Kabar duka datang dari dunia sepak bola Tanah Air beberapa waktu yang lalu. Mantan pelatih sepak bola Timnas Indonesia, Alfred Riedl dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (8/9) dini hari waktu Austria.
Semasa hidupnya, pria yang bergelut di dunia sepak bola di seluruh dunia ini rupanya memiliki kisah yang menakjubkan. Saking dekatnya dengan banyak orang, Riedl pernah mendapatkan puluhan donor ginjal tatkala dirinya memiliki masalah kesehatan beberapa tahun silam.
Berikut ceritanya.
Advertisement
Dilansir dari Liputan6, tak banyak yang tahu bahwa pria kelahiran Wina, Austria ini pernah mengalami masalah kesehatan pada organ ginjal semasa hidupnya. Saat itu, pelatih yang dikenal tegas tersebut tengah berjuang bersama Timnas Vietnam pada tahun 2006.
Riedl yang dipercaya menjadi pelatih Timnas Vietnam selama tiga kali tersebut terpaksa harus melakukan operasi cangkok ginjal akibat beberapa masalah kesehatan yang dideritanya.
Advertisement
Warga Vietnam yang saat itu tengah berjuang bersama Riedl pun juga seolah merasakan rasa sakit yang diderita sang pelatih. Tak membutuhkan waktu lama, puluhan warga Vietnam yang merasa terpukul dengan kondisi sang pelatih tercinta pun lantas rela antre untuk mendonorkan ginjal kepada Riedl.
Menerima banyak calon pendonor ginjal, Riedl merasa terharu kala itu. Akhirnya, ia pun membawa dua dari sekian banyak pendonor ke tanah kelahirannya untuk melakukan operasi cangkok ginjal.
"Kami kemudian membawa dua kandidat pendonor ke Austria untuk menjalani operasi. Pendonor meninggalkan rumah sakit setelah enam hari, sedangkan saya sembilan hari," terangnya kala itu.
Advertisement
Selang beberapa tahun kemudian tepatnya pada tahun 2010, Riedl pun akhirnya bertemu kembali dengan sang pendonor ginjalnya. Tak hanya itu, ia juga dipertemukan kembali dengan dokter yang membantunya saat itu di sebuah stasiun televisi Tanah Air.
"Tiba-tiba dokter timnas Vietnam yang membantu saya datang. Beberapa menit kemudian, pendonor saya juga muncul. Keduanya ada di Jakarta. Itu sangat emosional," ucapnya.
Advertisement
Riedl yang kala itu dipertemukan dengan dua orang yang menyelamatkan dirinya saat itu pun mengaku merasa emosional. Sebab, ia merasa berutang nyawa dengan sang pendonor ginjalnya tersebut.
"Dia menyelamatkan nyawa saya. Tanpa donornya, maka saya harus menjalani cuci darah tiga kali dalam sepekan. Itu seperti berada di akhir kehidupan," sambungnya saat itu.
Advertisement
Alfred Riedl tutup usia lantaran penyakit kanker yang dideritanya sejak lama. Sebelum wafat, Riedl diketahui dirawat sendiri oleh sang istri tercinta, Jola.
"Alfred Riedl tutup usia kemarin malam di umur 70 tahun. RIP coach Alfred, teman dan mentorku. Terima kasih untuk persahabatan, ilmu, dan pengalaman yang kamu bagikan kepada saya," kata Wolfgang Pikal, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia melalui pesan singkatnya.
Advertisement
Penuh dedikasi dan perjuangan pada dunia sepak bola Tanah Air membuatnya dipercaya untuk menangani punggawa kesebelasan Indonesia hingga tiga kali. Berkat kerja kerasnya tersebut, Riedl berhasil mengangkat semangat juang Timnas Indonesia yang sempat redup usai Piala Asia 2007.
Ia diketahui berhasil membawa timnas lolos ke final pada laga Piala AFF 2010 dan 2016 lalu.