yang disebut meninggal dunia usai disuntik vaksin Sinovac. Perwira itu disebut-sebut sebagai Kasdim Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi.

"Beredarnya foto anggota TNI yang disebut-sebut sebagai Kasdim Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi, disertai keterangan bahwa yang bersangkutan meninggal dunia usai disuntik vaksin Sinovac," tulis akun puspentni mengklarifikasi.

Fakta Sebenarnya

Menanggapi kabar tersebut, pihak TNI AD memberikan pernyataan terkait fakta sebenarnya. Jelas dituliskan melalui unggahan di akun Instagram resminya, kabar tersebut adalah hoaks atau tidak benar. Pihaknya juga mengungkapkan kondisi Kasdim Gresik tersebut sehat wal afiat.

"Hingga saat ini, Kasdim Gresik dalam keadaan sehat wal afiat. Jadi tidak benar berita yang mengatakan bahwa ia meninggal setelah disuntik vaksin Sinovac,” tegas Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya Kolonel Arm Imam Haryadi.

Netizen Desak untuk Tangkap Pelaku

Melihat munculnya kabar hoax tersebut, netizen beramai-ramai mendesak TNI AD untuk menangkap pelaku. Sebab, kabar tersebut mampu membuat masyarakat luas resah dan khawatir tak jelas. Apalagi jika masyarakat langsung percaya dengan kabar yang beredar tanpa menyelidikinya lebih lanjut."Pak tolong di proses hukum yang sebar hoax. Surah banyak contoh satu negara rusuh bahkan hancur hanya karen hoax. Ini bukan masalah sepele🙏," tulis akun misakesteve."Tolong kasih pelajaran ndan..yang selalu bikin hoax," tulis akun kardhek."Wajib di cari ini pak pelakunya, sudah sangat meresahkan ini hoax + provokasi 🔰MEDIA DEFENSE INDONESIA," tulis akun medef_id."Beri pelajaran yang setimpal bagi yang menyebarkan berita hoax, usut tuntas sampai dapat . Saya setuju apa bila dapat .jangan dulu di serahkan ke polisi. Masukan kan dulu ke markas besar,biar pelaku nya jerah," tulis akun serawai06."Segera usut pelakunya, supaya mendapatkan jera!!! KOMANDO 🇮🇩🇮🇩🇮🇩," tulis akun edwynpras97.

Rekomendasi