Penyakit glaukoma termasuk kondisi yang tidak bisa disembuhkan. Adanya kerusakan saraf mata akibat tekanan pada bola mata. Kondisi yang merusak saraf optik ini muncul akibat gangguan sistem aliran cairan mata.
Tekanan yang meningkat di mata disebut tekanan intraokular, yang bisa merusak saraf optik. Normalnya saraf akan mengirimkan gambar ke otak. Apabila hal ini tidak segera ditangani atau dideteksi sejak dini, bisa menyebabkan kehilangan penglihatan permanen atau bahkan kebutaan total dalam beberapa tahun.
Kebanyakan penderita glaukoma tidak memiliki gejala awal atau rasa sakit. Efeknya sangat bertahap sehingga Anda mungkin tidak melihat perubahan penglihatan sampai kondisinya berada pada tahap lanjut.
Sebaiknya segera kunjungi dokter untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit glaukoma, sebelum kehilangan jangka panjang. Mengurangi tekanan intraokular akan membantu menjaga penglihatan.
Berikut perihal penyakit glaukoma yang bisa membuat buta. Kenali penyebab, gejala beserta cara mencegahnya.
Advertisement
Penyakit Glaukoma
Umumnya, secara normal setiap mata manusia memiliki sistem aliran cairan mata (aqueous humour) ke dalam pembuluh darah. Melansir dari Alodokter, Aqueous humour merupakan cairan alami yang berfungsi menjaga bentuk mata, memasok nutrisi, dan membersihkan kotoran di mata.
Apabila terjadi gangguan di sistem aliran tersebut, makan menimbulkan penimbunan cairan yang terus meningkatkan tekanan di bola mata (hipertensi okular). Berujung merusak saraf optik dan penglihatan.
Dilansir dari Mayoclinic, penyakit glaukoma menjadi salah satu penyebab utama kebutaan pada orang yang berusia di atas 60 tahun. Glaukoma bisa terjadi pada semua usia, tapi lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.
Karena kehilangan penglihatan akibat penyakit glaukoma tidak bisa dipulihkan, penting untuk melakukan pemeriksaan mata rutin. Guna mendeteksi tekanan di bola mata sejak dini, lalu diperlambat atau dicegah melalui perawatan.
Advertisement
Jenis Penyakit Glaukoma
Berdasarkan gangguan yang terjadi pada bagian saraf optik, penyakit glaukoma terbagi menjadi lima tipe. Mengutip dari Healthline, berikut jenis penyakit glaukoma:
1. Glaukoma Sudut Terbuka (Kronis)
Menurut National Eye Institute (NEI), glaukoma sudut terbuka atau kronis termasuk yang paling banyak terjadi. Jenis penyakit glaukoma ini tidak memiliki tanda atau gejala kecuali kehilangan penglihatan secara bertahap.
Kehilangan indra melihat ini mungkin sangat lambat. Sehingga penglihatan Anda bisa mengalami kerusakan yang tidak bisa diperbaiki, sebelum tanda-tanda lain lebih jelas.
2. Glaukoma Sudut Tertutup (Akut)
Jenis penyakit glaukoma selanjutnya ialah 'sudut tertutup atau akut'. Terjadi jika aliran cairan humor aqueous Anda tiba-tiba tersumbat sepenuhnya. Penumpukan cairan yang cepat akan menyebabkan peningkatan tekanan yang parah dan menyakitkan.
Glaukoma sudut tertutup adalah situasi darurat dan tiba-tiba. Sebaiknya segera menghubungi dokter jika Anda mulai mengalami gejala, seperti nyeri hebat, mual, dan penglihatan kabur.
3. Glaukoma Bawaan (Congenital)
Anak-anak yang lahir dengan glaukoma kongenital memiliki cacat pada sudut mata mereka. Sehingga memperlambat atau mencegah drainase cairan secara normal.
Glaukoma kongenital biasanya muncul dengan gejala, seperti mata keruh, air mata berlebihan, atau kepekaan terhadap cahaya. Glaukoma bawaan bisa diturunkan dalam keluarga.
4. Glaukoma Sekunder
Jenis penyakit berikutnya ialah glaukoma sekunder. Penyakit glaukoma yang terjadi akibat efek samping dari cedera atau kondisi mata lain, seperti katarak atau tumor mata.
Obat-obatan, seperti kortikosteroid, juga disinyalir menyebabkan glaukoma jenis ini. Jarang terjadi, operasi mata bisa menyebabkan glaukoma sekunder.
5. Glaukoma Ketegangan Normal
Dalam beberapa kasus, orang tanpa tekanan mata yang meningkat mengalami kerusakan pada saraf optik mereka. Jenis penyakit glaukoma ini penyebab pastinya tidak diketahui.
Namun, sensitivitas ekstrim atau kurangnya aliran darah ke saraf optik Anda mungkin menjadi faktor penyebab glaukoma jenis ini.
Advertisement
Gejala Penyakit Glaukoma
Dikutip dari WebMD dan Mayoclinic, kebanyakan orang dengan glaukoma sudut terbuka, tidak menunjukkan gejala. Jika gejala berkembang, biasanya penyakit sudah terlambat. Itulah mengapa glaukoma sering disebut "pencuri penglihatan secara diam-diam".
Sedangkan gejala penyakit glaukoma sudut tertutup biasanya datang lebih cepat dan jelas. Kerusakan bisa terjadi dengan cepat. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, segera dapatkan perawatan medis:
- Melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu.
- Kehilangan penglihatan atau penglihatan kabur tiba-tiba.
- Mata yang terlihat kabur (terutama pada bayi).
- Bintik buta yang tidak merata di penglihatan samping (perifer) atau pusat.
- Sakit kepala parah.
- Mata merah.
- Sakit mata yang parah, disertai mual dan muntah.
Cara Mencegah Penyakit Glaukoma
Sejatinya penyakit glaukoma tidak dapat dicegah. Tetapi tetap penting untuk mengetahuinya sejak dini. Sehingga Anda dapat memulai perawatan yang akan membantu mencegahnya menjadi lebih buruk.
Demi menurunkan risiko terjadinya penyakit glaukoma, langkah-langkah ini dapat membantu melindungi penglihatan Anda:
1. Jalani pemeriksaan mata secara teratur. Jika Anda berusia di atas 40 tahun dan memiliki sakit diabetes atau kronis lain, dapatkan pemeriksaan mata lengkap dari dokter setiap 1 hingga 2 tahun.
2. Pelajari sejarah keluarga Anda. Apabila ada riwayat penyakit glaukoma dalam keluarga, periksakan mata bila ada yang menemukan ada tekanan mata tinggi.
3. Olahraga. Aktivitas sedang seperti berjalan kaki atau joging, setidaknya tiga kali seminggu akan membantu menurunkan tekanan mata.
4. Lindungi mata Anda. Gunakan kacamata pelindung saat berolahraga atau mengerjakan proyek yang memberi risiko besar di tubuh.